PT. Surya Agung Kencana Belum Bayar Hak Sub Kontraktor – Timor Express

Timor Express

METRO

PT. Surya Agung Kencana Belum Bayar Hak Sub Kontraktor

MINTA HAK. Sub Kontraktor Tonce Kase bersama para pekerjanya saat memberikan keterangan pers di teras kantor Bina Marga NTT.

YOHANES SIKI/ TIMEX

Proyek Bokong-Lelogama
Pekerja Datangi Dinas PUPR NTT

KUPANG, TIMEX – Sejumlah pekerja proyek drainase pada ruas jalan Bokong-Lelogama, Kabupaten Kupang bersama sub kontraktornya mendatangi kantor Dinas PUPR Provinsi NTT, tepatnya Bidang Bina Marga, Kamis (13/2).

Budi Gunawan selaku kontraktor PT. Surya Agung Kencana belum membayar hak-hak para pekerja. Aksi para pekerja sempat dihadang sejumlah ASN lantaran aksi yang dilakukan salah alamat. Bahkan terjadi perang mulut, sehingga membuat para pekerja marah. Tak lama berselang massa tenang setelah ada penjelasan dari pihak Bina Marga.

Tonce Kase, selaku Sub Kontraktor pada PT. Surya Agung Kencana mengaku kesal terhadap ulah sang kontraktor karena sudah berulang kali menghubungi sang kontraktor tapi tidak diindahkan. Menurutnya semua dana belum cair, padahal pekerjaan berupa penahan dan saluran yang dikerjakan pada segmen II sudah selesai dikerjakan. “Saya heran saat di lapangan minta untuk cepat selesaikan pekerjaan. Tapi sudah selesai Desember tahun lalu kenapa tidak mau bayar,” katanya kesal.

Tonce mengaku hingga saat ini belum bisa membayar hak para buruh karena belum ada pencairan dari kontraktor. Sehingga terpaksa mereka mendatangi Bina Marga NTT untuk mempertanyakan realisasi hak kontraktor PT. Surya Agung Kencana, apakah sudah dilakukan pencairan atau belum.

“Pekerjaan sudah selesai Desember tapi belum ada realiasasi. Saya telepon tapi alasannya belum pencairan. Ini yang kita heran, kok bisa? Kita datang dengan tukang. Kita mau tanya uang sudah cair atau belum. Saya punya tukang ada 70 orang belum saya bayar sampai sekarang,” ungkapnya.

Dia merincikan volume pekerjaan berupa pasangan batu tembok penahan dan pasangan batu mortar volumenya 1.627,78 m3. Setiap kubikasi dihitung dengan jumlah Rp 500.000/kubik. Sehingga bila dikalkulasi total uang yang harus diterima senilai Rp 813.890.000. Dari jumlah itu pihak kontraktor baru satu kali melakukan pencairan sebesar 170 juta sisanya belum direalisasikan hingga saat ini.

“Hitungan kontraktor saya ambil per kubik dengan nilai Rp 500 ribu. Saya baru terima Rp 170 juta, sebagian besarnya belum realisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Adi S. Mboeik saat dikonfirmasi di ruang kerjanya spontan kaget karena baru tahu kalau kontraktor belum membayar hak pelaksana kerja padahal pekerjannya sudah selesai.

Kehadiran para pekerja untuk memastikan pencairan uang tersebut mestinya di pihak kontraktor bukan ke dinas selaku pemilik barang/jasa. Meski begitu pihaknya tetap memfasilitasi kontraktor untuk secepatnya realisasi. “Kita baru tahu tadi (kemarin-red) mereka datang katanya kalau sudah selesai pekerjaan tapi sampai sekarang belum juga bayar. Sehingga kita bantu untuk fasilitasi,” tandasnya.

Adhi menambahkan PT. Surya Agung Kencana kontrak kerjanya berakhir pada Desember. Dengan demikian haknya sudah direalisasikan pada akhir Desember, capaian fisik sekitar 70 persen tapi sesuai aturan pembayaran di bawah capaian sehingga dari dinas hanya memnayar 65 persen atau uang sekitar Rp 24 miliar dari nilai pagu proyek itu.

Dia menambahkan karena masih ada sisa pekerjaan sehingga PT yang bersangkutan diperpanjang adendumnya selama 90 hari ke depan, sehingga capaian saat sudah mencapai 80 persen sama seperti segmen IV. Sedangkan untuk segmen I dan III ruas jalur Bokong Lelogama sudah mencapai 90persen.

“Ya untuk ruas jalur Bokong-Lelogama ada empat segmen. Hingga saat ini capaian prestasi untuk Segmen II dan IV baru mencapai 80 persen sedangkan untuk segmen I dan III pekerjaan hampir rampung tapi belum ada pengajuan proses administrasi dari kontraktor,” tandasnya. (mg33/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!