Pemkab TTS Tukar Guling Lahan 244,76 Ha – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Pemkab TTS Tukar Guling Lahan 244,76 Ha

SOE, TIMEX – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS telah berhasil mengurus tukar guling lahan di Kelurahan Karang Siri dan Desa Kesetnana yang adalah milik Kementerian Kehutanan. Tukar guling lahan di Kelurahan Karang Siri seluas 224,76 hektare.

Lahan itu dimulai dari kantor Inspektorat, batas bagian selatan yakni alur kali yang melintasi wilayah Nifuboko, Polres TTS dan Kodim 1621/TTS. Bagian barat berbatasan di rens milik Dinas Peternakan dan Pertanian, kemudian lurus ke arah utara dan kembali ke lokasi rekreasi taman Bu’at.

Bupati TTS, Egusem Tahun kepada wartawan, Selasa (28/1) menjelaskan, proses tukar guling lahan telah diurus sejak tahun 2010 dan pada tahun 2020 baru berhasil menyelesaikan seluruh keperluan yang berkaitan dengan urusan tukar guling. Karena lahan seluas 244,76 hektare di Kelurahan Karang Siri dan Desa Kesetnana telah dilakukan tukar guling dengan lahan Pemkab TTS di Laob dan di beberapa tempat lainnya. Saat ini, lahan seluas itu merupakan lahan Pemkab TTS. Lahan itu akan digunakan untuk pembangunan perkantoran Pemkab TTS dan area civic center kantor bupati TTS. Lahan itu akan dibagi habis kepada seluruh OPD, kantor, badan dan bagian guna dapat memanfaatkannya untuk kepentingan pelayanan Pemkab TTS.

“Kita akan bagi ke setiap OPD, badan dan bagian untuk mengelolanya,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal lahan yang telah dilakukan tukar guling, sebagian telah digunakan masyarakat untuk membangun rumah pribadi, ia mengatakan, setelah pihaknya memperoleh sertifikat lahan yang telah dilakukan tukar guling, maka ia akan sosialisasikan kepada masyarakat TTS dengan cara menempelkan papan di batas-batas lahan yang merupakan milik Pemkab TTS. Selain itu, bagi masyarakat yang telah membangun rumah, pihaknya akan melihat kembali regulasi untuk menerapkan kepada mereka. Yakni, boleh tetap tinggal, namun sewa lahan Pemkab TTS. Jika tidak, maka tentu harus mencari tempat lain.

“Bangunan milik masyarakat tapi tanah Pemkab TTS punya. Jadi kalau mau tetap tinggal, berarti harus sewa lahan Pemkab TTS dan setiap tahun bayar. Seperti Bank NTT, bangunan punya mereka, tapi mereka sewa lahan pemkab dan setiap tahun mereka bayar sekitar Rp 30-an juta ke Pemkab TTS,” jelas Egusem.

Karena lahan seluas 244,76 hektare yang berada di Kelurahan Karang Siri dan Desa Kesetnana akan menjadi lahan milik Pemkab TTS, maka ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi membangun rumah di atas lahan tersebut. Karena jika memilih untuk tetap membangun, maka konsekuensinya adalah akan menyewa lahan Pemkab TTS untuk tinggal dan setiap tahun membayar ke Pemkab TTS.

“Saya imbau kepada masyarakat, jangan bangun lagi rumah di lahan yang akan menjadi milik Pemkab TTS. Karena kalau bangun, konsekuensinya adalah akan sewa pakai. Itu setiap tahun bayar ke Pemkab TTS,” tegas Egusem. (yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!