Perluas Lahan, Tingkatkan Ketersediaan Tebu – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Perluas Lahan, Tingkatkan Ketersediaan Tebu

SURABAYA, TIMEX– BUMN perkebunan mulai bersiap menyambut musim giling 2020. Di tengah persoalan alih fungsi lahan tebu, PTPN X dan PTPN XI tetap yakin bisa menggenjot produksi tebu tahun ini. Apalagi, kebutuhan juga terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pabrik gula di Jawa Timur (Jatim).

Humas PTPN XI Briliant Johan Anugerah mengatakan bahwa industri gula nasional berbasis tebu dihadapkan pada persoalan serius mengenai ketersediaan bahan baku. Saat ini suplai tebu menurun akibat alih fungsi sejumlah lahan tebu. Lahan-lahan itu disulap menjadi area tanam komoditas lain.

“Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia beberapa waktu lalu di Surabaya, Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa, Red) menyebutkan bahwa pengurangan lahan pertanian mencapai 2.900 hektare setiap tahun,” jelas Briliant kemarin (12/1). Yang berkurang itu termasuk lahan tebu.

Di sisi lain, kebutuhan tebu terus meningkat. Sebab, tidak semua pabrik gula memiliki lahan tebu sendiri. Luas lahan tebu rakyat pun tidak proporsional, tak bisa memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik gula di Jatim.
Karena itu, PTPN XI bakal memperluas lahan. Caranya, menyewa atau menerapkan sistem imbalan penggunaan lahan (IPL). Tetapi, tidak tertutup kemungkinan juga dilakukan kerja sama usaha dan takeover lahan. Salah satu bentuk kerja sama yang sudah berjalan sekarang adalah agroforestry dengan Perum Perhutani. “Itu mencakup lahan seluas 600 hektare di wilayah barat Jatim,” tutur Briliant.
Pada musim giling 2020 ini, PTPN XI akan menggiling sekitar 4,2 juta ton tebu. Tahun lalu perseroan menggiling 3,6 juta ton tebu dengan rendemen 7,9 persen. Sementara itu, pabrik melakukan persiapan untuk merawat mesin. Perseroan juga sedang menyelesaikan proses revitalisasi, modernisasi, serta penambahan kapasitas giling di pabrik gula Djairoto dan Asembagoes.

Terpisah, Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo menyatakan akan terus mengembangkan e-farming untuk lahan tebu. “Terus kami kembangkan agar expendable. Nanti embedded ke big data pabrik masing-masing. Dan interkoneksi dengan PTPN holding,” jelasnya.
Seperti PTPN XI, Dwi bekerja sama dengan Perhutani dalam bentuk agroforestry. Tahun lalu pihaknya sudah merealisasikan 423 hektare untuk tebu. Awal tahun ini, akan ada penambahan sekitar 500 hektare. “Kami upayakan bahan baku tebu menjadi 4,06 juta ton atau hampir 4,1 juta ton tahun ini,” ucapnya. Tahun lalu bahan baku tebu mencapai 3,8 juta ton.(res/c20/hep/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!