STAKN Kupang Jadi Institut – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

STAKN Kupang Jadi Institut

RESMI INSTITUT. Ketua STAKN Kupang, Dr. Harun Natonis (kanan) saat mengikuti rapat bersama Dirjen Bimas Kristen, Kemenag RI, Prof. Thomas Pentury (tengah) dan jajaran di kantor Kemenag RI, Jumat (31/1). Dalam rapat ini Dirjen Bimas Kristen menyerahkan salinan Perpres Nomor 19 Tahun 2020 tentang Institut Agama Kristen Negeri Kupang kepada Harun Natonis.

Istimewa

Jokowi Teken Perpres STAKN Kupang

KUPANG, TIMEX-Perjuangan Ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang yang didukung seluruh civitas akademika lembaga itu untuk meningkatkan status STAKN Kupang menjadi Institut berbuah manis.

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 23 Januari 2020 resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, dan telah diundangkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tanggal 27 Januari 2020 yang ditandatangani Menteri Hukum dan HAM, Yassona Hamonangan Laoly.

Dalam salinan Perpres Nomor 19 Tahun 2020 yang copyannya diperoleh koran ini, Minggu (2/2), dalam konsiderans menimbang menyebutkan bahwa IAKN Kupang hadir untuk memperluas rumpun Ilmu Agama Kristen dan memenuhi tuntutan perkembangan dan kebutuhan masyarakat, serta mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dalam Pasal 2 Perpres tersebut menyebutkan, pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku: a. semua kekayaan, pegawai, hak, dan kewajiban dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang dialihkan menjadi kekayaan, pegawai, hak, dan kewajiban Institut Agama Kristen Negeri Kupang; dan b. semua mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang dialihkan menjadi mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Kupang.

Pada Pasal 3 berbunyi: Penataan organisasi, kepegawaian, anggaran, dan kegiatan lain yang terkait dengan proses pengalihan sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang menjadi Institut Agama Kristen Negeri Kupang dalam pelaksanaan Peraturan Presiden ini menjadi tanggung jawab menteri/pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Selanjutnya pada Pasal 5 menyebutkan, pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2011 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Ketua STAKN Kupang, Dr. Harun Y. Natonis yang dihubungi TIMEXKUPANG.com (Grup Timex) membernarkan terbitnya Perpres Nomor 19 Tahun 2020 tentang IAKN Kupang itu. Lanjut Harun, pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2011 tentang Pendirian STAKN Kupang, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Dr. Harun pada kesempatan tersebut menyampaiakn terma kasih kepada semua pihak yang telah membantu lembaga tersebut dan kini telah belahi status.

Kehadiran lembaga STAKN Kupang cukup membantu masyarakat dari sisi ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan biaya kuliah yang sangat terjangkau. Penentuan biaya kuliah yang rendah ini, jelas Harun, disesuaikan dengan kondisi masyarakat NTT.

“Ia betul, terima kasih, kemarin (Jumat, 31/1) saya baru terima salinan Perpres itu di Jakarta. Yang serahkan Dirjen Bimas Kristen, Kementerian Agama RI, Bapak Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si saat rapat di Kementerian Agama,” ungkap Dr. Harun.

Harun lebih jauh menjelaskan perjuangan mewujudkan STAKN Kupang menjadi Institut, dimana mulai menemukan titik terang pada 2019 lalu, setelah seluruh dokumen STAKN Kupang dikirim ke pusat diikuti tahapan visitasi oleh Sekretariat Negara langsung ke kampus STAKN di Kupang.

Dr. Harun mengatakan, animo masyarakat untuk kuliah di STAKN Kupang cukup tinggi. Buktinya, dari jumlah mahasiswa 400-500 orang, sekarang telah mencapai angka 4.000 orang. Sementara jumlah Prodi baru tiga karena masih status sekolah. Tapi dengan naiknya status STAKN Kupang menjadi institut, tentu akan lebih banyak pilihan program studi/fakultas.

Dirinya mengatakan, kehadiran lembaga STAKN Kupang cukup membantu masyarakat dari sisi ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan biaya kuliah yang sangat terjangkau. Penentuan biaya kuliah yang rendah ini, jelas Harun, disesuaikan dengan kondisi masyarakat NTT.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Graha Pena Timor Express, Rabu (31/7/2019) lalu, Dr. Harun menegaskan bahwa status institut sudah di depan mata. Semua proses sudah selesai divisitasi oleh Sekretariat Negara. Tinggal menunggu Perpres saja. “Kalau Perpres sudah keluar tentu akan menjadi berkat dan aset berharga bagi NTT,” ungkap Harun saat itu.

Ditambahkan, STAKN yang baru berstatus sekolah tinggi saja jumlah mahasiswa sudah mencapai 4.000 orang. Sehingga dirinya optimis jumlah mahasiswa akan semakin banyak jika sudah berubah status menjadi institut.

“Kalau telah menjadi institut tentu akan lebih banyak lagi mahasiswa, termasuk tenaga kerja yang terserap,” pungkasnya. (aln/mg29/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!