Tata Ulang Investasi Garam di NTT – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Tata Ulang Investasi Garam di NTT

Disperindag: Harus ada Multiplier Effect

KUPANG, TIMEX-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTT ingin investor yang datang, tidak sekadar mendapat izin lalu pergi. Bukan hanya itu. Investasi pun harus ada dampak luas.

Untuk menjaga agar para investor bekerja secara bertanggungjawab, Disperidag terus berupaya untuk melakukan penataan ulang. Menyiapkan rambu-rambu yang harus ditaati para investor.

“Kita sementara tata ulang. Supaya mereka yang mau investasi, harus punya rasa memiliki. Bukan sekadar kerja untuk cari untung,” kata Kepala Disperindag NTT, Nasir Abdullah yang diwawancara Timor Express, Minggu (12/1).

Nasir jelaskan, penataan ulang tersebut berkaitan dengan banyak aspek. Misalnya terkait komitmen untuk bagi hasil dengan masyarakat. Keseriusan dalam memanfaatkan lahan yang digarap. Melalui sistem yang dibuat nanti, investor tidak sekadar menanamkan modalnya, namun ikut membawa perubahan di tengah masyarakat.

“Bapak gubernur tidak mau hanya sekadar cari PAD. Harus ada multiplier efect. Terutama masyarakat sekitar harus dapat hak-haknya. Sehingga masyarakat terbangun ekonominya maka dampaknya kembali ke PAD juga,” paparnya.

Dia sebutkan, di tahun 2019, ada beberapa investor yang telah memulai usaha pengelolaan lahan garam. Salah satu yang paling besar adalah di Kabupaten Malaka. Sisanya di Teluk Kupang, yakni di Nunkurus Kabupaten Kupang.

Meski sudah mulai beraktifitas, namun Nasir belum mau bicara tentang berapa yang diproduksi. Menurutnya, semua terus berproses. Termasuk calon investor yang sudah mengajukan permohonan untuk tahun 2020 ini. Dia katakan, potensi garam di NTT sangat besar, sehingga membutuhkan investasi yang besar pula. Jika semua lahan tergarap, NTT dipastikan bisa menjadi penyuplai garam nasional.

Sementara Anggota DPRD NTT, Alex Ofong yang diwawancara terpisah mengakui, pemerintah Provinsi NTT sudah mulai dengan sejumlah langkah dalam upaya pengelolaan potensi industri garam. Meski sudah mulai menunjukkan hasil, namun hambatan dan tantangan selalu ada.

“Memang semua masih berproses, sehingga outputnya belum terlalu tampak. Tapi di beberapa sudah mulai ada hasil,” kata Alex yang juga ketua Fraksi Nasdem itu.

Menurut dia, kendala yang dihadapi berkaitan dengan kepemilikan tanah dan juga isu-isu lingkungan hidup serta kelautan. “Tapi semua sedang diupayakan supaya bisa diatasi. Karena ini potensial bagi peningkatan perekonomian kita,” tambahnya.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!