Anggaran Renovasi Rujab DPRD Tidak Diluncurkan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Anggaran Renovasi Rujab DPRD Tidak Diluncurkan

Sisa Anggaran Tidak Bisa Dibayar

SOE, TIMEX – Sejak tahun 2016 hingga saat ini, pimpinan DPRD TTS tidak menempati rumah jabatan (Rujab). Sebab, sejak tahun 2016 dilakukan renovasi rujab pimpinan DPRD dengan total anggaran Rp 1.977.477.000 berbuntut masalah.

Sehingga, rujab tersebut belum dapat ditempati tiga pimpinan DPRD TTS. Dalam proses renovasi, terdapat sisa anggaran sebesar Rp 934 juta yang belum dicairkan CV Karya Bangun Mandiri. Sejak tahun 2017, sisa anggaran itu diluncurkan ke tahun berikutnya, sembil menunggu polemik yang terjadi. Namun tahun 2020, Sekretariat DPRD TTS tidak lagi meluncurkan anggaran tersebut.

Sekretaris DPRD TTS, Robi Selan ketika dikonfirmasi Timor Express, Senin (27/1) mengatakan, pihaknya tidak lagi meluncurkan karena sudah beberapa tahun diluncurkan, namun rekanan tidak dapat mencairkannya karena polemik yang terjadi tidak kunjung diselesaikan. Karena itu, jika polemik tersebut dapat diselesaikan dan kemudian hasil akhirnya menginstruksikan untuk membayar sisa anggaran, maka pihaknya baru akan mengalokasikan di perubahan anggaran.

“Kami tidak luncurkan itu anggaran di tahun 2020, karena beberapa tahun kami luncurkan tidak dicairkan juga karena memang masalah belum diselesaikan,” ungkap Robi.

Dijelaskan, proses renovasi berujung masalah, lantaran CV Karya Bangun Mandiri tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dalam tahun berjalan, dilanjutkan pada tahun berikut. Pada tahun 2017 saat panitia PHO melakukan PHO, diketahui beberapa item pekerjaan yang ada dalam kontrak kerja tidak dikerjakan. Sehingga, panitia PHO merekomendasikan kepada rekanan untuk mengerjakan pekerjaan yang ada dalam kontrak, namun belum dikerjakan. Saat itu, rekanan mengerjakan sisa pekerjaan tanpa dilakukan addendum.

Selain itu, mantan Sekretaris DPRD TTS, Andre Penturi dimutasi ke Dinas Sosial Kabupaten TTS. Mantan Sekretaris DPRD yang juga adalah PPK pekerjaan renovasi rujab DPRD TTS sejak dipindahkan tidak lagi menjalankan peran sebagai PPK. Akibatnya, ketika hendak dilakukan pembayaran, PPK tidak bersedia memproses pencairan sisa anggaran.  Karena itu, hingga saat ini sisa anggaran pekerjaan renovasi tidak dapat dicairkan, karena setelah dipelajari secara detail, sisa pekerjaan yang dilakukan tidak dibarengi dengan addendum kontrak. Persoalan itu difasilitasi oleh Bupati TTS, Egusem Tahun bersama TP4D dan langkah yang dilakukan Pemkab TTS adalah meminta Inspektoral untuk melakukan penyelidikan terhadap persoalan itu serta meminta rekanan untuk menyerahkan rujab DPRD TTS untuk dapat ditempati para pimpinan DPRD TTS.

“Saya belum dapat informasi terkait penyelidikan yang dilakukan oleh Inspektorat. Kami tentu siap melaksanakan rekomendasi dari Inspektorat,” tegas Robi.

Bupati TTS, Egusem Tahun mengatakan, ia bersama TP4D melakukan fasilitasi dan rekanan telah bersedia menyerahkan tiga unit rujab ke Pemkab TTS  secara tertulis untuk dimanfaatkan tiga pimpinan DPRD TTS. Sepengetahuannya, penyerahakan itu telah dilakukan akhir tahun 2019. Rekanan diminta untuk menyerahkan tiga unit rujab pimpinan DPRD TTS ke Sekretaris DPRD TTS untuk dimanfaatkan. Langkah yang dilakukan pihak ketiga seperti gugatan Perdata, dipersilakan karena pembayaran sisa pekerjaan tidak bisa dilakukan karena perubahan item pekerjaan di lapangan tidak dilakukan dengan perubahan kontrak (addendum).

“Jadi aset serahkan dulu supaya dimanfaatkan. Sedangkan proses hukum seperti gugatan Perdata silakan saja,” ungkap Egusem.

Sementara, Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru mengatakan, pihaknya tidak mendesak Pemkab TTS untuk segera menyelesaikan persoalan renovasi rujab DPRD TTS. Hingga saat ini pihaknya masih yakin dengan Bupati TTS dan jajarannya bahwa tengah serius menyelesaikan persoalan itu. Bahkan, Inspektorat berjanji bahwa penyelesaiaan persoalan itu tidak membutuhkan waktu lama, namun hingga kini persoalan itu belum rampung.

“Kami bukan ngotot untuk tinggal di rujab. Tapi Pemkab TTS melalui Inspektorat yang janji bahwa penyelesaian persoalan ini segera dituntaskan. Tapi sampai sekarang belum selesai-selesai juga. Boleh tarik ulur asal jangan satu periode,” tandas Yusuf. (yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!