Terdampar di Rote, 6 WNA Tiongkok Diamankan Polisi – Timor Express

Timor Express

METRO

Terdampar di Rote, 6 WNA Tiongkok Diamankan Polisi

Berharap Tak Bawa Virus Corona

BA’A, TIMEX – Kapal motor “Indah Jaya” yang ditumpangi enam warga Tiongkok yang kedapatan menangkap ikan di perairan Piakakoli, Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Selasa (28/1) diamankan polisi.
Informasi yang dihimpun dari Kasubag Humas Polres Rote Ndao, Aipda Anam Nurcahyo, S.I.P, terdapat delapan orang yang menumpangi kapal tersebut. Dua di antaranya warga negara Indonesia. Sedangkan enam orang lainnya adalah warga negara Tiongkok.

Para penumpang perahu motor tersebut berhasil diidentifikasi oleh aparat. Mereka adalah Hang Yongsheng, Han Baolin, Cui Hengguo, Chu Kaishan, Wang Shisen dan Fan Shenghong yang merupakan warga negara Tiongkok. Sedangkan dua WNI adalah Mardan asal Probolinggo, Jawa Tengah dan Aba asal Adonara, Flores Timur.

Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aipda Anam Nurcahyo, menjelaskan pada Senin (13/1) Mardan yang saat itu berada di Probolinggo dan Aba yang saat itu berada di Malang dihubungi oleh Ahmad Nur via telepon untuk berangkat dan bertemu dengan Ahmad di Surabaya. Sesampainya di Surabaya pada Selasa Mardan dan Aba bertemu dengan Ahmad bersama dua orang rekan dari Ahmad Nur. Selanjutnya mereka berangkat menuju Kupang menggunakan pesawat Lion Air. Setibanya di Kupang Mardan dan Aba menginap di Hotel Royal.

Dijelaskan, tujuan pemanggilan Mardan dan Aba, yakni Ahmad ingin keduanya bekerja sama membawa keenam WNA Tiongkok tersebut ke titik koordinat yang telah ditentukan pada satelit GPS yang sudah tersedia di perahu yang telah disiapkan Ahmad Nur, yaitu di perairan Pulau Asmoro (pulau pasir) Australia. Upah yang akan diberikan kepada Mardan dan Aba sebesar Rp 10.000.000 dan uang tersebut akan dibayarkan setelah kembalinya dari Australia.

Kemudian pertemuan antara Mardan, Aba dan Ahmad Nur bersama keenam WNA tersebut dilakukan di Pelabuhan Oeba Kupang. Selanjutnya pada tanggal 20 Januari 2020, Mardan dan Aba membawa ke-6 orang WNA tersebut menuju ke arah titik koordinat yaitu ke arah Australia.

Perjalanan dari Kupang menuju Australia ditempuh selama tiga malam. Sesampainya di perairan Australia kapal yang digunakan ditangkap pada tanggal 24 Januari 2020 oleh pihak Angkatan Laut Australia dan diperiksa selama tiga malam oleh pihak Angkatan Laut Australia.

Dari hasil pemeriksaan oleh pihak Angkatan Laut Australia, telah disita barang-barang berupa HandPhone milik keenam orang WNA dan kedua ABK asal WNI tersebut beserta kapal yang digunakan beserta alat satelit (GPS).
Selanjutnya pada tanggal 27 Januari 2020, pihak Angkatan Laut Australia memerintahkan ABK untuk pulang ke perairan Indonesia dengan menggunakan Kapal yang telah disiapkan oleh pihak Angkatan Laut Australia.

Selanjutnya, pada Selasa (28/1) sekira pukul 05.00, perahu yang digunakan oleh kedua ABK asal WNI bersama ke-6 WNA China kehabisan bahan bakar dan terdampar di perairan laut Piakakoli, Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Setelah dipastikan kebenaran kejadian tersebut, pada pukul 15.15, rombongan tim medis yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao Drg. Suardi dan Direktur Utama RSUD Ba’a Dr. Ady tiba di lokasi. Selanjutnya rombongan tim medis bergeser menuju kapal menggunakan speed boat milik Posal Papela guna melakukan pemeriksaan medis terhadap 6 orang WNA asal Tiongkok dan 2 orang ABK asal Indonesia.

Selanjutnya pada pukul 16.25 Wita, pemeriksaan kesehatan terhadap 6 orang WNA asal Tiongkok dan dua orang ABK asal Indonesia oleh tim medis telah selesai dilaksanakan. Hasilnya keenam orang WNA asal dan 2 WNI dalam kondisi bebas dari virus ‘Corona’
Warga Desa Faifua tampak cemas dengan keberadaan warga negara Tiongkok tersebut.

Seperti diungkapkan seorang pemuda yang berasal desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Yensi Imanuel Tulle yang dijumpai di halaman RSUD Ba’a, Selasa (28/1/2020). Kecemasannya (Yensi, red) cukup berdasar, karena saat ini sedang ‘viral’ virus corona yang melanda bahkan memakan korban jiwa di Negara China. “Bagaimana tidak cemas. Sesuai informasi yang sering diperoleh melalui media social menyebutkan bahwa Provinsi NTT waspada terhadap virus corona. Setelah itu ada lagi kabar hari ini tentang ditemukannya 6 orang China di perairan Rote. Tentu kami juga cemas,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Sotimori Kecamatan Landu Leko, Efraim Surah yang dijumpai di seputaran Mokdale-Ba’a, Kecamatan Lobalain mengungkapkan hal yang sama. Dia hanya berharap agar intansi terkait yakni Dinas Kesehatan harus bisa memastikan bahwa ke enam orang Warga Negara Asing (China) bebas dari virus corona. “Dinas Kesehatan perlu memberikan kepastian bahwa keenam orang China itu bebas dari virus corona. Kalaupun terinfeksi agar cepat mengambil tindakan”, paparnya singkat. (mg32/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!