Kades Oehalo dan Ketua BPD Diadukan ke Kejari TTU – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Kades Oehalo dan Ketua BPD Diadukan ke Kejari TTU

DATANGI. Perwakilan masyarakat Desa Oehalo didampingi Wakil Ketua BPD, Petrus Sito saat mendatangi Kejaksaan Negeri TTU untuk mengadukan dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa, Senin (13/1).

PETRUS USBOKO/TIMEX

 Dugaan Penyelewengan Dana Desa

KEFAMENANU, TIMEX – Kepala Desa Oehalo Kecamatan Insana Tengah, Marselinus Hanoe dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, Senin (13/1). Kedatangan puluhan masyarakat Desa Oehalo yang didampingi Wakil Ketua BPD, Petrus Sito untuk mengadukan kepala desa terkait dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa tahun anggaran 2018 yang terbengkalai.

Pantauan Timor Express, kedatangan puluhan warga Desa Oehalo, ke Kejari TTU, membawa sejumlah dokumen berkaitan dengan pengelolaan Dana Desa dan ADD pada tahun 2018 lalu.

Nikolaus Lasa, perwakilan masyarakat Desa Oehalo kepada Timor Express, Senin (13/1) menuturkan, pengelolaan dana desa Oehalo, diduga sarat korupsi. Anggaran yang diluncurkan dari pusat untuk mempercepat pembangunan di desa itu diduga diselewengkan Kepala Desa Oehalo, Marselinus Hanoe.

Sejumlah item kegiatan yang diduga sarat korupsi diantaranya, tahun 2018 tahap satu, proyek jalan rabat beton sepanjang 240 meter sebesar Rp 101.114.300 tidak terlaksana. Fisik pekerjaan di lapangan nihil, sedangkan dalam LPj kepala desa realisasi anggaran 100 persen.

Ada juga item kegiatan yang dalam LPj realisasi 100 persen, namun tidak terlaksana. Seperti, pelatihan pembuatan pakan ternak babi dengan anggaran Rp 13.375.500, pelatihan penguatan kapasitas bagi LKMD dengan anggaran Rp 10.050.000, pelatihan partisipatif dengan anggaran Rp 4.982.500.

Untuk tahap dua, tahun anggaran 2018, pengadaan meteran listrik dengan daya sebesar 900 VA berjumlah 96 dengan total anggaran sebesar Rp 243.168.000, hingga kini belum direalisasikan. Ada juga penyertaan modal BUMDes sebesar Rp 15.055.900 tidak ada kejelasan.

Sedangkan untuk dana desa tahap tiga tahun anggaran 2018, jalan rabat beton sepanjang 234 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp 101.503.200, pembangunan bronjong dengan pagu anggaran Rp 144.484.300, penyertaan modal BUMDes sebesar Rp 34.944.100 dan insentif guru PAUD sebesar Rp 9.450.000 realisasi fisik di lapangan nihil. Sedangkan LPj kepala desa beberapa item kegiatan itu realisasnya 100 persen.

“Tahun anggaran 2018 itu item kegiatan dari dana desa yang tercantum dalam APBDes sama sekali tidak terealisasi, namun dalam LPj kepala desa realisasi anggaran dan realisasi fisik di lapangan 100 persen,” tutur Nikolaus.

Menurut Nikolaus, dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa sudah terstruktur dan masif yang dilakukan kepala desa bersama Ketua BPD, Isak Bonibais.

Nikolaus bersama masyarakat Desa Oehalo berharap laporan pengaduan yang telah disampaikan kepada Kejari TTU dapat ditindaklanjuti secepat mungkin sehingga memberikan kepastian hukum kepada masyarakat di desa tersebut.

“Kami berharap kejaksaan bisa secepatnya tangani kasus ini dan ungkap siapa penyebab terjadinya kerugian negara dari pengelolaan dana desa Oehalo,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua BPD Desa Oehalo, Petrus Sito kepada Timor Express, Senin (13/1) menuturkan, dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa Oehalo, sudah dilakukan secara masif dan terstruktur. Dugaan korupsi yang terjadi di Desa Oehalo sudah dilakukan sejak empat tahun berturut-turut terhitung sejak tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018. Namun untuk tiga tahun terdahulu, dugaan kerugian negara tidak besar. Sedangkan untuk tahun anggaran 2018 seluruh program yang dibiayai melalui dana desa sama sekali tidak direalisasikan. Fisik pekerjaan tidak ada, namun laporan realisasi anggaran 100 persen.

“Tahun 2018 itu semua item kegiatan dari dana desa sama sekali tidak ada realisasi. Fisik pekerjaan di lapangan sama sekali tidak ada, namun laporan realisasi keuangan 100 persen,” tutur Petrus.

Terpidah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Bambang Sunardi ketika dikonfirmasi Timor Express menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa  Oehalo, selama tahun anggaran 2018.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap para pihak terkait yang memiliki peranan penting dalam pengelolaan dana desa yang diduga kuat adanya penyelewengan yang dilakukan Kepala Desa Oehalo, Marselinus Hanoe tahun anggaran 2018.

“Cepat atau lambat akan kita tindaklanjuti laporan ini. Apapun hasilnya akan kami sampaikan kepada masyarakat. Kalau ada tindak pidana hukum, maka akan kita proses secara hukum pula,” jelasnya. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!