Partai Parlemen Masih Tarik Ulur – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Partai Parlemen Masih Tarik Ulur

Soal Kenaikan Parliamentary Threshold

JAKARTA, TIMEX-Keinginan partai non parlemen agar tidak ada kenaikan parliamentary threshold (PT) tampaknya tidak mudah. Sebab, partai di Senayan masih tarik ulur. Sebagian partai menginginkan adanya kenaikan ambang batas parlemen pada Pemilu 2024 nanti.

Sarmuji, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, pihaknya menginginkan sistem multi partai sederhana, sehingga proses pengambilan keputusan di parlemen akan semakin mudah. Selama ini, kata dia, salah satu faktor yang menjadikan kinerja DPR tidak baik adalah karena banyaknya jumlah partai.

Maka dari itu perlu diterapkan multi partai sederhana. Sebenarnya, hal itu sudah menjadi kesadaran banyak orang. Namun, karena adanya hasrat politik, sehingga konsep itu tidak bisa terwujud. “Karena adanya hasrat politik, sehingga orang mengatakan hal itu akan mematikan demokrasi,” terang dia saat ditemui di gedung DPR kemarin(30/1).

Ketua Bappilu DPP Partai Golkar itu mengatakan, salah satu cara mewujudkan multi partai sederhana adalah dengan kenaikan PT.  Jadi, pihaknya tidak sepakat jika ambang batas tidak dinaikan. Namun, dia belum bisa menyebutkan angka kenaikan yang diinginkan Partai Golkar.

Yang terpenting bagaimana melakukan penataan visi demokrasi dan sistem perpolitikan.  Soal angka kenaikan, ujar Sarmuji, hal itu akan dibahas lebih lanjut. Angka kenaikan PT akan diusulkan dan dibahas dalam revisi UU Pemilu nanti.

Menurut dia, dengan dinaikannya jumlah PT, maka kemungkinan partai di Senayan akan berkurang. “Mungkin tinggal tujuh partai, ” terang dia.  Dengan berkurangnya partai, maka pengelompokan partai akan berubah. Koalisi antar partai akan lebih mudah dilakukan.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan,  pihaknya tidak sepakat dengan usulan sejumlah partai non parlemen yang menginginkan tidak ada kenaikan PT. “Kami ingin ada kenaikan,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin. Pihaknya mengusulkan kenaikan PT menjadi 7 persen.

Sejak awal, kata dia, partainya menyuarakan kenaikan PT 7 persen. Tentu, Partai Nasdem akan menyampaikannya secara resmi pada pembahasan revisi UU Pemilu nanti. Menurut dia, kenaikan perlu dilakukan agar demokrasi di Indonesia bisa semakin matang. Kenaikan dibutuhkan untuk rasionalisasi partai politik.

Wakil Ketua Baleg DPR itu mengatakan, jangan sampai politik terlalu bebas dan cair. “Jangan sampai politik di Indonesia menjadi pasar bebas,” kata dia.  Untuk itulah, lanjut dia, dibutuhkan kenaikan ambang batas parlemen pada pemilu lima tahun mendatang.

Sementara itu, PPP tidak sependapat dengan kenaikan PT.  Partai Kakbah lebih sepakat dengan usulan yang disampaikan partai non parlemen yang menginginkan tidak adanya kenaikan ambang batas. “PPP ingin mengingatkan bahwa kenaikan angka PT akan menambah suara hangus terbuang sia-sia,” ungkap Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi.

Awiek, sapaan akrab Achmad Baidowi mengatakan, jika PT dinaikan, maka akan ada jutaan aspirasi dari masyarakat yang disalurkan melalui partai politik, tapi tidak bisa diteruskan ke parlemen karena parpol tersebut tidak lolos angka PT.

Menurut dia, kenaikan ambang batas parlemen menafikan keragaman yang menjadi pondasi terbentuknya NKRI. Dia mengatakan bahwa NKRI terbentuk atas konsensus bersama yg menghormati suku, agama, kelompok, maupun golongan. “Kemarin dari 3,5 persen naik menjadi 4 persen saja sudah semakin banyak suara yang hangus,” ucap dia. (lum/jpg/ito) 



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!