Berkas Perkara Adriana Lulu Djami Tahap I – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Berkas Perkara Adriana Lulu Djami Tahap I

REKONSTRUKSI. Tersangka Adriana Lulu Djami sementara memerankan salah satu adegan saat dirinya membunuh anaknya di kos-kosan awal Januari lalu.

IMRAN LIARIAN/TIMEX

KUPANG, TIMEX– Pasca dilakukan pemberkasan serta rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan anak kandung dengan tersangka Adriana Lulu Djami, maka penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kupang Kota akhirnya melakukan tahap satu berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Kota Kupang. Tahap satu berkas ibu muda ini sudah dilakukan pekan kemarin.

“Kami sudah lakukan tahap satu berkas tersangka Adriana Lulu Djami pekan kemarin ke JPU,” kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha kepada koran ini di ruang kerjanya, Selasa (28/1). Dijelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan berkas tersangka. Jika dinyatakan lengkap (P21) oleh JPU, maka pihaknya tinggal melakukan tahap dua tersangka dan barang bukti. Namun, jika berkas dikembalikan dengan petunjuk maka pihaknya melalui Unit PPA Satreskrim Polres Kupang Kota siap melengkapi petunjuk JPU untuk selanjutnya beras perkara diserahkan lagi guna diteliti.

Sebelumnya diberitakan koran ini bahwa
Adriana Lulu Djami, tersangka pembunuhan anak kandung sendiri, Domini Quin, 2, dilakukan di kamar kos hanya karena korban buang air kecil di atas kasur. Dari penyidikan yang dilakukan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Kupang Kota, motif tersangka nekat menganiaya anak kandungnya hingga meninggal dunia hanya karena status pernikahannya dengan Suhendi hingga saat ini belum jelas (nikah siri) serta karena faktor ekonomi.

Tersangka membenturkan kepala anaknya ke tembok kamar sebanyak empat kali yakni dua kali benturan di kepala sebelah kiri dan dua kali di kepala sebelah kanan. Akibatnya, kondisi anaknya terus menurun padahal korban diketahui sangat angresif. Sebelum meninggal dunia, korban sempat mengalami kejang dimana mulut korban tertutup rapat. Karena panik, tersangka sempat memberikan napas buatan. Namun nyawa anak pertamanya itu tak tertolong.

Ketika korban sudah meninggal dunia, tersangka sempat menelepon Suhendi (suaminy) untuk datang ke kos. Ketika tiba di kos, Suhendi sempat menyolatkan jasad anaknya. Selanjutnya, Suhendi meninggalkan kos yang ditempati bersama tersangka dan korban. Karena ditinggal pergi bersama jasad korban, maka tersangka kemudian mengejar Suhendi pakai sepeda motor. Tiba di Jalan Adi Sucipto, tersanga kemudian berniat menguburkan jasad anaknya di lahan kosong di sisi jalan menuju arah Bandara El Tari Kupang. Ini dibuktikan dengan adanya sebuah lubang yang tak dalam yang sudah digali tersangka.

Usai menggali lubang, tersangka kembali ke kos dan mengambil jasad anaknya dengan cara digendong. Ketika akan menguburkan jasad anaknya, tersangka ditemukan oleh anggota POM TNI AU yang sementara melakukan patroli malam. Pasalnya, tersangka lupa akan posisi lubang yang sudah digali di sisi jalan Jalan Adi Sucipto sehingga masih mencari lubang tersebut. Anggota POM TNI AU yang melihat tersangka berada di lokasi malam itu kemudian menghampirinya dan ditemukan juga jasad korban sementara tergeletak di tanah. Atas temuan itulah maka tersangka dan jasad anaknya kemudian diserahkan ke Mapolres Kupang Kota untuk diproses hukum.

Atas perbuatannya itu maka tersangka Adriana Lulu Djami dijerat Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (mg22/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!