Akitu Diduga Meninggal Tidak Wajar – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Akitu Diduga Meninggal Tidak Wajar

DIRAWAT. Akitu da Silva, warga asal Kelurahan Kefamenanu Selatan yang ditemukan sekarat di jalan Imam Bonjol saat menjalani perawatan medis di RSUD Kefamenanu.

PETRUS USBOKO/TIMEX

Sebelum Ditemukan Meninggal, Sempat Diamankan Polisi

KEFAMENANU, TIMEX – Fransisko Amaral da Silva alias Akitu, 35, warga Kelurahan Kefamenanu Selatan Kecamatan Kota Kefamenanu yang ditemukan tewas di samping Polres TTU tepatnya di jalan Imam Bonjol, hingga kini masih misterius.

Kondisi korban yang mengalami luka di sekujur tubuh hingga mengalami patah tulang leher, membuat keluarga korban terus bertanya apa penyebab kematian korban. Akibatnya, keluarga menduga, korban meninggal dengan tidak wajar dan bukan kecelakaan seperti yang dilaporkan pihak kepolisian.

Informasi yang berhasil dirampung Timor Express menyebutkan, sebelum korban ditemukan tewas, Selasa (31/12) lalu, korban sempat dijemput tim Satuan Gerak Cepat (SGC) Rajawali Polres TTU.

Korban dijemput tim SGC di rumah Camat Kota Kefamenanu, Yonas Tameon. Korban diketahui diamankan di rumah camat karena dituding secara sepihak hendak mencuri di rumah warga.

Perwakilan keluarga korban, Asatu da Silva kepada Timor Express, Kamis (23/1) menuturkan, kematian korban tidak sesuai dengan laporan Intelijen polisi, namun keluarga menduga adanya tindak pidana lain yang mengakibatkan korban ditemukan sekarat di jalan Imam Bonjol yang tak jauh letaknya dari Polres TTU.

Pasalnya, berkembang informasi ke keluarga korban bahwa malam sebelum korban ditemukan (31/12), korban berada di rumah polisi. Korban dijemput tim Rajawali Polres TTU di rumah Camat Kota Kefamenanu, Yonas Tameon yang terletak di Koko Kelurahan Bansone. Korban diamankan lantaran diduga pencuri yang akan beraksi dari belakang rumah Camat Kota Kefamenanu sehingga dilaporkan.

Korban dijemput tim Rajawali Polres TTU dan ditahan di Polres TTU. Tidak diketahui di mana korban diamankan, apakah dalam sel atau di ruang piket. Yang jelas bagi keluarga korban, polisi yang paling bertanggungjawab atas kematian korban. Pasalnya, korban dijemput tim Rajawali dari rumah Camat Kota Kefamenanu, Yonas Tameon dan dibawa ke rumah salah satu anggota polisi sebelum dibawa ke Polres TTU.

“Saya sudah bertemu Yonas Tameon dan dia mengakui bahwa malam itu tim Rajawali Polres TTU yang datang jemput korban. Tidak tau korban di bawa kemana. Tapi kami yakin, korban dibawa ke Polres TTU. Cuma petugas piket yang berjaga malam itu mengaku tidak ada nama korban yang ditahan di sel polisi. Ini sangat aneh,” cerita Asatu da Silva yang menerangkan pernyataan Camat Kota Kefamenanu, Yonas Tameon.

Asuta menjelaskan, apabila benar terbukti bahwa korban sempat diamankan polisi, maka sesuai prosedur hukum yang berlaku, mestinya polisi melapor ke keluarga korban bila dibawa, diperiksa atau ditahan di Polres TTU. Namun, keluarga korban tidak mengetahui hal tersebut sampai korban ditemukan dalam kondisi kritis di jalan Imam Bonjol.

Asatu menambahkan, keluarga korban baru mengetahui tentang kondisi korban pada keesokan paginya, Rabu (1/1) sekira pukul 08.30, saat korban ditemukan tergeletak dalam kondisi sekarat di pinggir jalan di samping Polres TTU, yang berjarak sekitar 150 meter. Tepatnya di jalan Imam Bonjol, dekat klinik Bhayangkara, kompleks Polres TTU lama.

Keluarga, lanjut Asatu, tidak mau menuduh tim SGC Rajawali yang menyebabkan kematian korban. Tapi karena korban dijemput tim SGC Rajawali Polres TTU malam itu, maka keluarga menuntut Polres TTU bertanggung jawab dengan memberikan penjelasan yang jujur dan lengkap.

“Saya sudah bertemu Kapolres TTU tanggal 21 Januari 2020 lalu dan menyampaikan pesan dari keluarga soal masalah ini. Kapolres berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Kami keluarga menunggu penjelasan lengkap dan pertanggungjawaban hukum,” jelasnya.

Terpisah, Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas kepada wartawan, Kamis (23/1) menuturkan, pihak kepolisian akan mengusut tuntas dugaan penyebab kematian Akitu da Silva, warga Kelurahan Kefamenanu Selatan yang ditemukan dalam kondisi sekarat di jalan Imam Bonjol yang letaknya tak jauh dari Polres TTU.

Dikatakan, pihaknya akan mengungkap kasus tersebut secara terbuka guna memberikan kepastian hukum kepada keluarga terhadap dugaan penyebab kematian korban.

“Kita akan usut sampai tuntas. Kita akan memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban,” katanya. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!