REI NTT Segera Gelar Expo – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

REI NTT Segera Gelar Expo

DENGAN WAPRES.Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby saat bertemu Wapres, Ma’ruf Amin di istana, Senin (13/1)

BOBBY PITOBY FOR TIMEX

Bertemu Wapres Minta Kuota Rumah Subsidi Ditambah

KUPANG, TIMEX-DPD REI Provinsi NTT mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak sia-siakan kesempatan untuk memiliki rumah murah atau rumah bersubsidi. Pasalnya, kuota yang diberikan pemerintah pusat, terbatas.

Hal ini dikatakan Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby di kantornya, Selasa (14/1). Menurut Bobby, kesempatan untuk memiliki rumah subsidi, khususnya FLPP masih terbuka untuk beberapa bulan ke depan.

“Kita rencananya mau bikin expo (pameran perumahan) di Bulan Februari nanti. Sekalian untuk edukasi kepada masyarakat tentang rumah subsidi,” kata Bobby.

Ketua REI NTT dua periode itu sebutkan, kuota rumah subsidi tahun 2020 hanya 102 ribu. Kuota tersebut tidak dibagi per provinsi. Hanya dibagi per bank penyalur. Salah satunya adalah Bank NTT yang mendapat kuota 500 unit. Selain itu, ada BTN, BNI, Artha Graha, Bank Mandiri dan lainnya.

Bobby sebutkan, kuota kali ini sangat menurun dibanding beberapa tahun belakangan. Misalnya, di tahun 2017 lalu, pemerintah pusat mengalokasikan 275 ribu rumah. Kuota tersebut terus turun. Sehingga pada 2019 lalu, kuota 160 ribu lebih, habis di bulan Agustus.Sementara tahun 2020, semakin turun.

“Dengan jumlah ini, kami prediksi, April atau Mei nanti sudah habis. Nah, kalau masyarakat kita tidak tahu, kita rugi karena ini bantuan dari pemerintah pusat untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” paparnya.

Kuota yang terbatas ini menurut dia menjadi kendala bagi para developer. Pasalnya, rumah yang dibangun lebih banyak untuk rumah sibsidi. Jika subsidi tidak cukup, terpaksa dijual secara komersil dan tentu harganya lebih mahal.

Sehingga menurut dia, jika masyarakat ingin memiliki rumah murah, ini waktu-waktu terakhir. Bahkan Bobby memperediksi jika kuota tahun 2020 ini adalah yang terakhir. Hal ini dilihat dari terus menurunnya kuota dari tahun ke tahun.

“Bisa juga tahun berikut tidak ada lagi rumah subsidi. Atau mungkin ada, tetapi skemanya berubah. Misalnya dari 20 tahun, turun menjadi hanya 10 tahun. Berarti bisa lebih banyak yang dijangkau. Makanya kita hangan tunggu lagi,” ajaknya.

Sebagai organisasi yang mewadahi para developer perumahan, REI seluruh Indonesia bahkan sudah bertemu Wakil Presiden, Ma’ruf Amin di istana, Senin (13/1). Pertemuan tersebut untuk menyampaikan usulan penambahan kuota rumah subsidi.

Dalam pertemuan tersebut, REI meminta pemerintah untuk menyiapkan tambahan kuota subsidi di APBN perubahan 2020 sebagai antisipasi kehabisan kuota. REI juga menyampaikan beberapa usulan. Salah satu skema yang bisa dipakai, misalnya dari dari bunga 5 persen, naik menjadi 7 atau 8 persen. Sehingga tidak terlalu memberatkan APBN.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!