Berharap TOD Terwujud Tahun Ini – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Berharap TOD Terwujud Tahun Ini

Asosiasi Pengusaha Bicara tentang Prospek Bisnis 2020

2020 diharapkan menjadi tahun yang baik bagi bisnis angkutan. Para pengusaha truk berharap transit oriented development (TOD) untuk angkutan barang terealisasi tahun ini. Sejauh ini, TOD baru berfokus pada angkutan manusia saja.

TOD merupakan sarana yang menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi. Lokasinya berada di dekat stasiun kereta. Menurut Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman, TOD tidak hanya bisa dimanfaatkan penumpang, tapi juga angkutan barang.

“Sempat kami usulkan ke pemerintah, belum ada tanggapan. Mudah-mudahan tahun 2020 ada terobosan,” ujar Kyatmaja. TOD, menurut dia, dapat dibangun dengan mengintegrasikan kebutuhan transportasi angkutan barang, baik truk maupun kereta. Bentuknya bisa berupa bangunan dan sistem logistik untuk menyinergikan angkutan antarmoda dengan fasilitas pergudangan, misalnya.

TOD akan memudahkan pemindahan barang. Biaya logistik juga akan murah karena sistem logistik sudah terintegrasi. Kyatmaja berharap pemerintah menanggapi dengan baik usulan TOD tersebut. Dia juga berharap konsepnya dapat dirancang dengan apik.

Sementara itu, kebutuhan truk tahun ini diperkirakan berkurang. Sebab, meski mereda, pengusaha tetap mengkhawatirkan perang dagang yang bisa sewaktu-waktu meletus. Selain itu, para pengusaha mencemaskan ancaman resesi dan perlambatan ekonomi.

Di dalam negeri, masifnya pembangunan jalan tol tidak diimbangi dengan biaya yang murah. Kyatmaja berharap tarif tol khusus truk barang bisa turun. Dengan demikian, daya saing logistik Indonesia lebih meningkat. “Harga minyak bisa meningkat karena potensi perang AS dan Timur Tengah. Semoga ini tidak berlangsung lama karena kalau harga minyak naik, pasti kita terbebani juga,” ucapnya.

Awal tahun ini, kata Kyatmaja, kebutuhan angkutan berkurang karena puncaknya sudah lewat. Yakni, pada kuartal IV tahun lalu. Oversupply truk itu sudah biasa terjadi dan pengusaha akan mampu berkonsolidasi. Namun, prospek sepanjang 2020 dinilai masih baik karena kebutuhan infrastruktur masih tinggi.

Tantangan yang dialami pengusaha saat ini lebih pada perubahan cuaca yang memengaruhi bisnis angkutan. Curah hujan yang tinggi menghambat perjalanan dan membuat durasi pengiriman lebih lama. Omzet biasanya menurun pada awal tahun. Namun, biaya perawatan truk meningkat.

Di luar itu, keberadaan jalan-jalan baru, baik tol maupun non-tol, sebenarnya memudahkan kinerja angkutan logistik. Sebab, ada banyak jalan alternatif sehingga kemacetan juga berkurang. “Hanya tarifnya untuk tol. Kita berharap itu bisa dikurangi,” kata dia.(rin/c7/hep/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!