Target Laba Rp 500 Miliar Harus Tercapai – Timor Express

Timor Express

METRO

Target Laba Rp 500 Miliar Harus Tercapai

RESMI DILANTIK. Dua kepala divisi di Bank NTT yakni Billy Tjoanda dan Sony Pellokila saat acara pelantikan di Kantor Pusat Bank NTT di Jalan W. J. Lalamentik, Selasa (7/1).

CARLENS BISING/TIMEX

Pelantikan Direksi Bank NTT

Gubernur Hukum Dua Kadiv Squat Jump

KUPANG, TIMEX – Pelantikan Yohanes Landu Praing sebagai Direktur Umum Bank NTT membuat dewan direksi bank tersebut sudah lengkap, setelah hampir tiga tahun tidak pernah lengkap.

Direktur Umum sendiri dijabat Adrianus Ceme yang tersandung kasus korupsi pada Agustus 2017. Selanjutnya Eduard Bria Seran yang menjabat Pelaksana Tugas Direktur Utama, merangkap sebagai Pelaksana Tugas Direktur Umum.

Saat Absalom Sine ditunjuk menggantikan Eduard Bria Seran sebagai Plt Dirut, jabatan direktur umum juga diberikan sementara kepada Absalom Sine. Termasuk ketika Ishak Eduard Rihi terpilih Direktur Utama Bank NTT pertengahan 2019, tugas tambahannya adalah pelaksana tugas Direktur Umum.

Namun setelah pelantikan Yohanes Landu Praing, dewan direksi Bank NTT sudah lengkap, mulai dari empat direktur sampai dirut.

Gubernur NTT yang juga sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang diwawancara usai pelantikan tersebut mengatakan, ada target yang diberikan kepada pengurus bank tersebut. Salah satunya adalah target laba yang harus mencapai Rp 500 miliar.

“Pasti targetnya Rp 500 miliar itu harus terkejar. Kalau tidak, kita evaluasi. Pasti Kredit (Direktur), Dirut,” tegas Viktor.

Politikus Partai Nasdem itu tegaskan, target tersebut harus dikejar semaksimal mungkin. Jika tidak terdapai, akan ada evaluasi terhadap pengurus bank. “Ya, kita lihat nanti. Kalau mendekati, mungkin kita (pertimbangkan). Tapi kalau jauh ya, istrahat,” tandasnya lagi.

Pelantikan direktur umum tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Sekda NTT, Ben Polo Maing, Komisaris Utama Bank NTT, Juvenli Jodjana, Dirut Bank NTT, Ishak Eduard Rihi dan jajaran. Hadir pula Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja serta sejumlah pejabat perbankan lainnya.

Hadir pula pemegang saham lainnya, yakni Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, Bupati TTS, Epy Tahun, Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu dan Wakil Bupati Manggara Barat, Maria Geong.

Gubernur Hukum Dua Kadiv Squat Jump

Suasana pelantikan Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing berubah menjadi tegang. Dua kepala divisi pada bank tersebut dihukum squat jump oleh gubernur karena kesalahan tandatangan.

Hal ini berawal ketika para kepala divisi diminta untuk menandatangani pakta integritas atau komitmen kerja yang disaksikan langsung gubernur dan seluruh undangan.

Namun saat penandatanganan hampir selesai, gubernur tampak berbicara dengan nada protes ke salah satu kepala divisi, yakni Bily Tjoanda. Karena menandatangani surat yang bukan atas nama dirinya. “Nanti siapa yang tanggung jawab. Itu tandatangan di atas meterai. Kalian biasa anggap remeh urusan administrasi. Ini urusan bank,” kata Viktor.

Surat yang ditandatangani oleh Bily tersebut kemudian diketahui atas nama Kadiv lainnya, Sony Pelokila. Gubernur pun meminta petugas/protokoler untuk segera mengganti surat tersebut dan harus diperbaiki saat itu juga. Saat menunggu itulah, gubernur memanggil kepala divisi SDM yang mengurus surat-surat tersebut.

Kepada gubernur, kepala divisi SDM menjelaskan, semua surat sudah lengkap untuk masing-masing kepala divisi. Bahkan sudah diperiksa dan dipastikan lengkap. Namun surat untuk kedua kepala divisi tersebut tertukar saat hendak ditandatangani.

Gubernur kemudian memanggil kedua kepala divisi itu dan menyuruh keduanya squat jump masing-masing 10 kali. Bahkan gubernur sempat memberi contoh, cara squat jump, dan langsung diikuti keduanya.

Gubernur yang diwawancara usai kegiatan tersebut menegaskan, apa yang dilakukan itu adalah untuk melatih disiplin para pejabat di bank tersebut. “Itukan disiplin. Harus tepat, tidak boleh salah,” kata gubernur.

Sementara Dirut Bank NTT, Ishak Eduard Rihi yang diwawancara terpisah mengatakan, apa yang dilakukan gubernur itu menunjukkan keseriusan gubernur dalam memberikan perhatian langsung terhadap pengelolaan Bank NTT yang dimulai dari sikap dan etos kerja pejabat eksekutif.

“Kami menganggap ini sebagai rasa peduli dan menunjukan keberadaan Bank NTT menjadi perhatian serius dalam pengelolaan kinerjanya. Hal ini membuat kami sebagai manajemen harus dapat memberikan performa kerja yang optimal dan memenuhi harapan masyarakat NTT,” kata Ishak. (cel/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!