Pekerjaan Terlambat Terancam Di Black List – Timor Express

Timor Express

METRO

Pekerjaan Terlambat Terancam Di Black List

ILUSTRASI/NET

Dewan Ingatkan Finishing Bokong-Lelogama

KUPANG, TIMEX – Pengerjaan ruas jalan Bokong-Lelogama, Kabupaten Kupang, hingga kini tetap berlanjut. Capaian progres untuk segmen I dan III kisarannya 97 persen. Sedangkan segmen II dan IV capaian progresnya mencapai kisaran 87 persen. Meski begitu, para rekanan terancam di-blacklist jika masa addendum tidak juga finishing.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTT, Nelson Matara saat dikonfirmasi Sabtu (15/2), mengatakan anggaran untuk ruas jalan Bokong-Lelogama, panjang 40 kilometer dan menelan anggaran kisaran Rp 175 miliar lebih. Dengan demikian perlu dilakukan pengawasan rutin sehingga hasil pekerjaan berkualitas dan selesai tepat waktu.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini meminta Dinas PUPR selalu tegas memberikan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau black list terhadap rekanan yang lain.

Biasanya alasan klasik keterlambatan karena minimnya dukungan fasilitas termasuk tenaga kerja. Apabila ada rekanan yang tidak selesaikan pekerjaannya tepat waktu sesuai kontrak kerja sebaiknya dipenalti atau di-blacklist.

“Ini berlaku untuk semua proyek 2019 yang masuk kategori luncuran. Kalau sudah adendum tetapi terlambat tidak sesuai kontrak kerja sebaiknya diblack list saja,” tegasnya.

Dikatakan, sejauh ini untuk memudahkan pengawasan fisik, pihaknya sudah melakukan monitoring pada awal Februari lalu. Mereka terbagi dalam tiga zona yakni ada yang mengawasi di Flores, Timor dan Sumba. Dari monitoring itu terjadi keterlambatan karena terbatasnya fasilitas dan tenaga kerja. Aktifitas di lokasi ada tetapi belum ada kemajuan sehingga komisi IV meminta Dinas teknis untuk terus memacu rekanan kontraktor
sehingga menambah fasilitas dan tenaga kerja sehingga cepat selesai. “Pekan ini senin atau selasa ada rapat evaluasi laporan dari masing masing tim, selanjutnya DPRD bisa bersikap,” ungkapnya.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD NTT, Yohanes De Rosari mengatakan sejauh ini pihaknya terus melakukan pengawasan rutin terhadap sejumlah paket proyek fisik yang belum selesai di tahun 2019 sehingga masuk luncuran dan sementara dikerjakan. Salah satunya paket ruas jalan Bokong-Lelogama yang sementara dalam tahapan pengerjaan.

“Kita sudah monitoring untuk ruas jalan Boking Lelogama. Ada yang sudah finishing, menunggu saja untuk PHO. Ada segmen tertentu yang sementara kerja,” ungkapnya.

Meski begitu dirinya berharap para rekanan untuk menggenjot pekerjaan dilapangan sehingga tidak macet. Diharapkan Dinas PUPR NTT, untuk serius melakukan pengawasan teknis lapangan. Apalagi ada rekanan yang lalai tidak selesai sesuai kontrak kerja mesti harus pihak Dinas PUPRR bersikap tegas rekanan yang lalai harus dikenakan sanksi tegas.

“Kita harap dalam masa luncuran betul rekanan memenuhi kewajibannya. Kita akan terus melakukan monitoring,” tandasnya.

Anggota Fraksi Golkar ini, berharap kontraktor selain memperhatikan aspek batasan waktu sesuai kontrak kerja tetapi yang lebih utama memperhatikan kualitas, kuantitas sehingga mutu pekerjaan bertahan lama sesuai umur normal produksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (13/2) ada sub kontraktor dan beberapa pekerjanya melakukan aksi di Dinas PUPR NTT menuntut pembayaran hak mereka oleh rekanan PT. Surya Agung Kencana. Dari aksi itu lalu diketahui bahwa semua segmen proyek tahun 2019 pekerjaan jalan Bokong-Lelogama belum rampung. Pemerintah lalu memberi addendum untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunggak.

Seperti dijelaskan Kepala Bidang Bina Marga, Adi S. Mboeik, Jumat (14/2) bahwa pengerjaan ruas jalan Bokong-Lelogama, hingga saat ini sementara dikerjakan. Untuk segmen I dan III capaiannya di atas 97 persen, sedangkan segmen II dan IV mencapai kisaran 87 persen.

“Ya…kalau untuk dua segmen masih dalam proses finishing. Sedangkan dua segmen masih berproses, sehingga kita harap cepat selesai,” tandasnya.

Alasan keterlamnatan ini karena kurangnya fasilitas atau peralatan pendukung dan kurangnya tenaga kerja. Masalah serupa juga terjadi di wilayah lain yakni daratan Flores mengalami keterlambat akibat kondisi alam dan dukungan tenaga kerja. (mg33/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!