DPRD NTT: Dulu Rencana Bagus-bagus – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

DPRD NTT: Dulu Rencana Bagus-bagus

PT.Flobamor Tidak Setor PAD ke Pemprov

KUPANG, TIMEX-Managemen PT.Flobamor yang dilantik awal 2019 lalu, berjanji untuk membuat perusahaan tersebut ke arah yang lebih baik. Namun setelah satu tahun berjalan, perusahaan tersebut justru di ambang bangkrut.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi III DPRD NTT, Hugo Rehi Kalembu kepada Timor Express, Senin (20/1). Menurut Hugo, saat ini pihaknya menunggu hasil audit terhadap perusahaan daerah tersebut.

“Dulu rencana bagus-bagus. Buka bengkel, semua kendaraan pemprov mau diperbaiki. Mau di peternakan. Jadi karena mereka tenaga baru, punya pengalaman. Kita tunggu. Nanti kita rapat setelah diaudit,” kata Hugo yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

Hugo mengaku sangat menyayangkan kinerja pengurus PT.Flobamor. Pasalnya, dengan tiga kapal jenis ferry Ro-Ro (Roll on–Roll off), seharusnya perusahaan tersebut tidak boleh merugi. Apalagi sampai bangkrut.

“Kita sayangkan, karena saya dengar satu kapal itu rusak berat. Sampai butuh sekira Rp 12 miliar untuk perbaikan. Mereka kelola tiga kapal itu kan dapat subsidi. Jadi bisa untuk docking dan lainnya. Malah rusak total,” tandas anggota DPRD sembilan periode itu.

Sudah berani ambil alih, arus tanggungjawab. Tidak bisa salahkan yang dulu-dulu. Kalau dia baik, kan tidak diganti. Perusahaan itu harus bisa berdiri sendiri dan menghasilkan keuntungan. Bukan hanya untuk perusahan, namun memberi kontribusi kepada daerah ini. “Tidak ada keuntungan, sehingga tidak bisa kita kasi penyertaan modal. Tidak menghasilkan,” sambungnya.

Sebagai anggota DPRD yang sudah beberapa periode bermitra dengan seluruh BUMD di NTT, Hugo mengaku heran dengan PT.Flobamor yang sebelumnya berbentuk Perusahaan Daerah (PD). Dan berubah menjadi PT pada 2018 silam.

Pengurus sudah sering berganti, namun nasib perusahaan itu terus memburuk. Bahkan pengurus periode sebelumnya ada yang dipenjara. Menurut Hugo, dari kondisi yang dia lihat, hasil audit untuk pengurus sebelumnya diduga bermasalah hukum juga. Hugo tidak yakin, jika perusahaan tersebut dibubarkan lalu dibangun yang baru dan akan membaik.

“Sama saja kalau pun bangun baru tetapi semangatnya begitu, bagaimana. Jamkrida bisa jalan dan Bank NTT bisa jalan, karena dari semangatnya. Lalu juga pembinaan dari pemerintah. Kan harus ada, jadi komisaris harus kuat. Arah perusahaan harus dikendalikan oleh komisaris, karena komisaris wakil dari pemegang saham,” papar dia.

Masih menurut dia, apa yang terjadi dengan pengelolaan PT.Flobamor membuat orang tidak punya harapan lagi dengan perusahaan tersebut. Pasalnya, meski pengurusnya baru, tetap saja merugi, bahkan terancam bangkrut.

“Masa, orang kelola satu kapal saja bisa untung. Ini kelola tiga kapal tambah disubsidi juga, malah bukan hanya merugi, tetapi bangkrut. Ini melawan ilmu-ilmu bisnis yang sehat,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT, Dr.Zet Sony Libing mengungkapkan, dari semua BUMD milik Pemprov.NTT, hanya PT.Flobamor yang tidak menyerahkan pendapatan kepada pemerintah NTT pada 2019. Menurut Sony, ini karena perusahaan tersebut masih fokus melunasi utang-utang peninggalan pengurus sebelumnya.

Hal yang sama juga diakui Direktur Utama PT.Flobamor, Agustinus Bokotei. Menurut dia, selain karena utang, kapal fery yang dikelola, salah satunya sudah rusak berat dan butuh perbaikan total. Bahkan biaya yang dibutuhkan lebih dari Rp 10 miliar.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!