NTT Cetak 8 Ribu Sarjana Per Tahun – Timor Express

Timor Express

METRO

NTT Cetak 8 Ribu Sarjana Per Tahun

SELESAI. Rektor Unwira Kupang, P. Philipus Tule tengah memindahkan tali toga wisudawan dalam acara wisuda Sarjana Angkatan LX dan Pascasarjana Angkatan XXXII yang berlangsung di Ballroom Grand Mutiara, Jalan Timor Raya, Kelapa Lima, Kupang, Jumat (21/2).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Unwira Kupang Lepas 570 Wisudawan

KUPANG, TIMEX – Di NTT saat ini terdapat kurang lebih 60 perguruan tinggi. Setiap tahun selalu menggelar wisuda. Jumlah wisudawan pun mencapai lebih dari 8.000 orang.

Hal ini disampaikan Rektor Unwira Kupang, Pater Philipus Tule, SVD dalam sambutannya pada acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Serjana Angkat LX dan Pasca Sarjana Angkatan XXXII di Ballroom Grand Mutiara, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (21/2).

Ia mengatakan saat ini terdapat 60 perguruan tinggi yang menampung 65 ribuan mahasiswa. Ini sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, bila ada 12,5 persen diwisuda setiap tahun, maka ada 8.250 sarjana baru setiap tahun di NTT. Bersamaan dengan itu jumlah siswa maupun mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pun terus bertambah.

Ia mengatakan bertambahnya sarjana tentu menjadi kebanggaan dan indikator kemajuan pendidikan. Namun demikian fenomena ini masih menyisakan keprihatinan baik untuk lembaga pendidikan maupun untuk pemerintah dan masyarakat NTT yang tengah gencar mencari solusi dalam pembangunan untuk keluar dari keterpurukan pendidikan sosial ekonomi kemiskinan pengangguran dan stunting.

Menurutnya, ada beberapa fenomena yang patut dijadikan refleksi bersama. Pertama; rendahnya daya serap tenaga sarjana di berbagai bidang kerja, masa tunggu lulusan yang lama untuk mendapatkan pekerjaan dan ketidaksesuaian antara keahlian dan jenis pekerjaan.

Kedua; beberapa waktu lalu jumlah lulusan program keguruan dan ilmu pendidikan mendominasi jumlah sarjana baru, sedangkan pada tahun terakhir ini menurun. “Namun kualitas pendidikan di NTT juga masih memprihatinkan,” katanya.

Ketiga; beberapa sektor pembangunan di NTT belum mendapat perhatian yang seimbang. Program dan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang menjadikan pariwisata sebagai prime mover, tapi tetap mengandalkan juga secondary mover (Pendidikan) tertiary mover (Pertanian), quarter mover (kelautan dan seterusnya)
Pada kesempatan itu, ia juga berpesan kepada para lulusan untuk menjadi abdi masyarakat yang bermoral, cerdas, terampil, setia, rendah hati dan berkomitmen, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Pada kesmepatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus Janssen Kupang, Pater Yulius Yasinto menegaskan kepada masyarakat dan pemerintah untuk terus memberikan dukungan agar terus mengembangkan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menjadi lebih baik.

Salah satu dukungan adalah mengubah pola pikir dan stigma tentang biaya kuliah yang mahal. Pasalnya, pembiayaan yang ditentukan di lembaga pendidikan Katolik itu dinilai setara dengan sekolah menengah karena biayanya sama.

Selain itu, diharapkan untuk mengubah stigma yang menyebut Unwira Kupang merupakan kampus yang kaya karena semua proses pembangunan di lembaga tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada masyarakat yang telah mempercayainya. “Kami bukan kampus yang mahal dan kaya, namun kami menginginkan pendidikan yang berkualitas serta ingin memaksimalkan dana dari masyarakat dan mengembalikan secara utuh kepada yang berhak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rektor dan jajarannya yang telah mendidik mahasiswa dan sudah meraih gelar sarjana. Selain itu, juga telah berupaya keras mengubah status akreditasi kampus dan prodi di kampus itu.
Dikatakan, banyak orang tua yang telah melewati masa-masa sulit dalam memyekolahkan anaknya. Kebanggaan yang luar biasa dan patut disyukuri adalah kepercayaan orang tua terhadap lembaga untuk mendidik anak-anaknya.

Kepala LLDIKTI VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si yang diwakili Kasubag TU dan BMN LLDIKTI Wilayah VIII, Luh Gede Teni Waisnawini mengatakan Wisuda merupakan tanda pada tonggak awal setiap wisudawan dan wisudawati untuk memulai menjalani suatu proses kehidupan dengan tantangan yang lebih dinamis dan lebih kompleks.

Menjadi mahasiswa di lembaga pendidikan tinggi tentu tantangan yang dihadapi relatif terbatas, jika dibandingkan dengan tantangan di lingkungan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu setelah diwisuda tidak boleh berhenti belajar. “Di era kekinian, setiap insan manusia termasuk wisudawan dan wisudawati dituntut kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas agar tetap eksis mampu bersaing dan menjadi pemenang,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan perlu ada kesiapan mental dalam menghadapi berbagai persaingan sebagaimana seorang peselancar yang sangat senang menikmati tantangan dan ancaman dari ganasnya gelombang laut yang semakin besar.

Penguasaan terhadap berbagai kecakapan di era milenial dan global saat ini adalah menjadi kewajiban, bahkan mutlak seperti human skill, konseptual skill, management skill, technical skill dan soft skill dan spiritual skill.

Penguasaan terhadap multi kecakapan seperti itu sebetulnya belum menjamin suatu keberhasilan, tetapi paling tidak bisa turut serta menjadi bagian dari permainan dalam dinamika pembangunan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Dikatakan pula, di era kekinian persaingan tidak hanya terjadi di tempat pencari kerja, tetapi juga di perguruan tinggi. Oleh karena itu, perguruan tinggi wajib meningkatkan mutu pendidikan secara sistematik dan berkelanjutan. Berbagai peraturan telah diterbitkan oleh pemerintah untuk menjadi acuan atau pedoman dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Cosmas D. Lana dalam sambutannya mengapresiasi Unwira karena sudah berkontribusi dan mendukung Pemerintah dalam lingkup bidang pendidikan. Untuk diketahui, dalam wisuda sarjana dan pascasarjana tahun ajaran 2019/2020 ini, Unwira Kupang mewisudakan 570 mahasiswa. Dengan rincian S1 sebanyak 540 orang dan S2 sebanyak 30 orang. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!