Pendapatan Pajak di NTT Naik 11,25 Persen – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Pendapatan Pajak di NTT Naik 11,25 Persen

KETERANGAN PERS.Kepala Ditjen Pajak Wilayah Nusra, Belis Siswanto didampingi Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana dan pejabat lainnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Keuangan Negara (GKN) Kupang, Selasa (28/1)

CARLENS BISING/TIMEX

Semua Penerimaan Negara Kembali ke Masyarakat

KUPANG, TIMEX-Provinsi NTT mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Keuangan melalui Kantor Ditjen Pajak Wilayah Nusa Tenggara. Pasalnya, realisasi penerimaan perpajakan dari NTT tumbuh jauh di atas nasional.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Ditjen Pajak (DJP) Wilayah Nusa Tenggara (NTB dan NTT), Belis Siswanto dalam keterangan kepada wartawan di Gedung Keuangan Negara (GKN) Kupang, Selasa (28/1).

Belis jelaskan, realisasi penerimaan perpajakan nasional sekira 84 persen dengan pertumbuhan 1,7 persen. Di Kanwil Nusra, realisasi mencapai 88 persen dengan pertumbuhan 7,7 persen. Artinya, capaiannya di atas nasional.

“Dan lebih hebat lagi di NTT, realisasi mencapai 90,33 persen. Ini luar biara dengan pertumbuhan jauh di atas nasional, yakni 11,25 persen. Semoga 2020 kita bisa tingkatkan, supaya pembangunan di sini juga meningkat. Karena kami berkomitmen untuk mendukung NTT Bangkit NTT Sejahtera,” kata Belis yang didampingi Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana dan pejabat lainnya.

Menjawab Timor Express terkait kemungkinan masih adanya potensi penerimaan perpajakan, Belis katakan, potensi pajak selalu ada. Misalnya, masyarakat yang sudah seharusnya berkontribusi kepada negara, namun belum melakukannya dengan berbagai alasan.

Hal ini menjadi tugas bersama, terutama kantor pelayanan pajak untuk melakukan pendekatan. Banyak metode yang bisa dipakai untuk membangun kesadaran masyarakat. Misalnya dengan kearifan lokal dan kampanye melalui berbagai media.

“Makanya kita ketuk hati masyarakat. Supaya masyarakat berkontribusi untuk negara. Karena semua pendapatan negara kembali ke masyarakat melalui DAk dan DAU serta yang lainnya,” sambung Belis.

Sementara Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi NTT Lydia Kurniawati Christyana pada kesempatan itu menjelaskan tentang potret I Account APBN di NTT 2019.

Lydia sebutkan, penerimaan perpajakan sebesar Rp 2,7 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp 0,57 triliun. Selanjutnya, belanja pemerintah pusat Rp 10,18 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp 6,27 triliun.

Dia katakan, belanja kementerian dan lembaga serta transfer daerah ke NTT naik dari tahun ke tahun. Artinya perhatian pemerintah pusat sangat tinggi untuk NTT. Misalnya, tahun 2018 total belanja dan transfer daerah sebesar Rp 34,41 triliun, tahun 2019 sebesar Rp 35,45 triliun. Sementara tahun 2020 ini naik lagi menjadi Rp 38,73 triliun.

“Artinya, perhatian untuk NTT ini terus meningkat. Bagaimana mendukung pertumbuhan ekonomi di NTT,” sebut dia.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!