Tinggalkan Anak dan Istri, Nginap di Lokasi Kebakaran – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Tinggalkan Anak dan Istri, Nginap di Lokasi Kebakaran

BERTARUH NYAWA. Meiriwandi Fiqri, petugas Dinas Damkar Kota Mataram saat melakukan aktivitasnya memadamkan api di lokasi kebakaran.

JPG

Irwan Bercerita Tentang Beratnya Tugas Pasukan Pemadam Kebakaran

Pantang pulang sebelum padam. Itulah yang selalu ada dalam benak Meiriwandi Fiqri. Bahkan, petugas pemadam kebakaran Kota Mataram ini rela meninggalkan anak-istri dan bermalam di lokasi kebakaran.

ALI ROJAI, Mataram

Waktu itu anak saya sedang sakit,” kenang Meiriwandi Fiqri, salah seorang petugas Dinas Pemadam Kabakaran (Damkar) Kota Mataram saat kebakaran salah satu toko mainan di Cakranegara tahun lalu. Ia menginap di lokasi kebakaran itu demi memastikan api benar-benar padam.

Menjadi petugas Damkar dilakoni Irwan, sapaan karibnya sejak puluhan tahun. Berbagai macam tipe kebakaran mulai dari yang biasa hingga luar biasa ditaklukkan. Demi tugas, ia meninggalkan istri dan anak meski hari libur. “Mau tidak mau kita harus turun jika kebakaran besar,” terang dia.

Melawan kobaran api menjadi bagian tugas Irwan. Bagian tubuh terkena api menjadi bumbu hidup. Karena saat mencari titik api di tempat kebakaran, tidak jarang si jago merah menyambar bagian tubuhnya.

“Selangkangan saya ini sudah pernah kebakar,” kata Fiqri.

Bahkan tidak jarang genteng atau seng jatuh menimpanya ketika mencari sumber api. “Kalau tertimpa genteng sudah biasa,” imbuh pria bertubuh gempal ini.

Memadamkan api sudah menjadi makanan Irwan. Ada tekniknya. Tidak asal siram begitu saja. Melainkan harus mencari titik api. Biasanya ketika personel Damkar datang, ia akan menyiram api di permukaan. Setelah padam, petugas akan turun mencari titik api ke lokasi. Dari mana sumber api harus benar-benar diketahui oleh petugas. Jika tidak, api tidak akan padam.

Dalam mencari titik api ujar dia, benda-benda seperti kayu, genteng, seng, bahkan tembok bisa roboh. “Ini harus kita waspadai,” sebut dia.

Dalam penyiraman, terang dia, volume air jangan terlalu keras. Jika tidak, genteng atau seng, bahkan tembok bisa menimpa tim yang mencari titik api. “Kasian teman-teman yang mencari titik api di bawah,” tutur dia.

Mencari titik api bukan perkara mudah. Di tengah hawa yang cukup panas dikelilingi bara api, ia harus ekstra hati-hati. Kadang titik api dicari tanpa ditahu orang atau pemilik rumah. Sehingga mau tidak mau ia harus mencari sendiri. “Kalau ada informasi api datang dari dapur kan enak,” ujar dia. Tapi jika tidak ditahu, ia harus mencari sendiri.

Belum lagi jika titik api berada di belakang, maka ia cukup kesulitan memadamkan. Karena ia harus melewati beberapa ruang untuk tembus ke belakang. “Paling susah dipadamkan jika titik apinya di belakang,” tutur bapak dua anak ini.

Meski begitu, kata dia, paling cepat api bisa dipadamkan dalam waktu dua jam. Yang lama proses pendinginan. Sisa-sisa kebakaran harus benar-benar tidak lagi ada percikan api. Sehingga ia harus menunggu proses pendinginan berhari-hari. “Bisa sampai satu hari proses pendinginan,” terang dia.

Namun demikian, apa yang dilakukannya jarang dihargai masyakarat. Bertaruh nyawa memadamkan si jago merah kadang dipandang sebelah mata. Kadang-kadang ada saja pemilik rumah yang marah-marah. “Kadang kita di marah sama pemilik rumah,” kesal dia.

Belum lagi ada celetukan warga yang bilang lupa membawa selang. Padahal, tim Damkar sendiri sudah menyiapkan peralatan. Lebih-lebih selang dengan panjang 200 meter disiapkan. “Lokasi yang tidak masuk mobil kita akali dengan cara menyambung selang,” terang dia.

Tak hanya itu, ia juga kerap mendapat telepon dari warga yang iseng. Menginformasikan ada kebakaran, namun sampai di lokasi tidak ada kebakaran. “Sampai sekarang masih ada orang iseng seperti ini,” kata dia.

Selama memadamkan api. Ia menilai ada kelalaian dari pemilik sendiri. Mestinya kata dia, di setiap perusahaan, toko, atau pun hotel minimal ada alat pemadam api ringan (Apar). Jika ada yang terbakar, tinggal disemprotkan ke bagian api. “Alat ini tidak akan membuat api keluar dari ruangan,” terang dia. (*/r3/jpg/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!