Penjagal Sapi Protes – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Penjagal Sapi Protes

ILUSTRASI MARTEN LADO/TIMEX

Polemik di RPH Oeba 

Penerapan Aturan Tanpa Sosialisasi 

KUPANG, TIMEX – Para penjagal sapi yang menggunakan jasa Rumah Potong Hewan (RPH) Oeba memprotes kebijakan pemerintah Kota Kupang, dalam hal ini Dinas Pertanian Kota Kupang.

Pasalnya, Dinas Pertanian Kota Kupang mulai memberlakukan aturan bahwa di RPH Oeba para pejagal tidak boleh memberikan makan hewan yang sudah dimasukan dalam RPH, dan para penjagal tidak bisa lagi memasukan sapi yang akan dipotongny sampai tiga hari kemudian.

Hal ini diungkapkan penjagal di RPH Oeba, Us Fola Mauk bersama Beni Muskan Fola, saat diwawancarai Timor Express, Jumat (31/1).

Us Fola Mauk mengatakan, setiap sapi yang dimasukan dalam RPH Oeba dibayar Rp 30 ribu per ekor, sementara Dinas Pertanian mempersoalkan bahwa sapi-sapi yang dimasukan dalam RPH membawa limbah yang tidak sehat bagi lingkungan.

“Pertanyannya adalah uang retribusi yang dibayarkan sebesar Rp 30 ribu itu digunakan untuk apa saja. Bukankah itu termasuk untuk kebersihan dan pengelolaan limbah,” katanya.

Dia mengatakan, jika memang masalah limbah adalah tanggung jawab penjagal, maka untuk apa tugas Dinas Pertanian.

Menurut dia, seharusnya penjagal hanya pengguna jasa yang memberikan semua kewajiban berupa retribusi.

“Kami juga bingung, kenapa aturan ini tidak pernah disosialisasikan lalu tiba-tiba diterapkan tanpa adanya sosialisasi. Kita juga bingung, lalu sapi-sapi ini mau dibawa kemana, apakah kami pelihara di rumah saja, kan tidak mungkin,” ungkapnya.

Us Fola Mauk mengaku, semua sapi yang dibeli dibawa dari Kabupaten Kupang, sehingga tidak mungkin disimpan di Kabupaten Kupang.

Selama ini kata dia, sapi yang dibeli langsung dimasukan di RPH, lalu tiba-tiba aturan berubah dan melarang semua penjagal membawa sapi masuk ke RPH.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay meminta kepada Dinas Pertanian Kota Kupang agar segera menggunakan Rumah Potong Hewan (RPH) yang baru selesai dibangun di Bimoku Kelurahan Lasiana.

Mokris Lay menyampaikan hal ini seusai melakukan kunjungan kerja di Dinas Pertanian Kota Kupang, Kamis (30/1).

Dia meminta kepada Dinas Pertanian Kota Kupang agar segera memfungsikan RPH Bimoku yang sudah selesai dibangun.

Pasalnya RPH yang selama ini digunakan yaitu di RPH Oeba sudah tidak layak digunakan.

“Karena memang sudah saatnya kita pindah ke tempat yang lebih representatif, pasalnya RPH Oeba sudah tidak layak digunakan lagi, karena saluran pembuangannya langsung ke laut dan tentu saja ini sangat mengganggu lingkungan atau akan mencemari lingkungan,” kata Mokris Lay.

Dia mengaku, penjelasan dari Dinas Pertanian mengatakan bahwa semua sarana sudah tersedia termasuk air yang menggunakan sumur bor. Hanya terkendala karena belum adanya listrik.

“Jadi sampai saat ini belum difungsikan karena listrik yang belum terpasang, dan katanya tidak dianggarkan di anggaran murni kemarin. Ini yang kami sesalkan kenapa sampai hal urgensi seperti ini dilupakan,” katanya.

Dia juga meminta kepada Dinas Pertanian agar mengusulkan anggaran pemasangan jaringan listrik di RPH Bimoku pada anggaran perubahan nanti.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Djuneidi Kana mengatakan, pemerintah harus melihat bahwa RPH merupakan sesuatu yang penting, karena untuk memastikan bahwa semua daging yang beredar di Kota Kupang itu bersih dan layak dikonsumsi, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah RPH yang digunakan.

“Tentu kita mendorong agar RPH yang sudah ada di Bimoku itu difungsikan, jangan sampai dibiarkan begitu saja dengan berbagai alasan. Kenapa pemerintah tidak mengusulkan pada anggaran murni kemarin, apakah ini dinilai bukan hal urgensi,” tandas politisi muda Partai Demokrat ini.

Dia juga meminta kepada Dinas Pertanian Kota Kupang agar benar-benar serius dalam menangani RPH ini.

“Kami harapkan tahun 2020 ini RPH Bimoku sudah bisa difungsikan,” pungkas Djuneidi Kana. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!