Pendidikan Dimulai dari Tingkat Gereja – Timor Express

Timor Express

METRO

Pendidikan Dimulai dari Tingkat Gereja

TUGAS BARU. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pose bersama Majelis Sinode GMIT Periode 2019-2023 di Gereja Marturia, Oesapa Selatan, Kupang, Kamis (9/1).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Pelantikan Pengurus Sinode GMIT 2019-2023
Gubernur Ajak GMIT Kerja Sama

KUPANG, TIMEX – Pdt. Dr. Mery Kolimon resmi memimpin Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) untuk periode kedua tahun 2019-2023. Acara serah terima jabatan Majelis Sinode GMIT Periode 2015-2019 ke Majelis Sinode GMIT Periode 2019-2023 dan Perhadapan Pengurus Majelis Sinode GMIT Ex-Officio Periode 2019-2023 berlangsung di GMIT Marturia Oesapa Selatan, Kupang, Kamis (9/1).

Acara serah terima tersebut dirangkai dengan syukuran Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Kantor Sinode GMIT. Acara ini mengusung tema “Roh kudus menjadikan dan membaharui ciptaan” sub tema “Roh Tuhan berkuasa atas gereja, masyarakat dan semesta”.

Hadir pada kesempatan tersebut tokoh agama dari berbagai agama yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) NTT, perwakilan Keuskupan Uskup Kupang, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dan pejabat pemerintah lainnya.

Wakil Ketua Sindoe GMIT Periode 2015-2019, Pdt. Agustina Litelnoni, S.Th mewakili pengurus Sinode GMIT Periode 2015-2019 dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua masyarakat dan jemaat karena sejak terpilih di Rote pada 2015 lalu hingga pemilihan di GMIT Paulus pada 2019 dan pengukuhan di GMIT Marturia tahun 2020 berlangsung dengan baik. “Kami berterima kasih kepada semua jemaat GMIT di pelosok daerah yang telah mendoakan dan memberi dukungan hingga majelis sinode dapat mengakhiri tugasnya secara baik,” ungkapnya.

Dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab tersebut, banyak dukungan dari mitra pelayanan. Disebutkan, dalam kepengurusan periode 2015-2019, masih banyak kekurangan. Banyak hal yang belum dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di GMIT. Oleh karena itu, diharapkan dengan kepengurusan majelis sindoe yang baru dapat meningkatkan pelayanan. “Diibaratkan menenun, maka akan mendesain motifnya agar lebih baik lagi dari sebelumnya, sehingga diharapkan pada kepengurusan yang baru dapat membawa perubahan yang lebih berdampak kepada masyarakat,” katanya.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang selalu mendoakan dan mendukung pelayanan kepengurusan yang telah berakhir. Pdt. Mery menjelaskan sesuai dengan tema natal nasional bahwa menjadi sahabat bagi semua orang merupakan hubungan yang sangat dalam untuk sebuah hubungan pertemanan, maka kepada kepengurusan yang baru agar mulai melayani dengan bersahabat.

Ia juga menyampaikan, situasi nasional yang saat ini tidak stabil dan akan berdampak buruk kepada umat manusia, baik serangan-serangan antarnegara yang mengakibatkan korban jiwa, kejadian kebakaran dan bencana alam yang terjadi untuk gereja terus menyebarkan pendidikan kepada jemaat untuk terus memperkuat hubungan sebagai sahabat. “Banyak kejadian yang memberikan pelajaran untuk kita. Selain itu banyak tantan tangan yang terus berkembang dengan perkembangan zaman digital saat ini, maka pihak gereja harus memperbaharui diri dengan perkembangan terkini,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut dia, pihak gereja dan jemaat harus membangan hubungan yang lebih kokoh dengan agama lain, sehingga tidak ada permusuhan. Namun terus menjaga hubungan persahabatan yang telah dibangun selama ini. Pdt. Mery mengajak semua pengurus yang baru untuk bersama bekerja sesuai dengan visi dan misi GMIT untuk mewujudkan perubahan bagi jemaat dan daerah ini.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengapresiasi Sinode GMIT karena telah melahirkan seorang perempuan yang hebat di NTT. Dalam kepemimpinan sebelumnya dinilai ada proses perubahan yang sangat luar biasa karena selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. “GMIT dari waktu ke waktu terus berubah dan memberikan kontribusi besar untuk pembangunan di NTT. Terima kasih karena telah menjadikan pemerintah sebagai sahabat,” ujarnya.

Disampaikan, masalah di NTT saat ini sangat kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari GMIT dalam menuntaskan masalah yang kini melanda NTT. “Kepengurusan yang baru mesti memperhatikan etos kerja yang tinggi dan disiplin dalam bekerja agar memberikan pendidikan kepada jemaat dan masyarakat untuk lebih berdisiplin,” tegasnya.

Kepada pengurus Majelis Sinode GMIT agar bersama-sama dengan pemerintah mulai membentuk desain pendidikan mulai dari sekolah minggu, namun tenaga pengajar merupakan tenaga pengajar yang berkualitas.

Viktor juga mengharapkan kepada pihak GMIT untuk membentuk PAUD di setiap gereja. “Kita akan membuat gerakan untuk merubah pendidikan kita mulai dari tingkat gereja sehingga melahirkan generasi penerus yang takut akan tuhan,” tutupnya. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!