Ratusan Warga Rafae Datangi Bupati – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Ratusan Warga Rafae Datangi Bupati

PROTES. Ratusan warga Desa Rafae saat melakukan aksi protes di kantor bupati Belu, Senin (13/1).

FRANS KOLO/TIMEX

Pertanyakan Nasib Pilkades

ATAMBUA, TIMEX – Ratusan warga Desa Rafae Kecamatan Raimanuk mendatangi Bupati Belu, Willybrodus Lay, Senin (13/1). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan nasib kepala desa terpilih, Hironimus Parera pada pilkades pertengahan 2019 lalu.

Pasalnya, calon kepala desa terpilih, Hironimus Parera yang meraih suara terbanyak 267 dari empat calon lainnya belum dilantik sebagaimana puluhan kades terpilih pada pilkades serentak lalu. Padahal, klarifikasi bahkan rapat pleno penetapan calon terpilih yang meraih suara terbanyak versi tim sukses Hironomus Parera sudah dilakukan dengan panitia pilkades tingkat Kabupaten Belu.

“Rapat pleno penetapan sudah selesai, panitia dan saksi menyatakan sah lalu saat klarifikasi dengan panitia pilkades kabupaten katanya calon terpilih bisa dilantik, lalu kenapa calon terpilih tidak dilantik bersama calon kepala desa terpilih di desa lain, malah bupati lantik penjabat kepala desa. Ini yang menimbulkan pertanyaan besar buat kami masyarakat Desa Rafae,” kata tokoh masyarakat Desa Rafae, Vinsen Nahak sesaat sebelum bersama ratusan warga lainnya

menemui Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan.

Bupati Belu kata tokoh masyarakat Rafae, perlu menjelaskan lebih detail alasan mengapa sampai kemarin belum dilantik calon kepala desa terpilih di desanya. “Kami ingin tahu sudah dua kali lantik penjabat kepala Desa Rafae untuk apa. Apa tugas penjabat untuk mempersiapkan pelantikan calon kepala desa terpilih atau persiapan pemilihan ulang,” tegasnya.

Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan ketika menerima ratusan warga Desa Rafae menjelaskan perihal tidak dilaksanakan pelantikan kepala Desa Rafae karena ada persoalan mendasar yang  sampai saat ini belum selesai. “Bagaimana panitia dan para saksi melegalisir sesuatu yang bertentangan dengan aturan. Perda jelas, pencoblosan dobel pada satu surat suara dinyatakan tidak sah, tapi panitia dan saksi justru menganggap sah. Ini sebuah keputusan yang konyol dan tidak bisa diterima secara aturan,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu jalan untuk mempercepat proses pelantikan kepala Desa Rafae adalah membongkar kotak suara lalu menghitung ulang surat suara yang sudah dicoblos saat pilkades serentak  pertengahan tahun 2019 lalu. Solusi lain kata Ose Luan yaitu pilkades ulang di Desa Rafae. “Kalau masyarakat menghendaki kita buka kotak suara dan hitung ulang, surat suara yang dicoblos dobel jelas tidak sah sesuai Perda. Itu artinya posisi perolehan suara 0. Calon yang tadinya meraih suara terbanyak karena dukungan surat suara yang dicoblos dobel akan berkurang. Kita tidak bisa dipaksa untuk menyetujui atau melegalkan sesuatu keputusan yang  jelas-jelas melanggar aturan,” tegasnya.

Masalah pilkades Rafae kata Ose Luan, sebenarnya sudah selesai saat proses perhitungan suara berlangsung. Hanya saja  ada aksi penolakan dari massa pendukung calon kepala desa tertentu ketika akan dilakukan perhitungan ulang karena protes dari massa dan calon kepala desa lainnya. “Kalau waktu itu panitia dan massa pendukung calon kepala desanya setuju untuk dilakukan perhitungan ulang, maka tentu tidak ada masalah ikutan sepeti sekarang,” katanya. (ogi/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!