Enam Hari Hujan dan Angin Kencang – Timor Express

Timor Express

METRO

Enam Hari Hujan dan Angin Kencang

PARKIR. Kapal-kapal milik ASDP lego jangkar di Pelabuhan Haensisi, Pulau Semau akibat cuaca buruk. Hingga Senin (6/1) kapal-kapal belum dizinkan berlayar.

CARLENS BISING/TIMEX

Cuaca Buruk di NTT
Masyarakat Diimbau Antisipasi Bencana Alam

KUPANG, TIMEX – Pemerintah Provinsi NTT dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi warning kepada masyarakat NTT terkait cuaca buruk yang sedang terjadi. Hujan deras dan angin kencang diprediksi berlangsung selama enam hari.

Masyarakat diimbau mengidentifikasi lokasi-lokasi yang rawan bencana seperti longsor, petir, angin kencang dan gelombang di semua kabupaten/kota.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu dalam konferensi pers yang disampaikan di ruang Media Center Kantor Gubernur NTT, Senin (6/1). Mantan Kadis Pariwisata NTT itu didampingi Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kupang, Ota Welly Jenni Thalo, Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD NTT, Sintus Carolus.

Marius meminta masyarakat NTT agar mengantisipasi cuaca dan anomali iklim serta bencana yang bisa saja terjadi. Menurut Marius, cuaca ekstrem saat ini tidak hanya melanda NTT, namun dialami semua masyarakat di Indonesia. Sejauh ini terdapat beberapa kabupaten yang terdata mengalami bencana akibat dari cuaca buruk yang terjadi yakni di Kabupaten Manggarai, Alor, TTS dan TTU. “Setiap kejadian bencana perlu dipublikasi agar masyarakat bisa mengetahui dan bisa mendapat perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Disampaikan pula bahwa dengan adanya cuaca yang tidak bersahabat, seringkali menyebabkan penyakit-penyakit. “Kejadian-kejadian yang terjadi atau dialami masyarakat harus mendapat penanganan dan perhatian serius mulai dari pemerintah paling bawah hingga ke atas. Jika ada masyarakat sakit kepala desa harus cepat antar ke puskesmas terdekat,” ungkapnya. Selain itu, kepada para nelayan agar mematuhi larangan-larangan yang dikeluarkan oleh BMKG karena gelombang yang tinggi. “Begitu pula dengan kapal ferry yang melayani transportasi laut,” ujarnya.

Agung Sudiono selaku Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang menjelaskan pihaknya terus memonitor perkembangan cuaca. Setelah menerima perkiraan cuaca dari BMKG pusat langsung diterjemahkan lagi untuk cuaca di wilayah NTT. “Angin kencang ditambah petir saat ini perlu diperhatikan oleh masyarakat karena sangat berbahaya,” katanya.

Agung kiha memberi tips bagaimana menghindari sambaran petir. Dijelaskan, ada beberapa upaya yakni saat hujan disertai petir, warga dapat menghindari lahan kosong dan menghindari pohon yang tinggi.

Selain itu saat hujan warga harus masuk ke dalam rumah atau ke dalam mobil dan mematikan alat elektronik yang tersambung dengan aliran listrik. “Jika berada di luar ruangan, maka segera atur jarak sekitar 3-5 meter dengan orang lain agar terhindar dari lontaran energi saat ada petir. Jika sedang mengendarai sepeda motor maka segera berhenti dan berteduh,” katanya.

Disebutkan, menurut prospek cuaca terhitung tanggal 6-12 Januari 2020, posisi matahari berada pada Belahan Bumi Selatan (BBS) yang menyebabkan angin monsun barat. Kondisi ini menyebabkan wilayah NTT sudah memasuki musim penghujan.

Kondisi cuaca umumnya berawan hingga berpotensi hujan ringan hingga hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Suhu udara berkisar 25-35°C, kelembaban udara berkisar antara 65-98% dan angin bertiup dari Barat Daya-Utara dengan kecepatan angin 15-30 km/jam.

Selain itu, ada tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1010-1014 hPa. Daerah pertumbuhan awan hujan akibat pertemuan dan belokan angin berada di wilayah NTT yang disebabkan adanya bibit siklon di bagian selatan NTT dan tenggara NTT. “Suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 30.0 °C-32.0°C dengan anomali suhu muka laut di wilayah NTT berkisar antara +0.5 °C hingga +4.0 °C,” tambahnya.

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih terjadi. Hujan ringan dengan intensitas 1,0–5,0 mm/jam atau 5–20 mm/hari. Hujan sedang dengan intensitas; 5,0–10,0 mm/jam atau 20–50 mm/hari. Hujan lebat dengan intensitas 10–20 mm/jam atau 50–100 mm/hari dan hujan sangat lebat dengan intensitas >20 mm/jam atau >100 mm/hari. “Kondisi ini akan terjadi di semua wilayah di NTT,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kupang, Ota Thallo menyampaikan kondisi gelombang yang terjadi di perairan NTT beberapa hari ke depan. Dikatakan, tinggi gelombang di perairan NTT berkisar 1-6 meter akibat angin yang berhembus kencang saat ini. “Dari perkiraan cuaca ini kita merekomendasikan kepada Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kupang guna melarang kapal-kapal pengangkut yang hendak berlayar,” ujarnya.

Sedangkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD NTT, Sintus Carolus mengaku terus memantau dan mengupdate cuaca ekstrem yang kini melanda NTT. Dikatakan, pihaknya selalu berkomunikasi dengan BMKG untuk melakukan kesiapsiagaan dengan membentuk posko di kabupaten/kota agar jika ada kejadian cepat dapat ditanggulangi. “Kita sudah membuat beberapa SK Gubernur agar jika ada bencana yang dialami masyarakat langsung ditangani,” katanya.

Menurutnya setiap bencana yang terjadi, BPBD kabupaten dan kota harus melaporkan secara resmi kepada BPBD agar mendapat penanganan. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!