Uji Sampel Makanan Butuh Waktu – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Uji Sampel Makanan Butuh Waktu

SOE, TIMEX – Maraknya kasus keracunan makanan yang terjadi di Kabupaten TTS, banyak pihak termasuk DPRD TTS mengatakan, kasus tersebut berulang, lantaran Pemerintah Kabupaten TTS lambat menyikapi. Yakni, mengeluarkan hasil uji jenis makanan beracun, sehingga masyarakat TTS waspada terhadap jenis makanan yang mengandung kadar racun. Menyikapi pernyataan itu, Bupati TTS, Egusem Tahun dan Kepala Dinas Kesehatan, Irene Ate mengatakan, pengujian sampel makanan yang dikonsumsi masyarakat kemudian mengalami keracunan, membutuhkan waktu yang cukup panjang. “Untuk pengujian sampel makanan butuh waktu atau tidak bisa instan. Karena kalau kita bawa ke Kupang dan ada bahan pengujian yang tidak ada, maka kita harus bawa ke Jakarta untuk lakukan pengujian di Jakarta,” ujar Bupati TTS, Egusem Tahun kepada Timor Express, Sabtu (4/1) pekan.

Dikatakan, Pemkab TTS serius menyikapi persoalan keracunan yang belakangan marak terjadi. Karena memang kasus keracunan yang terjadi tidak hanya meresahkan masyarakat, melainkan membahayakan nyawa masyarakat. Karena dari beberapa kasus keracunan makanan yang terjadi, terdapat beberapa korban meninggal dunia. Selain tindak lanjuti pengujian sampel makanan guna mengetahui penyebab keracunan, Pemkab TTS juga akan terus menggelar operasi pasar dengan tujuan menertibkan peredaran makanan kedaluwarsa yang beredar di pasaran. Karena dari beberapa kali operasi pasar yang dilakukan, diketahui banyak produk makanan kedaluwarsa yang masih bebas beredar di pasaran.

Kondisi itu sangat membahayakan kesehatan masyarakat karena jika mengonsumsi makanan yang telah kedaluwarsa, maka hal itu tidak baik untuk kesehatan manusia. “Nanti di musim kemarau kami juga akan perhatikan air bersih, karena itu juga bisa menjadi sumber terjadinya keracunan,” tutur Egusem.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Irene Ate mengatakan, dari sejumlah kasus keracunan di Kabupaten TTS yang telah diperoleh hasil uji laboratorium adalah kasus keracunan mie di Desa Nulle Kecamatan Amanuban Barat dan kasus keracunan di Desa Oni Kecamatan Kualin. Sementara, kasus keracunan yang lainnya belum diperoleh hasil uji sampel. Pengujian sampel makanan beracun membutuhkan waktu, karena jika sisa makan beracun yang dibawa di Kupang untuk dilakukan pengujian dan ternyata di Kupang tidak memiliki reagen, maka harus dibawa ke Jakarta untuk proses pengujian. Karena itu, diharapkan dalam waktu dekat hasil pengujian dapat diperoleh guna dirilis ke publik untuk diketahui bersama.

“Dari beberapa kasus keracunan, hanya satu kasus yang kita tidak peroleh sampel makanannya yakni kasus keracunan di Desa Oe’ekam saat perayaan Natal bersama. Tapi dari pengamatan kami, sepertinya pengelolaan makanannya yang salah, karena makanan yang saat itu dimakan sebelumnya sudah diperiksa orang kesehatan,” kata Irene.

Anggota DPRD TTS, Roy Babys mengatakan, jika Pemkab TTS mengharapkan agar ke depan kasus keracunan tidak terulang kembali, maka salah satu cara yang efektif dilakukan adalah mempercepat hasil uji sampel makanan untuk kemudian dirilis ke publik. Sehingga, seluruh masyarakat waspada terhadap jenis makanan yang beracun. Selain itu, juga diintensifkan operasi pasar hingga ke kios-kios yang ada di pelosok karena pada umumnya kios di pelosok yang berpeluang besar menjual produk kedaluwarsa. Karena di pelosok rata-rata barang yang dijual disimpan dalam waktu yang lama.

“Biasa kios di kampung-kampung simpan barang cukup lama, sehingga itu yang berpeluang kedaluwarsa. Jadi operasi pasar kalau bisa tidak hanya di pasar-pasar saja, tapi dilakukan di kampung-kampung juga. Kan kalau operasi sampai ke kampung-kampung, bisa sekalian sosialisasi kepada masyarakat untuk hati-hati dalam membeli makanan,” tegas Roy sembari menambahkan, jika Pemkab TTS merilis hasil sampel makanan beracun dapat dirumuskan bersama antara eksekutif dan legislatif terkait metode atau pola penanganannya. (yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!