Penduduk Miskin NTT Berkurang 16.860 Orang – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Penduduk Miskin NTT Berkurang 16.860 Orang

KETERANGAN PERS.Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus (tengah) dan Kepala Bapelitbangda NTT, Lecky Koli (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor BPS NTT, Rabu (15/1)

CARLENS BISING/TIMEX

Tetap di Posisi Ketiga Termiskin

KUPANG, TIMEX-Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mencatat, jumlah penduduk miskin di NTT kembali turun. Pada Maret 2019, penduduk miskin di NTT sebanyak 1.146.320 atau 21,09 persen. Namun pada September 2019, turun sebanyak 16.860 orang atau sebesar 0,47 persen. Sehingga, penduduk miskin tersisa 1.129.460 orang atau 20,62 persen.

Hal ini dijelaskan Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus kepada wartawan di kantornya, Rabu (15/1). Darwis didampingi Kepala Bapelitbangda NTT, Lecky Koli dan jajaran.

“Ada penurunan, baik terhadap Maret 2019 maupun terhadap September 2018. Artinya banyak penduduk miskin yang naik di atas garis kemiskinan. Walaupun posisi ini sangat rentan. Bisa naik kembali ke penduduk miskin,” kata Darwis.

Untuk mengukur kemiskinan tersebut, lanjut Darwis, BPS menggunakan standar secara nasional, termasuk 52 komoditi yang diukur. Hal ini untuk mengetahui kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan maupun non makanan.

Darwis juga memaparkan potret kemiskinan NTT dari tahun 2009 hingga September 2019. Di tahun 2009, angka kemiskinan di NTT 23,31 persen. Dan, terus menurun. Hingga pada 2014 menjadi hanya 19,60. Namun pada 2015, naik signifikan, yakni menjadi 22,61 persen.

Angka kemiskinan pun turun berlahan hingga pada September 2019, tersisa 20,62 persen. Pergerakan angka kemiskinan ini menurut Darwis sangat dipengaruhi oleh 52 komoditi yang dihitung. Termasuk di dalamnya untuk bahan makanan, seperti beras dan sayuran. Bahkan rokok pun ikut mempengaruhi kemiskinan. “Tetapi, bahan makanan, terutama beras, paling besar memberi dampak terhadap kemiskinan,” sebutnya.

Dengan komposisi tersebut, tingkat kemiskinan di Provinsi NTT berada di peringkat tiga tertinggi dari 34 provinsi di Indonesia. NTT di atas Papuayang memiliki angka kemiskinan 22,55 persen dan Papua Barat dengan angka kemiskinan 21,51 persen. Di bawah NTT, ada Maluku dengan angka kemiskinan 17,65 persen dan Gorontalo 15,31 persen.

Di posisi paling rendah adalah DKI Jakarta dengan kemiskinan hanya 3,42 persen disusul Bali 3,61 persen, Kalimantan Selatan 4,47 persen dan Kep.Bangka Belitung 4,50 persen. Sementara presentasi kemiskinan nasional 9,22 persen. “Kita berharap angka ini turun terus,” sebut Darwis yang menambahkan, angka disparitas kemiskinan di kota dan desa masih sangat tinggi. Artinya, fokus pengentasan kemiskinan harus ada di desa.

Sementara Kepala bapelitbangda NTT, Lecky Koli menjawab Timor Express menjelaskan, pemerintah dalam hal ini provinsi telah mengambil sejumlahlangkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Misalnya dengan upaya membangun seluruh akses jalan provinsi. Ini bertujuan untuk mempermudah akses dan distribusi dari dan ke pelosok daerah.

“Bagaimana kita akan menyelesaikan 470 kilometer jalan provinsi di tahun 2020. Itu syarat utama untuk membangun ekonomi sekaligus menyelesaikan persoalan kemiskinan,” papar Lecky.

Ketika akses jalan terbuka, transportasi dari dan ke sentra produksi dan jangkauan kepada masyarakat semakin mudah. Sehingga pergerakan ekonomi bisa lebih meningkat. Dampaknya, daya beli masyarakat desa bisa meningkat. “Jadi penyelesaian kemiskinan itu dengan menciptakan satu ekosistim yang memudahkan aksesibilitas masyarakat,” sambungnya.

Sementara di sektor non makanan, lanjut dia, pemerintah juga fokus membangun rumah layak huni bagi masyarakat. Pasalnya, ukuran kemiskinan juga sangat erat kaitannya dengan rumah. Dia sebutkan, di tahun 2020, pemerintah provinsi NTT menargetkan 50.000 rumah dibangun. Dan angkat itu sangat mungkin untuk dicapai. “Kami sudah dapat laporan dari kabupaten-kabupaten bahwa tahun ini hampir 50.000, di luar dari provinsi. Itu dari beberapa sumber. Misalnya dari dana desa dan juga dari kabupaten,” sebut dia.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!