Pola Konsumsi Masyarakat NTT Berubah – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Pola Konsumsi Masyarakat NTT Berubah

KAPAL SAPI.Salah satu kapal Tol Laut yang khusus untuk mengangkut sapi dari NTT ke Pulau Jawa

CARLENS BISING/TIMEX

BPS Ubah IHK Tahun Dasar

KUPANG, TIMEX-Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mengubah Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun dasar 2012 ke IHK tahun dasar 2018. Perubahan ini karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat.

Demikian dijelaskan Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus saat membuka kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran IHK yang berlangsung di Aula Lantai II BPS NTT, Kamis (30/1).

“Kenapa berubah, karena ada perubahan pola konsumsi masyarakat dan juga perubahan teknologi. Dalam proses pemutakhiran tahun dasarnya, dilakukan survei biaya hidup (SBH) pada tahun 2018. Sehingga penyajian IHK tahun 2020 sudah menggunakan tahun dasar 2018=100,” jelas Darwis.

SBH menurut dia, untuk menentukan bobot dari setiap komoditi yang dikonsumsi masyarakat. Semakin besar bobot komoditi, ketika ada perubahan harga, akan sangat berpengaruh terhadap angka inflasi.

Kegunaan IHK, lanjut dia untuk indeksasi upah atau gaji karyawan, sebagai indikator moneter atau perkembangan nilai uang. Ketiga, sebagai acuan asumsi APBN dan sebagai salah satu indikator bagi pemerintah untuk melihatperumbuhan ekonomi.

“Di Provinsi NTT, perubahan IHK dari sebelumnya mencakup dua kota, yakni Kota Kupang dan Maumere, ditambah satu, yakni Waingapu,” sebut dia.

Perubahan lainnya, pada tahun dasar 2012 paket komoditas sebanyak 430, sementara 2018 naik menjadi 447 komoditas. Demikian pula di tahun 2012 cakupan sampelnya 2.800 rumah tangga, naik menjadi 4.000 rumah tangga di dahun dasar 2018.

Proporsi nilai konsumsi tahun 2012 berubah dibanding tahun 2018. Konsumsi makanan 38,20 persen, turun ke 37,39 persen. Sebaliknya, nonmakanan naik dari 61,97 persen menjadi 62,61 persen. “Artinya kebutuhan untuk nasi menurun, sementara kebutuhan jasa semakin meningkat,” kata Darwis.

Masih menurut dia, pemutakhiran tahun dasar tersebut, selain karena perubahan pola konsumsi masyarakat, juga pemutakhiran paket komoditas. Ada pula pemutakhiran diagram timbang, perubahan struktur sektor pertanian dan penyempurnaan metodologi sesuai standar internasional.

Di dalam klasifikasi pengeluaran IHK juga terjadi perubahan, dari tujuh klasifikasi menjadi 11klasifikasi komoditas. Misalnya, di tahun dasar 2012, bahan makanan berdiri sendiri. Namun di tahun dasar 2018 menjadi makanan, minuman dan tembakau. Selain itu, pendidikan, rekreasi dan olahraga ikut berubah menjadi rekreasi, olahraga dan budaya, lalu pendidikan berdiri sendiri.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!