Insentif Guru Honor Provinsi Cair Bulan Ini – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Insentif Guru Honor Provinsi Cair Bulan Ini

KUPANG, TIMEX-Kabar gembira untuk tenaga honorer tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bahwa insentifnya segera dibayarkan paling lambat bulan Februari ini.

Insentif yang telah dianggarkan pemerintah melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT ini masih menunggu surat keputusan terhadap tenaga kontrak yang layak menerima atau yang memenuhi syarat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola saat dikonfirmasi Timor Express, akhir pekan kemarin. Dijelaskan Benyamin, insentif ini hanya diberikan kepada honor yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTT. “Honor ini ada kategorinya yakni honor provinsi, honor komite yang tengah mengabdi di sekolah negeri dan honor guru tidak tetap yang diangkat oleh yaysasan dan mengajar di sekolah swasta,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk tahun 2020, anggaran telah disepakati namun masih menunggu surat keputusan (SK). “Semoga dalam bulan Februari ini SK sudah ada agar insentif bisa diberikan setiap bulan hingga Desember,” ungkapnya.

Selain itu, Benyamin Lola juga menjelaskan bahwa untuk honor komite dan yayasan, sistem pembayarannya masih menggunakan sistem tahun sebelumnya yakni hanya membayar kekurangan insentifnya.

“Jadi honor komite standarnya Rp 1.300.000 dan honor yayasan Rp 1.400.000 jadi sesuai dengan verifikasi. Apabila layak dengan ketentuan telah mengabdi dua tahun maka kita bayar kekurangan dari insentifnya. Misal setiap bulan mereka hanya terima 1 juta berarti kita tambah sisihnya untuk mencapai ketentuannya,” jelasnya.

Selain itu, saat dimintai tanggapannya tekait wacana penghapusan tenaga honor, Benyamin mengaku jika hal itu terjadi maka pihak sekolah menjadi kesulitan dan yang menjadi korban adalah anak-anak.

Menurutnya sejauh ini masih bersifat wacana oleh pemerintah pusat namun jika hal ini sudah ada putusan tetap, dirinya meyakini bahwa sudah ada pertimbangan-pertimbangan yang matang.

Benyamin juga mengaku dengan segala pertimbangan dan putusan yang diambil pemerintah pusat tentu memiliki manfaat kepada masyarakat sehingga apabila sudah ditetapkan pihaknya tentu menjalani sesuai dengan putusan.

“Kalau dihapus dan diberhentikan maka yang menjadi korban adalah anak-anak. Tapi itulah yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat bahwa itulah yang terbaik maka kita di daerah hanya siap menjalaninya,” katanya. (mg29/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!