Ratusan Hektare Padi Terancam Gagal Tumbuh – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Ratusan Hektare Padi Terancam Gagal Tumbuh

Irigasi Tertimbun Longsor

BORONG, TIMEX – Ratusan hektare tanaman padi di persawahan dataran Buntal Desa Golo Lijun Kecamatan Elar, terancam gagal tumbuh dan kering. Hal tersebut disebabkan saluran irigasi Wae Buntal untuk pasokan air ke sawah, rusak dan tertimbun longsor.

Peristiwa longsor yang menutup saluran irigasi Wae Buntal terjadi, Minggu (5/1) setelah wilayah itu dilanda hujan lebat dan angin kencang. Sekira 300 meter panjang saluran irigasi yang tertimbun material longsor. Sementara hampir seluruh sawah di dataran Buntal sudah ditanam padi.

“Material longsor tidak bisa dibersihkan secara manual oleh masyarakat. Butuh alat berat, karena volume materialnya banyak dan panjang. Apalagi bukan hanya material tanah, tapi ada material batu ukuran besar. Ada juga saluran itu yang sudah rusak karena longsor,” ujar Kepala Desa (Kades) Golo Lijun, Yovita Mbaju kepada Timor Express di Borong, Kamis (9/1).

Dijelaskan, jika saja saluran yang rusak dan tertimbun material longsor tidak secepatnya ditangani atau dibersihkan, maka lahan persawah dataran Buntal tidak mendapat pasokan air. Sehingga tanaman padi yang ada kering dan tidak bisa hidup. Petani sudah mulai cemas, karena lahan persawahan mereka mengalami kekeringan.

“Tanaman padi disana, ada yang sudah berumur tiga minggu dan satu bulan. Ada juga yang sementara siap untuk tanam. Jadi petani yang ada disana sudah mulai cemas dan takut, sawah mereka tidak ada pasokan air,” katanya.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi sudah melaporkan secara resmi kepada Pemerintah Kecamatan Elar dan Kabupaten Matim. Dirinya sudah bertemu langsung dengan Wakil Bupati Matim, Stefanus Jaghur di ruang kerjanya, Rabu (8/1) untuk melaporkan peristiwa bencana yang terjadi. Laporan yang ada juga sudah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR.

“Saya sudah bertemu dengan pak Wakil Bupati untuk melaporkan peristiwa ini. Laporan tertulis juga saya sudah serahkan ke DPRD dan Dinas Sosial. Saya sebagai kepala desa di wilayah bersama masyarakat, sangat berharap bencana yang terjadi, secepatnya direspon dan ditangani,” harapnya.

Dia menambahkan, selain bencana longsor yang menutup saluran irigasi, ada juga sejumlah titik di ruas jalan provinsi lintas Utara Kabupaten Matim, terjadi longsor. Sehingga sulit untuk dilalui kendaraan roda empat. Hujan yang mengguyur desanya itu, mengakibatkan bencana banjir. Sehingga dua kios di Kampung Nanga Lok rusak. Selain satu unit dapur hanyut terbawa banjir.

“Satu deker di ruas jalan provinsi lintas Utara, jebol karena erosi. Ada berapa titik di ruas jalan provinsi, terjadi longsor. Ada satu titik di ruas jalan ini terancam putus. Karena bahu jalan sudah longsor terkikis air hujan. Mohon ini juga diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi NTT,” pintanya.

Salah satu petani di persawahan dataran Buntal, Stanislaus Jaling yang dihubungi, berharap kepada Pemerintah Matim untuk bisa menangani bencana longsor yang menutup saluran irigasi di persawahan dataran Buntal. Penangananya tidak bisa dilakukan secara manual oleh manusia, namun butuh alat berat.

“Kami sebagai petani berharap bencana yang ada secepatnya bisa ditangani dengan alat berat. Biar lahan sawah tidak kering dan tanaman padi yang ada juga tidak kering dan mati. Apalagi saluran irigasi yang ada untuk mengairi lahan sawah seluas ratusan hektare,” bilang Stanislaus. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!