Pelaku Depresi karena Belum Nikah Sah – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Pelaku Depresi karena Belum Nikah Sah

Ibu Bunuh Anak Kandung
Besok Gelar Rekonstruksi di Dua Lokasi

KUPANG, TIMEX – Ibu pembunuh anak kandung, Adriana Lulu Djami (33) diketahui sedang depresi karena status pernikahan yang tidak jelas dengan Suhendi. Saat ini masih sebatas nikah siri.

Berdasarkan keterangan tersangka kepada pihak kepolisian, ia mengaku mengalami tekanan batin. Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, di ruang kerjanya, Senin (6/1), menjelaskan saat memeriksa tersangka untuk mencari tahu motif pembunuhan, tersangka mengaku stres.

Depresi yang dialami, kata Hasri, karena beberapa faktor. Selain status pernikahan yang tidak jelas, faktor lainnya karena masalah ekonomi. Akibat kesulitan keuangan, mereka menunggak biaya kos-kosan dan kebutuhan sehari-hari lainnya. “Dari akumulasi itu, kami menyimpulkan bahwa motif itulah yang menyebabkan tersangka depresi lalu membunuh anaknya,” katanya.

Hasri menjelaskan pihaknya tidak melakukan pemeriksaan psikologi terhadap tersangka karena jawaban tersangka saat pemeriksaan sangat sistematis. Depresi yang dialami tersangka juga masih kategori wajar.

Dalam kasus ini, sebut Hasri, penyidik telah memeriksa enam saksi. “Hari Rabu tanggal 8 Januari 2020 kita akan lakukan rekonstruksi di dua TKP yaitu kos-kosan dan tempat galian lubang,” jelas Hasri didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu I Wayan Pasek Sujana, SH.

Terkait status Suhendi, suami tersangka, menurut Hasri, masih dalam status wajib lapor. Saat dimintai keterangan, diketahui Suhendi tahu anaknya meninggal dari tersangka yang menelepon. Saat itu tersangka beralasan anaknya meninggal karena panas tinggi. Tersangka menelepon Suhendi agar datang ke kos-kosan. Ketika Suhendi tiba di kos sekira pukul 18.00, tanggal 1 Januari 2020, ia mendapati anaknya sudah meninggal. Suhendi sempat menyolati jenazah anaknya. “Setelah itu, tersangka menanyai suaminya di mana anaknya dikubur. Lantas Suhendi mengatakan ‘terserah kamu saja.’ Kemudian Suhendi langsung keluar dari kos-kosan dan meninggalkan tersangka di kos-kosan,” jelasnya.

Tersangka pun panik dan mengikuti Suhendi dengan mengendari sepeda motor sampai di tempat kejadian perkara (TKP) yaitu sekitar 50 meter dari bundaran Patung Kasih, Jalan Adisucipto. Tersangka pun berinisiatif menguburkan jenazah anaknya di lahan kosong tersebut.

Selanjutnya, ia pun kembali ke kos-kosan untuk mengambil sebilah besi beton sepanjang 40 cm, pisau dan cerokan lalu menuju TKP untuk menggali lubang.

Usai menggali lubang, tersangka kembali ke kos-kosan dan membawa jenazah anaknya mengendarai sepeda motor. Namun, saat kembali ke TKP, tersangka lupa di mana posisi lubang galian tersebut. Saat masih sibuk mencari lubang tersebut, anggota POM TNI AU Lanud El Tari yang saat itu tengah melakukan patroli rutin tiba di TKP. Para anggota POM TNI AU mendapati sepeda motor yang tengah parkir di tepi jalan tanpa pemilik.

Saat itu, timbullah rasa curiga, sehingga mereka langsung mengecek lokasi sekitar. Mereka lalu mendapati tersangka tengah menggendong bayinya. Karena panik, saat didekati petugas, tersangka langsung melepas jenazah dari genggamannya dan diletakkan di atas tanah. Selanjutnya, anggota TNI langsung membawa tersangka dan jenazah ke Pos POM TNI AU dan menghubungi pihak Polres Kupang Kota.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, anak yang dibunuh tersebut, merupakan anak pertama tersangka. Sementara anak kedua dirawat oleh kerabat tersangka. Saat ini tersangka juga tengah hamil lima bulan. (mg22/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!