966 Canaker Nonprosedural Gagal Berangkat – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

966 Canaker Nonprosedural Gagal Berangkat

DISKUSI.Kepala Dinas Kopnakertrans NTT, Sisilia Sona didampingi perwakilan lembaga saat pembukaan FGD tentang pekerja migran Indonesia yang berlangsung di Aula DPD RI Perwakilan NTT, Selasa (21/1).

CARLENS BISING/TIMEX

Diskopnakertrans NTT: Kita Cegah dari Desa

KUPANG, TIMEX-Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kopnakertras) Provinsi NTT mencatat, selama tahun 2019 lalu, sebanyak 966 calon tenaga kerja nonprosedural yang berhasil digagalkan keberangkatannya.

Hal ini diungkapkan Kepala Dians Kopnakertrans NTT, Sisilia Sona dalam kegiatan Focus Group Discussion yang berlangsung di Aula Kantor DPD RI Perwakilan NTT, Selasa (21/1).

FGD tersebut membahas tentang peran pihak tripartit plus dalam upaya peningkatan kualitas tata kelola migrasi tenaga kerja yang bertanggung jawab dan berdimensi responsif gender, melalui implementasi UU nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.

“Kita sudah berupaya melalui moratorium. Untuk mengurangi tenaga kerja kita yang nonprosedural. Sehingga, banyak yang mengurungkan niatnya. Tetapi masih ada juga yang mau pergi dengan tidak dilengkapi dokumen. Dan itu kita dapati ada 966orang selama tahun 2019,” papar Sisilia dalan acara yang digelar Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan sejumlah lembaga lainnya itu.

Sisilia tegaskan, fakta-fakta yang ditemui tersebut menunjukkan, solusi-solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja ilegal, belum bisa menjawab secara baik. Dan, untuk memaksimalkan upaya-upaya yang dilakukan, harus ada sinergi dan kolaborasi semua pihak. Mulai dari pusat sampai tingkat desa.

Dan, pemerintah provinsi telah mengambil kebijakan untuk membentuk tim terpadu pencegahan tenaga kerja nonprosedural. Mulai dari provinsi hingga tingkat desa. “Tugas tim di desa, yakni mendata warga yang keluar dari desa itu. Baik di dalam negeri atau yang ke luar negeri. Tim di desa juga bertugas untuk sosialisasi tentang syarat-syarat untuk menjadi pekerja yang prosedural,” jelas dia.

Sisilia sebutkan, selama tahun 2019, pihaknya sudah melatih lebih dari 1.600 anak-anak NTT melalui Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov.NTT di Oepoi Kupang. Di sna terdapat 11 program keahlian. Dan menurut dia, jumlah peserta yang ingin mengikuti pelatihan, sangat banyak sehingga tidak bisa diakomodir semuanya.

“Sehingga tahun ini kami sudah minta ke Kementerian Tenaga Kerja untuk bangun Balai Latihan Kerja Internasional di Kupang. Supaya bisa akkomodir anak-anak kita. Selain itu, kita juga sudah kerja sama dengan BLK internasional yang ada di provinsi lain untuk melatih anak-anak kita,” urainya.

Masih menurut dia, dengan adanya kebijakan gubernur dan wakil gubernur NTT untuk mengirim ribuan anak NTT berlatih ke luar negeri, saat ini beberapa negara sudah mengajukan kerja sama dengan Pemprov NTT. Mulai dari Australia, Cina, Norwegia hingga Jepang.

“Ada perusahaan dari Jepang datang minta kerja sama, minta tenaga kerja kita ke sana. Ada 12 kejuruan. Mereka menilai, orang NTT itu jujur, baik. Tapi, saking baiknya, dikasi kerja apa saja, mau. Misalnya, perjanjian kerja itu sebagai asisten rumah tangga, tetapi kerjanya mulai dari jaga anak, jaga oma, cuci, pel. Semua dia kerjakan. Makanya kita akan awasi itu. Harus kerja sesuai dengan kontrak kerja,” tandas dia.

Sementara itu, data Bank Dunia tahun 2017 menyebutkan, 48 persen Pekerja Migran Indonesia (PMI)bermigrasi tanpa mengikuti prosedur hukum yang disyaratkan atau nonprosedural. Dan, Indonesia sendiri memiliki sedikitnya sembilan juta pekerja migran saat ini dengan negara tujuan utama adalah Malaysia, Arab Saudi, Cina, Hongkong dan Singapura. Mereka mewakili hampir tujuh persen dari angkatan kerja nasional Indonesia. Bahkan pada 2016, pekerja migram Indonesia mengirim lebih dari Rp 118 triliun kembali ke Indonesia.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!