Tambah Slot Penerbangan Asing – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Tambah Slot Penerbangan Asing

Antisipasi Berkurangnya Wisman Akibat Korona

JAKARTA, TIMEX– Pembatasan akses untuk Tiongkok membuat pariwisata Indonesia terganggu. Karena itu, pemerintah membikin kebijakan baru untuk menarik wisatawan asing, selain Tiongkok.

Ada dua kebijakan yang diambil di sektor perhubungan untuk mendongkrak kunjungan wisata. Pertama, meminta maskapai memberikan diskon untuk perjalanan menuju tiga destinasi wisata. Yakni, Bali, Manado (Sulawesi Utara), dan Bintan (Kepulauan Riau). “Karena tiga daerah itu yang paling terdampak,” terang Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas di kantor presiden Kamis (6/2).

Turis di tiga daerah tersebut langsung merosot sejak merebaknya kasus virus korona. Sebab, selama ini tiga daerah itu menjadi tujuan utama wisatawan asal Tiongkok saat berlibur ke Indonesia. Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) misalnya, diperkirakan penurunan wisatawan lebih dari 50 persen. “Kalau Bali paling 15-20 persen. Tapi jumlahnya besar,” lanjutnya.

Diskon tarif tiket itu diharapkan menarik minat wisatawan lokal. Dengan begitu, celah yang ditinggalkan wisatawan asal Tiongkok bisa tertutup. Namun, Kemenhub tidak akan menentukan besaran diskonnya. Semua dikembalikan kepada kebijakan masing-masing maskapai. Kemenhub hanya mendorong maskapai-maskapai memberikan penawaran yang lebih baik dan mengampanyekannya. Bila perlu, menambah slot penerbangan bila antusiasme wisatawan lokal meningkat.
Kebijakan berikutnya adalah menambah slot untuk penerbangan di Asia Timur maupun Kawasan Timur Tengah untuk langsung ke Bali. Penambahan slot itu berlaku untuk, misalnya, maskapai Emirates, Qatar, maupun Turkish Airline. “Saya juga akan minta yang dari Korea,” tutur mantan Dirut PT Angkasa Pura itu.

Penambahan slot itu sekaligus memenuhi keinginan maskapai-maskapai tersebut untuk bisa langsung masuk ke Bali. Hanya saja, memang perlu kerja keras untuk berkampanye. Timur Tengah adalah hub bagi wisatawan eropa yang hendak pergi liburan ke Asia. Termasuk Tiongkok. “Jadi dengan kita menggandeng airline dari middle east, turis yang tadinya mau ke China bisa ke tempat kita,” tambahnya.

Penghentian penerbangan sementara dari dan ke Tiongkok memang cukup memukul sektor pariwisata. Menparekraf Wishnutama menuturkan, saat ini hingga 2-3 bulan ke depan adalah masa liburan musim panas. “Apa yang terjadi hari ini dampaknya bisa lebih panjang,” tuturnya. Tahun lalu, wisatawan Tiongkok yang masuk ke Indonesia sekitar 2,07 juta orang. Rata-rata, setiap turis menghabiskan USD 1.400 (Sekitar Rp 20 juta). “Secara devisa, itu 2,8 juta million USD.” lanjutnya. Bila ditambah dengan wisatawan dari negara lain yang ikut trauma dan urung ke Indonesia, potensi kehilangan sumber devisa sebesar USD 4 juta (sekitar Rp 56 miliar).

Namun, untuk saat ini, menghitung potential lost cukup sulit. Sebab, belum diketahui pasti kapan wabah virus tersebut berakhir. Karena itu, pihaknya berupaya meningkatkan turisme dalam negeri untuk menggantikan wisman asal Tiongkok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menjelaskan dampak perdagangan Indonesia-Tiongkok akibat mewabahnya virus korona. Dia menuturkan, aktivitas perdagangan kedua negara tetap berlanjut. Namun, dengan adanya wabah korona, Tiongkok menurunkan kegiatan produksinya. Bahkan momentum libur Imlek juga diperpanjang menyusul merebaknya virus korona. Penurunan produksi itu berdampak pada perdagangan kedua negara.
Airlangga berharap proses recovery di Tiongkok berlangsung cepat. “Lebih cepat recovery-nya daripada kasus SARS yang dulu,” tutur politisi Partai Golkar itu. Airlangga menegaskan bahwa dampak yang muncul saat ini sifatnya tidak langsung.

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD menuturkan, wabah korona mengilhami Indonesia untuk mengambil langkah antisipasi jangka panjang. Pemerintah berencana mencari lahan kosong di salah satu pulau di Indonesia untuk penanganan wabah. “Rencananya akan dipilih satu (pulau) khusus untuk rumah sakit,” terangnya. Bukan hanya menangani korona saja, namun lebih untuk persiapan jangka panjang. ’’Presiden meminta yang jangka panjang disiapkan sebuah rumah sakit khusus untuk menangani virus-virus menular,” lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu. Bila suatu saat ada kasus, langsung di situlah pusat rehabilitasi dan penanganannya. Pulaunya saat ini masih dicari.

Sementara itu, hingga kemarin sudah 47 spesimen yang diteliti oleh Badan Litbang Kementerian Kesehatan. Hasilnya 43 dinyatakan negatif. Memang sejauh ini tidak ada hasil positif 2019-nCoV. Hal ini membuat keraguan beberapa pihak apakah Indonesia mampu mendeteksi atau tidak.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbangkes Vivi Setiawaty meyakinkan bahwa laboratorium yang dimiliki Indonesia mampu mendeteksi virus korona. Apalagi sudah tersertifikasi oleh WHO. “Indonesia memiliki perangkatnya,” tuturnya kemarin.(byu/wan/idr/lyn/oni/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!