PENGANIAYAAN – Timor Express

Timor Express

HUKUM

PENGANIAYAAN

SERAHKAN TERSANGKA. Tampak dua orang tersangka penganiyaaan anak di bawah umur, Arnoldus Geradus Wuda Lina dan Yohanes Laga Lina sementara diserahkan ke JPU Kejari Kota Kupang, Selasa pekan kemarin (14/1).

IST

Dua Bersaudara Segera Diadili

Dua orang bersaudara masing-masing Arnoldus Geradus Wuda Lina dan Yohanes Laga Lina akhirnya diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang. Pelimpahan dua tersangka penganiayaan anak di bawah umur ini dilakukan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kupang Kota pada Selasa pekan kemarin (14/1) pukul 11.00 Wita

Pelimpahan kedua tersangka ini ke JPU Kejari Kota Kupang setelah berkas kedua tersangka dinyatakan lengkap (P21). Saat diserahkan ke JPU, kedua tersangka diterima Jaksa Novi Sina.

Sekedar tahu bahwa kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada tahun 2019 lalu dan dilaporkan ke Mapolres Kupang Kota.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha kepada koran ini membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan tahap dua dua orang tersangka penganiayaan anak di bawah umur ke JPU Kejari Kota Kupang. “Kedua tersangka dijerat Pasal 80 ayat (1) Undang-undang Perlindungan Anak jo Pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukum penjara di atas 5 tahun.

Kasus penganiyaan anak di bawah umur ini terjadi sepuluh bulan lalu di wilayah Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, pada 12 April 2019, sekira pukul 20.00 Wita. Sementara korban berinisial PPR, 12, yang masih berstatus pelajar. Akibat penganiayaan tersebut maka korban sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit. Karena anaknya dianiaya, maka ibunda korban, Julian Antonin Anin, 42, akhirnya melaporkan kedua pelaku ke Mapolres Kupang Kota dengan laporan polisi Nomor: LP/B/373/IV/2019, Jumat, 12 April 2019.

Ibunda korban, kepada koran ini mengaku bahwa para pelaku agar diberi sanksi hukum sesuai perbuatannya. “Saya berharap agar putusan yang nanti dijatuhkan Majelis Hakim bagi kedua pelaku ini supaya adil, sehingga ada efek jera untuk mencegah tidak terulang lagi kasus penganiayaan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur,” pungkasnya. (mg22/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!