Pelanggan indihome di NTT Capai 40.000 – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Pelanggan indihome di NTT Capai 40.000

BERI KETERANGAN.POH General Manager Telkom NTT, Salvianus didampingi Junior Manager Customer Care, Jusuf Jambres Lona memberiakn keterangan di Plaza Telkom Kupang, Selasa (21/1)

CARLENS BISING/TIMEX

TELKOM Sebut Pembayaran Bisa di Banyak Tempat

KUPANG, TIMEX-Pelanggan indihome milik PT.Telkom diProvinsi NTT sudah mencapai 40.000 per Januari 2020. Jumlah ini tersebar hingga ke tingkat kecamatan.

Hal ini dijelaskan POH General Manager Telkom NTT, Salvianus di Plaza Telkom Kupang, Selasa (21/1). Silvanus didampingi Junior Manager Customer Care, Jusuf Jambres Lona. Keduanya memberikan keterangan terkait sistem pembayaran tagihan Telkom di Kupang. “Jumlah paling banyak di Kota Kupang. Sekira 20.000 pelanggan, Sebut Salvianus.

Dia jelaskan, saat ini indihome menawarkan banyak program dan memberikan kemudahan kepada pelanggan. Selain itu, PT.Telkom juga terus melakukan pengembangan layanan indihome di NTT karena potensi pasarnya sangat besar. Bberapa kabupaten yang sebelumnya tidak terjangkau, sekarang sudah dijangkau indihome.

Untuk mengantisipasi adanya gangguan layanan, PT Telkom saat ini sudah memiliki dua jaringan fiber optik menuju NTT. Jika sebelumnya hanya datang dari Mataram, kini sudah ada satu lagi jalur dari Makassar. Jadi kalau satu gangguan, masih ada cadangan,” sebut dia.

Untuk memudahkan pelayanan kepada pelanggan, Telkom menyediakan dua loket di Kota Kupang, yakni di Plaza Kupang dan loket system online payment point (SOPP) di Kantor Witel NTT di Oebufu. Namun menurut dia, saat ini loket di Oebufu ditutup karena perpindahan gedung. Sehingga hanya satu loket di Plaza Telkom.

“Makanya kemarin (senin) memang membeludak. Kita lihat datanya, kemarin saja ada 900 lebih. Jadi menumpuk dan ramai sekali. Mungkin juga karena baru habis liburan. Dan memang membayaran itu batas tanggal 20. Sementara tanggal 19 itu Minggu. Jadi menumpuk. Tapi bukan karena ada masalah,” jelas dia.

Salvianus tidak membantah adanya komplain terkait kenaikan harga di luar dari harga langganan biasanya. Namun hal ini menurut dia harus ditelusuri. Pasalnya, di dalam chanel televisi, ada juga program atau film tertentu yang berbayar. Sehingga terkadang pelanggan kurang hati-hati dan mengkonfirmasi atau menyetujui program berbayar. “Bisa juga kadang anak-anak yang main. Jadi kalau ada keluhan, laporkan ke kami supaya ditelusuri,” jelas dia.

Dari pengalaman tersebut, dia mengimbau pelanggan untuk bisa memanfaatkan fasilitas pembayaran yang semakin mudah ditemui di Kota Kupang. Bisa melalui bank, PT.Pos, Alfamart dan ataudi depan Grapari Telkomsel Oepoi atau filitas lainnya.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!