Tiga Bangunan Rontok – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Tiga Bangunan Rontok

Akibat Tanah Terus Bergerak

SIDODADI, TIMEX– Tinggal di lahan berbukit Jalan KS Tubun Dalam, RT 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu selama 15 tahun di rasa aman bagi Suhari, 43, dan keluarga. Namun dirinya tak sadar jika petaka kapan saja bisa mengancam terutama di saat hujan terus menerus mengguyur di permukimannya.

Lantaran labil, bangunan rumah kontrakan dua pintu milik Yunus, 35, yang berada di samping kanan atas tiba-tiba saja ambruk, Jumat (3/1) lalu sekitar pukul 14.30 Wita. Material tanah dan bangunan yang longsor tepat mengenai dinding kanan kediamannya. Tak pelak dinding terbuat dari beton itu jebol dan memporak-porandakan barang di dalamnya.

Untungnya, saat kejadian satu keluarga terdiri satu Kepala keluarga dan enam jiwa ini sedang tidak berada di rumah.

“Pagi sebelum kejadian saya memang mendengar suara pergerakan tanah di samping rumah, karena perasaan tidak enak, saya sempat memindahkan beberapa barang berharga ke sisi yang lebih aman sebelum bepergian. Ternyata firasat saya benar,” kata Suhari, Sabtu (4/1).

Mengetahui jika rumahnya mengalami kerusakan cukup parah, Suhari dan keluarga sementara waktu mengungsi ke rumah ketua RT lalu ia dan keluarga mengemasi barang berharga di dalam rumah.
“Ini masih terus bergerak, jika tidak segera diatasi bisa lebih berbahaya” ungkap Suhari.

Ketua RT 10 Kelurahan Sidodadi Sukarsono mengungkapkan, tanda-tanda pergerakan tanah sudah dirasakan sejak tiga hari sebelumnya. Sehingga untuk menghindarkan jatuhnya korban jiwa, warga yang rumahnya diprediksi bakal terdampak segera dievakuasi.

“Sudah kami antisipasi, jadi warga sebagian saya inapkan di kediaman saya,” jelas Sukarsono.

Ditambahkannya, kondisi ini sebenarnya sudah coba diantisipasi. Warga pemilik rumah kontrakan berupaya melakukan penguatan pondasi. Namun hujan yang terus turun, menyebabkan tanah terus bergerak.

“Setelah kejadian kami langsung koordinasi dengan pihak BPBD Kota Sameinda, dan penanganan sementara yang bisa dilakukan sembari menunggu tim tekhnis adalah mengungsikan warga yang terdampak longsor,” ungkap Sukarsono.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Hendra AH menjelaskan, kejadian longsor kali ini lebih disebabkan faktor cuaca dimana hujan kerap turun menyebabkab kondisi tanah labih. “Dari analisa kami, terjadi pergeseran tanah, dan sementara posisi rumah yang ambruk berada di lereng sehingga tidak mampu menahan kondisi pergesaran tanah tersebut,” kata Hendra.

Ditambahkan Hendra, akibat longsor sebanyak 3 bangunan terdiri 1 bangunan kontrakan 2 pintu dan 1 rumah tunggal mengalami kerusakan cukup parah. Dan 1 bangunan hanya terdampak dan mengalami kerusakan ringan. Dari data bangunan tersebut sebanyak 6 kepala keluarga dari 16 jiwa untuk sementara waktu mengungsi ketempat yang lebih aman.

Tindakan antisipasi awal, BPBD memasang terpal di sekitar area longsor dengan maksud menghindarkan tanah bergeser kembali jika terjadi turun hujan. Atas musibah ini pihaknya berharap menjadi pelajaran bagi masyarakat. Yakni dengan memperhatikan kontur tanah saat membangun rumah.

“Rencananya hari Senin (6/1) akan ada pertemuan membahas masalah longsor ini. Langkah apa yang paling cepat dan aman akan disepakati nantinya, dan kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Kota Samarinda,” ungkap Hendra. (kis/beb/jpg/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!