Overdosis Miras, Tukang Gerobak Meregang Nyawa – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Overdosis Miras, Tukang Gerobak Meregang Nyawa

JENAZAH. Tampak Jenazah Eduard Misa, 52, dengan posisi terbaring di dalam lapak Pasar Oeba sementara ditangani petugas Brigade Kupang Sehat. Korban ditemukan pedagang lainnya sementara terendam air dalam kondisi sekarat, Selasa (21/1).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

Ditemukan Sekarat dan Terendam Air

KUPANG, TIMEX– Eduard Misa, 52, yang seharian berpofesi sebagai pendorong gerobak di Pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang akhirnya menghembuskan nafas pada Selasa (21/1) sekitar pukul 13.03 wita. Pria asal Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS ini menghembuskan nafasnya di salah satu lapak jualan di Pasar Oeba persisnya di wilayah RT 06/RW 02, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Penyebab kematian korban belum bisa dipastikan. Hanya saja, berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini di lokasi temuan jasad korban kemarin dari sejumlah saksi disebutkan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat pengaruh minuman keras (miras) lokal jenis sopi yang sering dikonsumsi korban dalam jumlah banyak.

Awalnya, korban ditemukan Ibu Agus, salah satu saksi yang juga juga pedagang di Pasar Oeba. Ibu Agus melihat korban sementara terbaring yang tak jauh dari lapaknya pada Selasa (21/1) sekira pukul 03.00 Wita. Menurut saksi Ibu Agus, ketika melihat korban dalam posisi tidur, cuaca saat itu sementara hujan sehingga sebagian tubuh korban basah.

“Saya pikir dia (korban) lagi mabuk sopi (minuman keras). Jadi saya tidak kasi bangun,” ujar Ibu Agus. Karena melihat korban tidur di atas genangan air, maka sejumlah pedagang memindahkan korban ke dalam lapak Pasar Oeba agar tubuh korban tidak terendam air.

Saksi mata lainnya, Ibu Taroci, 48, salah satu saksi yang ditemui koran ini kemarin juga mengaku bahwa saat ditemukan, tubuh korban sudah tergenang air. Karena itu maka ia bersama pedagang lainnya kemudian memindahkan korban ke dalam lapak Pasar Oeba. “Setiap hari dia (korban) tidur di dalam pasar,” jelas Ibu Taroci.

Sementara Yakob Misa, 46, salah satu keluarga korban yang juga pedagang di Pasar Oeba mengaku bahwa korban berdomisili di Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS. Setiap hari, kata Yakob Misa, korban berprofesi sebagai pendorong gerobak di Pasar Oeba.

“Dia (korban) memang biasa minuman sopi kalau dapat uang dari hasil dorong gerobak di sini (Pasar Oeba),” ungkapnya. Diakuinya, pihaknya juga telah menghubungi keluarga korban di Oinlasi untuk menyampaikan kabar duka tersebut.

Sementara Lurah Fatubesi, I Wayan Astawa menjelaskan bahwa sekitar pukul 12.45 Wita pihaknya mendapatkan informasi dari sejumlah pedagang di pasar bahwa ada salah satu pendorong gerobak yang teredintivikasi bernama Eduard Misa sementara dalam keadaan sekarat (masih bernafas). Berdasarkan informasi tersebut maka pihaknya langsung mendatangi lapak dimana korban dibaringkan untuk melihat kondisi korban.

“Saya langsung menghubungi pihak Polsek Kelapa Lima. Setelah itu saya hubungi Brigade Kupang Sehat untuk memberikan pertolongan medis bagi korban,” jelasnya. Petugas kesehatan Brigade Kupang Sehat langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 12.55 Wita dan berusaha memberikan pertolongan pada korban.

Namun, sekira pukul 13.03 Wita, nyawa korban tak dapat tertolong dan meninggal dunia. “Kami dari pihak kelurahan siap bertanggung jawab untuk mengurus jenazah agar dibawa ke rumah sakit. Setelah ditelusuri ternyata korban memiliki keluarga, sehingga korban kami serahkan ke pihak keluarga,” kata Lurah Fatubesi.

Terpantau, atas kondisi korban tersebut, sejumlah pedagang secara spontanitas mengumpulkan uang dan selanjutnya diserahkan ke keluarga korban untuk kepentingan pemulangan jenazah korban ke Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS. diberikan kepada Yakob Misa keluarga korban.

Buruh Bongkar Muat Ikan Ditemukan Tewas

KUPANG,TIMEX– Seorang buruh bongkar muat ikan ditemukan tak bernyawa di Tempat Pendaratan Ikan (TPI), Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Selasa (21/1) sekira pukul 08.00 Wita. ABK tersebut teridentifikasi bernama Jhon Fahik, warga Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Jasad Jhon Fahik pertama kali oleh saksi Jamilus Wanda, 52, dalam posisi tidur telentang tanpa mengenakan baju di teras rumah Ali setia Budi di wilayah RT 01/RW 01, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tak bernyawa tanpa memakai baju, mengenakan celana pendek jeans warna biru dengan beralaskan karung.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan SIK melalui Kanit Reskrim Polsek Kelapa Lima, Ipda Dominggus Duran ketika dikonfirmasi koran ini membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki tersebut yang diketahui profesi sebagai buruh bongkar muat ikan di TPI Kelurahan Fatubesi.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kami juga sudah memeriksa sejumlah saksi,” ujarnya.

Dari hasil keterangan salah seorang saksi Joni Giri, 26, ungkap Kanit Reskrim Polsek Kelapa Lima dijelaskan bahwa sebelumnya saksi Joni Giri bersama tiga orang rekannya termasuk korban sempat membongkar muatan ikan di TPI Fatubesi. Usai bongkar ikan, saksi Joni Giri tidak mengetahui keberadaan korban hingga ditemukan dalam keadaan meninggal.

“Kami duga, dia (korban) meninggal dunia karena kelelahan setelah selesai membongkar ikan. Tapi kami belum bisa dipastikan secara detail penyebab kematian korban,” sebutnya.

Sementara Lurah Fatubesi, I Wayan Astawa kepada koran ini mengatakan bahwa korban yang ditemukan tewas merupakan buruh pengangkut ikan di TPI Kelurahan Fatubesi. Dari kejadian tersebut, aparat kepolisian Polsek Kelapa Lima telah turun ke lokasi dan membawa jasad korban ke ruang jenazah RSP Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Anggota Polsek Kelapa Lima telah memasang police line (garis polisi). Dan rekan-rekan korban telah menelepon keluarga korban di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang tentang apa yang dialami korban. (mg22/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!