Puluhan Kapal Besar Berkeliaran di Pantai Motadikin – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Puluhan Kapal Besar Berkeliaran di Pantai Motadikin

BETUN, TIMEX – Masyarakat Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah, resah dengan kehadiran puluhan kapal besar di pantai Motadikin, dikarenakan belum lama ini ada warga negara asing asal Aljazair yang terdampar di perairan Malaka, yang berenang dari Timor Leste ke Australia.

Kapal tersebut berlabuh sudah beberapa bulan terakhir. Entah dari mana kapal tersebut belum diketahui jelas. Sebab, kapal-kapal tersebut di tengah-tengah laut.

Salah seorang masyarakat, Melki Nahak menjelaskan, kapal-kapal tersebut sudah bersandar sekitar dua bulan lebih sebelum tahun baru hingga sekarang. Ia tidak tahu kapal-kapal itu dari mana. “Sebab, kita tidak cek,” ungkapnya saat ditemui Timor Express, Minggu (19/1).

Ia mengaku, kapal-kapal tersebut sebelumnya sekitar puluhan dan sekarang sudah mulai berkurang.

“Terkadang  kami lihat puluhan kapal dan kapal-kapal kecil yang pergi menghampiri kapal-kapal tersebut. Apakah ambil ikan atau ambil apa kita belum tahu jelas,” ujarnya.

Sebelumnya, pemuda setempat, Steven Nahak menjelaskan bahwa  kapal-kapal tersebut pada malam hari mendekati di tepi pantai, kemudian pagi hari mereka kembali ke tengah laut.

“Kami tidak tau kapal-kapal tersebut dari mana,” katanya.

Ia mengungkapkan, yang ditakutkan karena belum lama ini ada warga asing terdampar di Malaka, karena ingin berenang dari Timor Leste ke Australia, sehingga membuat warga curigai jangan sampai selain kapal ikan ada kapal-kapal lain yang menyelundupkan sesuatu.

Dirinya berharap, agar pihak terkait bisa mengecek kapal-kapal tersebut, sehingga bisa diketahui jelas. “Apa kapal ikan atau kapal apa, karena seperti kita ketahui bahwa maraknya terjadi pencurian ikan di perairan Indonesia seperti di Natuna belum lama ini,” ujarnya.

Salah seorang nelayan di pantai Motadikin, Fanus saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, kapal-kapal tersebut dari Bali datang cari ikan di perairan Malaka dan mereka istirahat di pantai Motadikin, di karena cuaca ekstrem.

Camat Malaka Tengah, Eduardus Atok Bere saat ditemui mengatakan, sesuai dengan pengakuan nelayan bahwa kapal tersebut datang dari Bali, menurut cerita nelayan mereka kadang antar sembako untuk tukar dengan ikan. “Namun untuk jelasnnya kita akan bersama aparat setempat dan wartawan untuk pergi mengecek kapal-kapal tersebut. Nanti ada waktu kita sama-sama dengan kepolisian dengan perahu motor pergi cek,” pintanya. (mg30/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!