Warga Pesisir Diminta Waspada – Timor Express

Timor Express

METRO

Warga Pesisir Diminta Waspada

RUSAK. Pohon tumbang dan menghantam bangunan tempat berjualan di kawasan wisata Pantai Lasiana, Senin (6/1).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

BMKG Kupang memberi warning kepada masyarakat, terutama yang berdomisili di pesisir pantai agar waspada. Selain itu, khusus untuk para nelayan agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kupang, Fera Adrianita, Senin (6/1/2020) menjelaskan wilayah NTT sebagiannya telah masuk musim penghujan. Tetapi ada sebagian wilayah zona musimnya belum memasuki musim penghujan.

Terdapat tujuh wilayah yang berdasarkan prakiraan yaitu Kabupaten Sikka, Flores Timur, Alor dan Kabupaten Sumba Timur. “Tetapi prediksi kita Januari Dasarian I sudah masuk musim hujan dan hampir merata. Kalau prospek curah hujan Dasarian I kira-kira 101-150 mm. Dasarian I hitungannya dari tanggal 1-10 Januari, Dasarian II 10-20 Januari, dan seterusnya,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat waspadai hujan ektrem yang terjadi 15 hari ke depannya. Angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan bakal melewati wilayah Indonesia dan berdampak juga terhadap wilayah NTT. Belokan angin dan pertemuan angin mengakibatkan tumpukan awan sehingga terjadilah hujan. “Karena sudah masuk musim penghujan maka disertai dengan petir sehingga warga mesti waspada,” jelasnya.

Sementara itu. Lurah Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Ferdinan Masae, mengaku mengimbau warganya melalui ketua RT/RW terutama yang berada di pesisir pantai agar tetap waspada. Berdasarkan surat peringatan dini dari BMKG Kota Kupang tentang terjadinya peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang berkisar antara 1,25 m sampai 2,5 m. “Saya imbau masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar senantiasa waspada,” katanya.

Ia menambahkan khusus masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan tidak melakukan aktivitas penangkapan serta pelayaran karena adanya peningkatan tinggi gelombang di perairan sekitar Kota Kupang dan sekitarnya.

Ely, salah satu warga RT 13/RW 5, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, mengakui kalau memasuki musim penghujan seperti sekarang ini berdampak pada derasnya hantaman gelombang. “Beruntung ada tanggul penahan gelombang sehingga gelombang tidak sampai kena rumah,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Lurah Lasiana, Welem Bentura. Ia mengatakan akibat angin kencang yang terjadi sekitar pukul 21.00, Minggu (5/1/2020) lalu, satu pohon lontar tumbang dan menghantam tempat jualan yang berada di dalam area pantai wisata Kelurahan Lasiana. Lapak yang beratap seng tersebut roboh.

Untuk sementara penghuni lapak jualan yang ditempati lima pedagang terpaksa tidak menjalani aktivitas usahanya sebagaimana biasanya karena ambruknya lapak tersebut. “Saya sudah koordinasi juga dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTT untuk menindaklanjuti pohon yang tumbang tersebut dan menghubungi pihak PLN dan BPBD,” jelas Welem.

Terkait cuaca ekstrem ini, ia mengimbau masyarakat agar tidak turun ke laut. “Warga yang tinggal di daerah pesisir terdiri dari RT 21,22,23,24 saya sudah imbau melalui Ketua RT agar tetap waspada,” jelasnya. (mg22/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!