Tahun Tikus Emas Momen Rajut Kebersamaan – Timor Express

Timor Express

METRO

Tahun Tikus Emas Momen Rajut Kebersamaan

Perayaan Imlek 2571

 

KUPANG, TIMEX – Perayaan Imlek 2571 yang jatuh pada 25 Januari 2020 dijadikan sebagai momentum kebersamaan dan bersilaturahmi untuk meningkatkan kerukunan antarsesama.

Perayaan imlek biasanya identik dengan etnis Tionghoa dengan warna khasnya yakni merah. Namun imlek kali ini akan dirayakan dengan mengombinasikan budaya daerah NTT.

Ketua Majelis Theravada Indonesia (Magabudhi) Provinsi NTT, Indra Effendy, yang juga sebagai salah satu tokoh etnis Thionghoa yang sudah menetap di Kota Kupang mengisahkan, secara singkat sejarah Imlek. Dikatakan, Imlek dirayakan untuk menyambut datangnya musim semi. “Dahulu kala masyarakat Tiongkok hidup dari bercocok tanam. Selama datangnya musim dingin, mereka tidak bisa beraktifitas di ladang selama beberapa bulan,” ujarnya, Kamis (23/1).

Oleh karena itu, lanjut dia, ketika musim semi tiba, orang Tionghoa menyambutnya dengan suka cita karena bisa kembali beraktifitas di ladang mereka. Ia menjelaskan, datangnya musim semi, orang Tionghoa merayakannya sebagai Tahun Baru atau Imlek. “Karena gembira datangnya musim semi, mereka mengucapkan ‘Sin Chun Kiong Hi’ atau Selamat datang musim semi. Itu sedikit sejarah mengenai Imlek,” kata Indra.

Menurutnya, sekarang ini Imlek dirayakan sebagai waktu berkumpul bersama semua sanak saudara. “Yang lebih muda berkunjung atau bersilahturahmi kepada yang lebih tua, anak sowan kepada orangtuanya agar bisa memupuk hubungan kekeluargaan serta kerukunan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam penanggalan Tionghoa terdapat 12 shio, yaitu tikus, macan, kerbau, kelinci, naga, ular, ayam, kambing, monyet, anjing, babi dan kuda, yang akan berulang terus selama satu siklus atau 12 tahun.
Selain 12 shio juga dikenal unsur dan terdapat 5 unsur yaitu air, api, logam (emas), tanah dan kayu.

Menurutnya, yang biasanya mengartikan shio adalah para peramal atau ahli dalam bidang tersebut. “Kalau kita melihatnya sebagaimana tahun-tahun yang telah lewat bahwa apapun shionya kita harus tetap berusaha dan bekerja keras sebaik mungkin di bidang apa pun yang kita geluti. Yang terpenting tetap menjaga kebersamaan yang sudah terbina baik selama ini. Cinta Kasih bagi sesama itu lah yang terindah dalam kehidupan manusia sampai kapan pun,” tuturnya.

Selain itu, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT akan mengelar berbagai kegiatan. Puncaknya pada 26 Januari 2020 mendatang. “Kita Indonesia. Kita Pancasila dan kita bangun Indonesia. Itu slogan kita jadi perayaannya seluruh panitia dan tamu undangan diwajibkan mengenakan sarung atau motif daerah NTT,” ujar Wakil Ketua Bidang Oranganisasi PSMTI NTT, Don Putra Gotama saat mengelar konferensi pers di Ruang Sonaf Room, Subasuka Kupang, Jumat (17/1).

Don menuturkan perayaan ini tidak dilakukan dengan nuansa etnis Tionghoa, namun dikolaborasikan dengan budaya daerah untuk menunjukkan kepada masyarakat agar tidak terkesan eksklusif.

Perayaan ini juga bertujuan untuk mempersatukan dan berbagi serta membina kebersamaan dengan paguyuban lain di NTT. Untuk diketahui, PSMTI bersifat sosial budaya dan berkemasyarakatan. Makna dari perayaan ini adalah membangun keakraban, kekeluargaan dan persatuan di Kota Kupang dan NTT. “PSMTI tidak berpolitik dan tidak berafiliasi kepada partai politik dan juga tidak akan berubah menjadi partai politik namun menjadi wadah komunikasi antar warga etnik Tionghoa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Imlek, Krissantus Fulbertus mengatakan kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Restoran Oriental Kupang dan dimeriahkan oleh artis asal Jakarta. Disampaikan bahwa selain aksi sosial, kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun adalah mengunjungi taman makam pahlawan, donor darah yang digelar pada perayaan HUT RI dan pengobatan gratis. “Untuk memeriahkan perayaan Imlek ini, kita akan menghadirkan artis dari Jakarta dan penampilan barongsai yang merupakan tarian khas etnik Tionghoa,” tambahnya.

Sekretaris Panitia, Hengki Famdale, mengatakan perayaan kali ini merupakan perayaan yang paling istimewa bagi PSMTI NTT maupun Kota Kupang karena akan dihadiri oleh Wali Kota Kupang. “Wali Kota Kupang juga telah menugaskan kepada kita untuk memasang lampion di beberapa titik di Kota Kupang,” ujarnya.

Terkait persiapan dan penyelenggaraan kegiatan tersebut, disampaikan bahwa sudah dipersiapkan secara matang dan dibuka untuk umum. “Perayaan imlek ini kita akan buka untuk umum sehingga bagi masyarakat yang ingin hadir dipersilahkan,” ujarnya.

Sementara Koordinator Aksi Sosial Angpao Imlek, Betti Khuana, menjelaskan bahwa peguyuban yang berada di NTT ini telah diakui dan memiliki visi dan misi untuk saling memberi atau berbagi kasih pada perayaan Imlek Pelayanan kasih ini dalam bentuk pembagian angpao. Angpao ini sudah menjadi tradisi bagi keluarga besar Tionghoa untuk berbagi kepada keluarga yang kurang mampu, anak-anak yang sakit atau yang berkebutuhan khusus. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!