Trio Terdakwa Proyek Embung Tamtasi Dituntut Sama – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Trio Terdakwa Proyek Embung Tamtasi Dituntut Sama

KUPANG, TIMEX- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Tamtasi di Desa Nimasi, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten TTU Tahun Anggaran (TA) 2016 dengan pagu anggaran senilai Rp 800 juta akhirnya dituntut sama oleh JPU Kejari TTU.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan bagi ketiga terdakwa masing-masing Erwan Bitin (Kontraktor Pelaksana CV. Sarana Sukses), Primus Agustinus Berek dan terdakwa Yohanes Olin oleh JPU Kejari TTU digelar pada Selasa (7/1) bertempat di ruang sidang Pengadilan Tipikor Kupang.

JPU Kejari Kabupaten TTU, Noven Bulan JPU Noven Bulan dalam amar tuntutannya menegaskan bahwa ketiga terdakwa kasus pembangunan Embung Tamtasi di Kabupaten TTU telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Karena itu, tegas Noven, ketika terdakwa yakni Erwan Bitin, Primus Agustinus Berek dan terdakwa Yohanes Olin dituntut masing-masing pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan penjara dan denda masing-masing sebesar Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. “Ketiga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sehingga dituntut selama 1 tahun 3 bulan penjara,” ujar JPU Kejari TTU saat membacakan tuntutannya.

Menurutnya, perbuatan ketiga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dijelaskan JPU, dalam kasus ini para terdakwa tidak dikenakan uang pengganti (UP) kerugian negara karena sebelumnya terdakwa Erwan Bitin selaku kontraktor pelaksana CV. Sarana Sukses telah mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 146 juta. “Terdakwa Erwan Bitin telah mengembalikan kerugian keuangan negara saat proses penyidikan berlangsung,” jelas Noven di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kupang masing-masing Y. Teddy Windiartono (ketua) didampingi Ali Muhtarom dan Gustaf Marpaung (anggota).

Turut hadir dalam sidang tuntutantersebut, penasihat hukum masing-masing terdakwa yakni Lesly Anderson Lay untuk terdakwa Erwan Bitin dan Luis Balun untuk terdakwa Primus Agustinus Berek dan Yohanes Olin. Usai pembacaan tuntutan, ketua majelis hakim, Y. Teddy Windiartono kemudian menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi (nota pembelaan) dari masing-masing terdakwa dan kuasa hukumnya. (mg29/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!