Beta Mau Jadi Wali Kota Kupang – Timor Express

Timor Express

OPINI

Beta Mau Jadi Wali Kota Kupang

Oleh: Karel Z. L. Koro, MM

Warga Kota

Pilkada Kota Kupang berikutnya masih beberapa tahun lagi, tapi saya perlu menyiapkan diri sejak dini untuk menangkap peluang itu. Entah berhasil atau tidak, itu urusan nanti, yang penting selama tidak ada larangan untuk memiliki cita-cita mulia ini, saya akan tetap pegang teguh kerinduan ini menjadi Bapak bagi Kota Kupang tercinta. Semuanya hanya tentang waktu.

Langkah pertama mulai melirik partai politik mana yang bisa menjadi kendaraan politik membawa saya ke tujuan mulia ini, siapa saja yang berkenan diajak bekerjasama sebagai “barisan pemikir” untuk menggali materi kampanye. Apakah pasangan wakil walikota saya cukup representatif? Selanjutnya perlu juga memikirkan siapakah yang akan menjadi “motor” di lapangan untuk membentuk tim pemenangan meraih simpati masyarakat. Perlu pula mengambil langkah bersih-bersih mengklarifikasi jejak digital yang dirasa kurang “afdol” yang akan memperburuk pencitraan.

Perbanyak aktivitas sosial untuk menaikan “rating” di media massa dalam rangka menghadapi survei nantinya, sambil mengecek isi dompet karena beberapa sesepuh politik pernah berkata, tidak cukup isi hati saja, tapi juga perlu isi kepala yang tertuang di atas selembar ker”tas” ijasah dari sebuah universi”tas” dan tidak kalah penting berapa jumlah isi “tas”nya. Maklum saja sudah tidak ada pencitraan dan usaha menjaring hati yang gratis akhir-akhir ini.

Dalam khusyuknya perenungan itu, tiba-tiba saya mendengar suara istri saya mengajak untuk jalan-jalan menyusuri Kota Kupang di malam hari, saya bertanya kenapa harus sekarang? Katanya biar bisa sambil menikmati indahnya Kupang di waktu malam. Bagai seorang “Tour Leader”, sang nyonya memberi arahan untuk belok kiri selepas keluar dari area halaman rumah sambil menikmati musik instrumental rohani menuju ke arah sekolah sewaktu masa SD di seputaran patung Sonbai. Memecah keheningan malam itu saya bercerita, itu sekolah saya dan setiap pagi naik angkot ke sekolah dan selalu bilang pada konjak (kondektur) “om nanti turun di patung Sonbai eee”, kemudian bergegas nyebarang melintas jalan raya yang tidak seramai saat ini.

Tersentak hati saya kagum melihat keadaan Patung Sonbai yang terlihat begitu indah, berbeda dengan keadaannya 39 tahun lalu saat saya masih dibangku kelas 1 SD GMIT Bonipoi IV.  Perjalanan kami dilanjutkan menyisir malam di Kota Kasih ini melewati ruas jalan raya yang nampak terang benderang ditambah kerlap-kerlip lampu hias sepanjang jalan kota hingga melewati Taman  Nostalgia yang Nampak indah. Perjalanan dilanjutkan ke arah timur yang terlihat ramai pada malam hari yang dipenuhi warga kota bercengkerama di emper jalan seputaran Bundaran Patung Tirosa. Setelah berhenti sejenak, kemudian kami berbelok kembali ke rumah melewati Patung Ina Bo’I yang sudah berubah wajah. Memang malam berbicara begitu indah tentang karya Walikota saat ini, merubah wajah Kota Kupang semakin cantik.

Seperti orang yang tersadar dari sebuah perenungan, malam itu saya kembali mengukur kapasitas dan kemampuan saya kelak kalau dipercayakan memimpin Kota ini. Setidaknya bisa sehebat Walikota saat ini bahkan harus mampu menjawab agenda pembangunan Kota lainnya di berbagai bidang yang mungkin belum terjawab, baik di bidang pembangunan ekonomi masyarakat, pendidikan berbasis kompetensi yang sedang “trend” ala Menteri Nadien saat ini, menjawab berbagai masalah di bidang pemerataan pelayanan kesehatan lainnya, maupun menjawab peluang kewirausahaan dan ketenagakerjaan di era kompetensi tenaga kerja yang semakin kompetitif ini. Sebuah pekerjaan besar yang perlu dikerjakan berkesinambungan di setiap periode kepemimpinan Kota ini.

Keesokan paginya membaca berita di Koran bahwa Kota Kupang sudah memiliki Direktur PDAM Kota yang baru, semoga hal ini akan melengkapi kebahagiaan dari warga Kota yang sangat membutuhkan asupan air bersih setiap hari. Semoga saja masalah ini bisa segera terjawab, sehingga tugas saya sebagai Walikota berikutnya tidak lagi mengerjakan PR yang sudah lama tertunda yang penuh polemik terkait penyediaan ketercukupan air bersih di Kota ini.

Mungkin saja sepenggal kisah di atas juga ada dalam perenungan di hati beberapa orang hebat di Kota ini yang sudah mulai ancang-ancang bekerja menyongsong Pilkada Kota berikutnya sejak saat ini. Bisa jadi beberapa diantaranya sedang membaca tulisan ini. Welcome to the party.

Sebagaimana kata orang bijak “setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya”. Bukan sebuah pelanggaran jika ada di antara kita sudah ada yang sedang bersiap-siap ikut meramaikan pesta pemilihan kepala daerah Kota Kupang periode berikutnya. Masyarakat Kota Kupang telah menikmati pekerjaan tangan dari Walikota saat ini. Memang belum bisa memuaskan hati semua orang, karena konon katanya hati adalah ranah hidup manusia yang paling susah dipuaskan. Dari pada sibuk mengkritik pekerjaan Walikota saat ini, lebih baik mulailah mengukur kapasitas dan mempersiapkan gagasan hebat lainnya. Setidaknya milikilah gagasan strategis lain yang belum terjawab yang harus dijawab bersama menyongsong Pilkada yang masih jauh di depan sana. Tuhan memberkati Kota Kupang. (*)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!