Bunuh Sapi, Tinggalkan Jeroan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Bunuh Sapi, Tinggalkan Jeroan

JEROAN. Forkopimcam Amanuban Selatan melihat kasus pencurian sapi yang hanya meninggalkan jeroan, Jumat (21/2).

IST

Modus Pencurian Sapi di Bena

SOE, TIMEX – Kasus pencurian sapi di Kecamatan Amanuban Selatan yang pernah marak tahun 2013, sempat terhenti ketika aparat keamanan meringkus beberapa pelaku dan menjebloskan ke penjara.

Namun, Jumat (21/2) dinihari, kasus dengan modus serupa yakni memotong sapi dan membawa isi dan tulang, sementara jeroan ditinggalkan di lokasi, kembali terulang. Kali ini kasus itu terjadi di persawahan Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu saat dikonfirmasi Timor Express, Jumat (21/2) mengatakan, pihaknya mendapat berita dari Kepala Desa Oebelo, Eustakheus Leonard jika terjadi kasus pencurian sapi di wilayahnya. Saat mendapati berita itu, ia dan Danramil 1621-05/Panite, Kapten C Yostamar bersama anggota serta sejumlah anggota Polsek Amanuban Selatan mendatangi lokasi kejadian guna memantau langsung kejadian tersebut.

“Kasus pencurian sapi ini seperti kasus-kasus sebelumnya yakni potong sapi, kemudian ambil isi dan tulang serta kulitnya. Sedangkan jeroannya ditinggal. Kasus ini kami perkirakan dilakukan sekitar Kamis tengah malam atau hari Jumat subuh,” papar Jhon.

Dikatakan, kasus pencurian sapi dengan modus serupa sempat marak tahun 2013, namun terhenti sejak para pelaku dibekuk dan dijebloskan ke penjara. Karena modus pencuriannya sama dengan kasus-kasus sebelumnya, sehingga pihaknya akan memperketat pengawasan mobilitas warga baik yang berkendara menuju arah Kupang, SoE ataupun yang hendak menuju wilayah Boking. Sikap itu merupakan komitmen bersama Forkopimcam Amanuban Selatan guna memberikan kenyamanan kepada warga Kecamatan Amanuban Selatan.

“Dengan adanya kasus ini, kami sudah berkomitmen untuk tingkatkan pengawasan di malam hari dan juga kami akan selidiki kasus ini untuk mencari tahu siapa pelakunya,” tutur Jhon.

Kasus pencurian sapi tersebut hingga saat ini belum diketahui pemiliknya, karena tidak meninggalkan jejak yang dapat diketahui, sapi yang dicuri itu milik siapa. Karena kulit sapi yang biasanya terdapat cap pemilik ternak, juga dibawa kabur pencuri. Karena itu, saat ini pihanya mengimbau para pemilik sapi di Desa Oebelo dan sekitarnya untuk mengecek sapi masing-masing. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pemilik ternak di Kecamatan Amanuban Selatan untuk kandangkan ternak piaraannya. Karena modus pencurian ternak yang terjadi adalah memotong ternak yang berkeliaran di jalan pada malam hari, sehingga jika ternak tidak dikandangkan, maka akan menjadi sasaran para pencuri di malam hari.

“Saya sudah sampaikan kepada para kepala desa di Amanuban Selatan untuk mengimbau warganya agar kandangkan ternak pada malam hari. Karena kalau dibiarkan berkeliaran di malam hari, maka pencuri bisa potong dan bawa dagingnya,” imbuh Jhon. (yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!