Labuan Bajo Gelar Pertemuan G20 2023 – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Labuan Bajo Gelar Pertemuan G20 2023

JAKARTA, TIMEX- Pemerintah mengebut pembenahan kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Selain untuk pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo, kawasan tersebut juga dipersiapkan untuk dua agenda besar internasional pada 2023 mendatang.

Dalam kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo, Senin (20/1), Presiden Joko Widodo menyebut kawasan tersebut akan digunakan sebagai tuan rumah pertemuan G20 dan ASEAN SUMMIT 2023. Kebetulan, di tahun tersebut Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN sekaligus Ketua G20.

“Yang paling penting juga bahwa kita ingin mempersiapkan Labuan Bajo ini untuk G20 di 2023 dan ASEAN Summit di 2023,” ujarnya usai rapat di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo.

Seperti diketahui, pertemuan G20 merupakan salah satu agenda tahunan yang cukup bergengsi. Pasalnya, dihadiri pemimpin negara dari 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Mulai dari Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Jepang, Jerman dan sebagainya.

Agar pelaksanaan bisa maksimal, lanjut Jokowi, persiapan harus di rencanakan jauh-jauh hari. “Disiapkan mulai dari sekarang,” kata mantan Walikota Solo tersebut.

Dalam rapat dengan kementerian terkait, Jokowi menyebut sejumlah agenda pembenahan sudah disepakati. Untuk persoalan sampah, Presiden mengatakan, pembersihan sampah akan dilakukan. Bukan hanya di darat, melainkan juga di laut.

Untuk sampah laut, kata dia, pemerintah akan mulai membersihkan mulai pada Februari tahun ini. “Kita juga akan bergerak ke bawah laut untuk mengambil sampah. Meskipun belum banyak, tapi harus dimulai,” tuturnya.

Sementara untuk sampah darat, Presiden menyebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) akan mempersiapkan incinerator dan membangun tempat pembuangan sampah akhir. Selain itu, pendidikan pengelolaan dan budidaya sampah akan digencarkan.

Kemudian untuk persoalan ketersediaan air baku, Presiden sudah meminta Kementerian PUPR untuk mencari tambahan air bersih. Kapasitasnya sekitar 100 mililiter/detik. Di sisi lain, kelestarian lingkungan juga akan diperbaiki. Jokowi mengaku sudah memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar menyiapkan nursery yang mampu memproduksi 5-7 juta pohon setiap tahunnya. “Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin,” jelasnya.

Di luar persiapan agenda internasional, Jokowi menyebut Labuan Bajo memang dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan kelas super premium. Sehingga wisatawan yang datang bisa berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama. “Artinya bukan jumlah turisnya, tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu,” tandasnya.

Sementara itu, di Labuan Bajo kemarin, Presiden meninjau perkembangan penataan kawasan Puncak Waringin yang merupakan salah satu lokasi andalan wisata. Kawasan tersebut mencakup area seluas kurang lebih 1.300 meter persegi yang akan dilengkapi dengan pusat cendera mata, amfiteater, ruang terbuka hijau, area parkir, dan dek observasi.

Guna mendukung pengembangan, pemerintah mempercepatan pembangunan infrastruktur pendukungnya. Di antaranya adalah pengembangan bandara dan terminal multifungsi di daerah Wae Kelambu.(far/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!