Gelombang Pertama tanpa NTT – Timor Express

Timor Express

METRO

Gelombang Pertama tanpa NTT

CALON PDIP. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) didampingi Ketua Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani (kelima kiri) dan Ketua Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kedua kanan) bersama perwakilan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusung dalam Pilkada Serentak 2020 di Jakarta, Rabu (19/2). PDI Perjuangan secara resmi mengumumkan 49 pasangan calon untuk diusung dalam Pilkada tahun 2020.

MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

DPP PDIP Umumkan Paslon Kepala Daerah

JAKARTA, TIMEX – PDIP akhirnya mengumumkan nama-nama pasangan calon (paslon) kepala daerah yang direkomendasi maju pilkada September mendatang. Pengumuman dibagi menjadi beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama kemarin, hanya rekomendasi untuk 49 daerah yang disampaikan. NTT belum termasuk.

Sebenarnya ada 50 putusan dukungan yang masuk daftar. Tapi, ada satu yang tidak diumumkan, yaitu Kabupaten Lamongan. Khusus untuk Provinsi Jawa Timur, ada tiga rekomendasi yang dikeluarkan. Yaitu, pasangan Ony Anwar-Dwi Rianto Jatimiko untuk Pilkada Ngawi, Sanusi–Didik Gatot Subroto Pilkada Malang, dan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah menjadi paslon di pilkada Sumenep.

Untuk wilayah Jawa Tengah, ada 12 rekomendasi yang dikeluarkan. Mulai Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kebumen, Sragen, sampai Blora. Di wilayah Provinsi Jawa Barat, ada dua rekomendasi yang dikeluarkan, yaitu pasangan Herman Suherman–Tb Mulyana Syahrudin untuk Pilkada Cianjur dan Ade Sugianto–Cecep Nurul Yakin untuk Pilkada Tasikmalaya.

Selain paslon bupati dan wakil bupati, serta calon wali kota dan wakil wali kota, PDIP mengeluarkan satu rekomendasi untuk calon gubernur. Yaitu, Olly Dondokambey sebagai calon Gubernur Sulawesi Utara. Dia akan bergandengan dengan Steven Kandouw. Olly merupakan gubernur petahana.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, sebagian besar paslon yang mendapat rekomendasi adalah petahana. Walaupun bisa mengusung sendiri calonnya, PDIP tetap membuka diri untuk membangun kerja sama dengan seluruh partai politik. “Khususnya partai politik pendukung Jokowi–Ma’ruf,” terang dia usai acara penyerahan rekomendasi pilkada di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat kemarin (19/2).

Menurut dia, pengumuman kemarin merupakan gelombang pertama. Setelah ini, partainya akan kembali mengumumkan rekomendasi. Namun, dia belum bisa memastikan waktunya. Sebenarnya ada beberapa daerah yang sudah siap diumumkan, tapi pihaknya masih menunggu waktu yang tepat. Bagaimana dengan Pilkada Solo? Menurut Hasto, rekomendasi untuk Pilkada Solo sebenarnya siap diumumkan. Namun, PDIP memutuskan mengumumkannya bersamaan dengan rekomendasi untuk Pilkada Bali dan Makassar.

Dia belum mau membuka siapa calon yang akan diusung dalam Pilkada Solo. Apakah Gibran Rakabuming Raka atau Achmad Purnomo? Hasto belum bisa memberikan kepastian. Yang jelas, kata dia, elektabilitas Gibran terus meningkat. Banyak anak-anak muda yang antusias bergabung dengan putra sulung Presiden Jokowi itu. “Tetapi sekali lagi, keputusan ada di tangan Ibu Megawati Soekarnoputri,” tegas dia.

Bagaimana dengan Pilwali Surabaya? Politikus asal Jogjakarta itu mengatakan, Wali Kota Surabaya yang juga ketua DPP PDIP Tri Rismaharini sedang melakukan konsolidasi sampai anak ranting. Dia yakin, sebagai wali kota dua periode, Risma mampu menjabarkan seluruh gagasan Megawati. Penetapan calon wali kota Surabaya, menurut Hasto, akan mendengar masukan dari Risma. Hasto belum bisa memastikan kapan rekomendasi untuk Surabaya diumumkan.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta para kandidat menjaga diri agar tidak berurusan dengan hukum. Kasus Bupati Ngada Marianus Sae yang ditangkap KPK menjadi pelajaran bagi PDIP.

Saat itu, Marianus yang berpasangan dengan Emilia J. Nomleni diusung PDIP sebagai calon Gubernur NTT pada Pilkada 2018. “Saya menjadi trauma ketika Pilkada NTT. Coba bayangin, hanya tinggal beberapa hari, tahu-tahu yang namanya Marianus langsung ditangkap,” ungkap Megawati. Dia menilai kasus yang menimpa Marianus tidak fair. Namun, dia tetap berupaya menahan diri.

Presiden kelima itu menegaskan, jika ada paslon pilkada yang hendak ditangkap, lebih baik dilakukan saat-saat seperti sekarang ini. Sebab, para kandidat belum ditetapkan secara resmi oleh KPU. Yang penting, kata dia, jangan ada pesanan dalam penangkapan itu. “Tolong dicatat sama wartawan, jangan ada pesanan,” tegasnya. Dia meminta semua pihak fair dalam mengikuti pilkada.

Megawati berpesan kepada semua paslon agar berhati-hati. Khususnya, para calon petahana. Sebab, KPK tidak mungkin menangkap mereka jika tidak melakukan pelanggaran. Kalau masih ada saja yang melakukan pelanggaran, dia akan lepas tangan. Sebelumnya, Ketua DPD PDIP NTT, Emelia Nomleni mengatakan PDI Perjuangan saat ini sedang berproses. “Semua partai punya hak sama untuk usung atau koalisi. Semua, punya aturan mekanisme di internal partai,” ungkapnya.

Menurut Emelia, mekanisme di partainya itu melalui pendaftaran. Selanjutnya dilakukan survei.Tapi hasilnya bukan menjadi satu satunya alat ukur penentuan, tapi itu menjadi indikator secara akademis untuk dipadukan sehingga bisa mengukur tingkat elektabilitas para calon. Selanjutnya akan ada tahapan yakni nama-nama yang potensial diumumkan sehingga bisa diketahui publik.

Dikatakan, dari sembilan kabupaten, ada yang sudah diusulkan ke DPP setelah dilakukan survei dan melalui diskusi dengan DPP berdasarkan pertimbangan dan analisa. Ada juga kabupaten lain masih berproses sehingga namanya belum diusulkan. DPP juga memberikan batasan waktu untuk setiap tahapan. Ada tahap satu tahap dua dan selanjutnya tentu kita ikuti saja, sehingga yakin tidak terlambat.

“Ini kan masih ada waktu biarkan kita berproses dulu. Tentu keputusannya ada yang tidak menyenangkan semua orang, tapi itulah pilihan terbaik dan tepat untuk semua,” tandasnya.
(lum/oni/jpg/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!