553 Peserta Ditolak – Timor Express

Timor Express

METRO

553 Peserta Ditolak

TERLAMBAT. Peserta SKD CPNS Kemenkum HAM sesi kelima tengah mengikuti seleksi di Ruang Tes SKO Kupang, Selasa (4/2).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Seleksi CPNS di Kemenkum HAM

Gara-gara Terlambat Tiba di Lokasi Tes

KUPANG, TIMEX – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai instansi pemerintahan sementara berlangsung. Bagi CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Kantor Wilayah NTT diselenggarakan di Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Kupang. Seleksi tersebut dilaksanakan mulai 3-10 Februari 2019. Total keseluruhan peserta yang terdaftar dan siap mengikuti SKD sebanyak 10.310 orang. Mereka dibagi dalam lima sesi setiap hari.

Dalam tahapan seleksi selama dua hari, terdapat banyak peserta yang terlambat dan tidak diizinkan mengikuti tes. Tercatat pada hari pertama, total peserta yang tidak mengikuti seleksi akibat terlambat sebanyak 188 orang. Yang hadir hanya 1.537 dari jumlah peserta yang harus mengikuti seleksi pada hari pertama sebanyak 1.728 orang.
Sedangkan hari kedua, yang seharusnya mengikuti seleksi sebanyak 1.725 orang ternyata yang hadir hanya 1.360 orang. Tidak hadir sebanyak 365 orang.

Koordinator Panitia Penerimaan CPNS Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone saat dikonfirmasi Timor Express mengatakan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, peserta harus hadir paling lambat 90 menit sebelum ujian, namun peserta banyak yang datang terlambat. “Kita tidak bisa memberikan toleransi kepada peserta karena pihak BKN bilang tutup yang kita tidak terima lagi yang terlambat,” ungkapnya.

Ditambahkan pihaknya telah menyampaikan informasi lewat website Kemenkum HAM karena sebelum dimulai peserta terlebih dahulu melalui sejumlah tahapan registrasi. “Tahapannya banyak mulai dari pemeriksaan berkas, penitipan barang, registrasi pin lalu ruang tutorial untuk menyaksikan slide serta mendapat berbagai informasi terkait seleksi,” tambahnya.

Tahapan ini harus diikuti peserta, maka membutuhkan waktu yang lama. Apabila peserta datang terlambat maka prosesnya sudah terburu-buru. “15 menit sebelum mulai, semua tahapan itu dihentikan dan tidak menerima lagi apapun alasannya. Sehingga diharapkan kepada peserta yang akan mengikuti tes agar datang 90 menit sebelum pelaksanaan ujian,” tuturnya.

Pantauan Timor Express, peserta yang terlambat pada sesi III sampai V berkumpul dan mengutus dua orang peserta agar bisa menemui pihak BKN untuk meminta kebijakan. Namun permintaan tersebut ditolak karena dalam aturan tidak ada kebijakan bagi para peserta yang terlambat.

Ferry Arakiang, salah satu peserta mengaku hadir 30 menit sebelum pelaksanaan ujian, namun tidak diizinkan masuk oleh panitia. “Saya sudah datang dari 30 menit lalu tetapi saya tidak diizinkan masuk,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ardi bahwa dirinya dan salah satu rekannya mendatangi lokasi tes satu jam sebelum dimulai sesi kedua, namun ternyata sudah mulai. “Kalau panitia memajukan jadwal seharusnya ada informasi atau pengumuman resmi,” ungkapnya dengan nada kesal.

Untuk diketahui, seleksi CPNS di KemenkumHAM untuk pelamar disabilitas sebanyak dua pelamar, lulusan SLTA dan D3 sebanyak 1.046 pelamar setara S1 sebanyak 1.262 pelamar. (mg29/sam)

 



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!