Pilkada NTT Rawan Konflik, Komisi III Warning Polda NTT – Timor Express

Timor Express

METRO

Pilkada NTT Rawan Konflik, Komisi III Warning Polda NTT

BERI PENJELASAN. Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery didampinggi Kapolda NTT, Irjen Pol. Hamidin dan Kajati NTT, Pathor Rahman saat memberikan keterangan kepada para awak media usai rapat bersama di Mapolda NTT, Kamis (6/2).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di sembilan kabupaten di wilayah NTT akan segera dihelat. Di beberapa kabupaten, potensi konflik saat Pilkada jadi perhatian serius, termasuk dari Komisi III DPR RI. Terdapat tiga dari sembilan kabupaten yang rawan terjadi konflik saat Pilkada.

Pemetaan wilayah rawan konflik dan masuk zona merah ini mendapat tanggapan khusus dari Komisi III DPR RI.

Karena itu maka Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery memberikan warning ke Polda NTT untuk selalu mewaspadai potensi konflik tersebut. Usai mengadakan rapat bersama mitra kerjanya bertempat di ruang rapat utama Mapolda NTT, Kamis (6/2), Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery meminta Polda NTT memberikan perhatian khusus pada potensi-potensi konflik tersebut sehingga jangan sampai terjadi saat Pilkada serentak nanti.

Menurut politisi PDIP ini, menghadapi Pilkada serentak di sembilan kabupaten di NTT, dirinya meminta pihak keamanan khususnya kepolisian untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terutama penataan wilayah yang rawan konflik.

Tiga kabupaten yang masuk zona merah tersebut masing-masing Kabupaten Manggarai Barat, Sumba Barat dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

“Di NTT ada tiga kabupaten yang masuk dalam zona merah rawan konflik. Ini akibat gesekan horisontal yang terjadi saat Pilkada. Karena itu maka Kapolda dan jajaran harus betul-betul mendalami dan mengamati situasi yang ada dan mengkondisikan sebelum ada kejadian,” harapnya.

Terkait anggaran untuk pengamanan Pilkada nanti, ia tegaskan bahwa pihaknya telah menyediakan anggaran yang cukup bagi pihak keamanan. Selain itu, Herman Hery juga mengatakan bahwa dengan kerja keras dari semua pihak, maka Kapolri telah menyetujui pemekaran lima Polres baru di wilayah NTT.

Ada lima Polres baru yang sudah terbentuk dan itu mulai dari personel hingga struktur organisasinya. “Pejabatnya sudah ada. Namun masih menumpang di perkantoran sementara yang disediakan pemerintah daerah di kelima daerah yang ada,” katanya.

Penambahan Polres baru, katanya, bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan kebutuhan masyarakat dapat terwujud dengan baik. “Kenyamanan dalan pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan,” turangnya.

Sementara Kapolda NTT, Irjen Pol. Hamidin yang diwawancarai terkait warning yang disampaikan Ketua Komisi III saat kunjungan kemarin mengaku, pihaknya tentu akan memperketat pengamanan saat Pilkada nanti terutama di semabilan kabupaten yang akan melakukan Pilkada.

“Kita pasti melakukan penataan wilayah yang terindikasi memiliki peluang konfik. Dan pasti pengamanannya akan ditingkatkan,” ujar mantan Kapolda Sulsel ini. (mg29/gat/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!