Wae Pesi Kikis Jalan Nasional – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Wae Pesi Kikis Jalan Nasional

RUSAK PARAH. Salah satu titik kerusakan di jalan nasional Ruteng-Reo, tepatnya di Desa Salama akibat dikikis arus kali Wae Pesi.

FANSI RUNGGAT/TIMEX

RUTENG, TIMEX – Kali Wae Pesi di Kecamatan Reok, mengancam ruas jalan nasional Ruteng-Reo. Sejumlah titik, kondisi bahu dan sebagian badan jalan mengalami kerusakan karena dikikis arus banjir kali Wae Pesi.

Pantauan Timor Express, Minggu (11/1) siang, ada dua titik di Desa Salama, kondisi jalannya rusak parah. Arus banjir mengikis hingga ke badan jalan. Mengakibatkan sisi timur ruas jalan itu membentuk lubang besar. Untuk tidak menelan korban, sebagian dari sisi timur jalan ditutup dengan material kayu.

Kondisi yang ada, secepatnya harus ditangani. Selain dibangun tembok pengaman atau dipasang bronjong, yang paling penting adanya normalisasi alur kali Wae Pesi.

“Selama ini kali Wae Pesi hampir setiap hari terjadi banjir. Akibatnya ada berapa titik di ruas jalan ini yang rusak karena terkikis arus banjir. Sebut saja di Desa Salama, arus banjir sudah kikis sampai ke badan jalan,” ungkap warga Reok, Talis Bajing saat ditemui di ruas jalan nasional Ruteng-Reo, Minggu (12/1).

Menurut dia, jika saja wilayah itu ke depan terus diguyur hujan dan kali Wae Pesi banjir, pasti pada titik yang rusak itu terus dikikis. Kerusakan jalan pun tambah melebar. Bisa saja mengancam ruas jalan itu putus dan mengakibatkan aktivitas transportasi ekonomi di wilayah itu terganggu.

Kata Talis, ruas jalan nasional Ruteng-Reo, satu-satunya jalur pengangkut BBM dari Depot Pertamina Reo untuk wilayah Ruteng Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan kabupaten lain di Flores. Juga angkut barang ekonomi lainnya dari dermaga barang Reo untuk wilayah Kabupaten Manggarai dan kabupaten lain.

“Jika ruas jalan ini putus, pasti arus transportasi di jalur itu terganggu. Sehingga berharap adanya penanganan agar jalur itu aman dari hantaman banjir kali Wae Pesi. Selain bangun tembok pengaman dan pasang bronjong, harus dilakukan normalisasi kali Wae Pesi. Ini mungkin kewenangan Balai Wilayah Sungai,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan, Robertus, warga Kecamatan Reok melalui sambungan telepon, Minggu (12/1). Ia mengatakan, ruas jalan nasional yang ada di pinggir kali Wae Pesi terus diancam arus banjir kali Wae Pesi. Robertus berharap ada penanganan permanen. Tidak saja di pasang bronjong atau dibangun tembok, tapi harus dilakukan normalisasi kali Wae Pesi.

“Yang terjadi setiap musim hujan, arus banjir kali Wae Pesi terus kikis ke badan jalan. Sekarang saya lihat, jalur aliran air kali Wae Pesi sudah melebar ke jalur badan jalan. Semua berharap, Balai Wilayah Sungai bisa menangani ini dengan lakukan normaliasi kali Wae Pesi,” kata Robertus.

Dikatakan, jika tidak dilakukan normalisasi, upaya penanganan dengan membangun tembok penahan dan pemasangan bronjong, sama dengan bohong. Sebut saja kata Robertus, tahun 2019 lalu di Nunang Desa Salama, arus banjir menghantam bangunan bronjong dan mengakibatkan hampir seluruh badan jalan putus.

Upaya Satker Jalan Nasional bersama Pemkab Manggarai saat itu membuka jalan baru di sisi barat jalan. Tentu melakukan negoisasi dengan pemilik tanah. Selain itu, pada sisi timurnya dibangun bronjong. Tapi bangunan bronjong itu, kini sudah dihantam dan hanyut terbawa arus banjir. Sehingga badan jalan terancam putus.

“Sekarang kondisi badan jalan di Nunang dan Wae Selung Desa Salama terancam putus. Sudah dipasang bronjong, tapi hujan akhir Desember 2019 dan awal 2020, bronjong itu sudah rusak terbawa arus banjir. Kalau terjadi banjir lagi, pasti perlahan badan jalan terkikis. Tawaran disini, harus normalisasi kali Wae Pesi,” pinta Robertus.

Material longsor di sepanjang ruas jalan nasional Ruteng-Reo sudah dibersihkan kontraktor bersama Satker Balai Jalan Nasional Wilayah III. Di sejumlah lokasi terdapat alat berat yang disiagakan untuk penanganan longsor. Sebab, sepanjang ruas jalan rawan longsor karena kondisi tanahnya labil. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!