Polisi Gagalkan Kasus TPPO di Bandara Hasan Aroebusman – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Polisi Gagalkan Kasus TPPO di Bandara Hasan Aroebusman

ENDE, TIMEX – Aparat Polres Ende berhasil menggagalkan pengiriman tenaga kerja yang diduga ilegal ke Jakarta, Minggu (16/2) lalu di bandara Hasan Aroebusman. Tersangka atas nama Mohamad Yamin, 49, beralamat di jalan KS Tubun Bajawa Kabupaten Ngada, sudah ditahan di Mapolres  Ende.

Sementara, tersangka lainnya Rizal beralamat di Bogor Jawa Barat, menjadi DPO dan korban atas nama Sri Wahyuni Kedang, 35, sudah dikembalikan ke keluarganya.

Kapolres Ende, AKBP Achmat Muzayin saat menggelar press release, Kamis (20/2) menjelaskan, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ditangani Polres Ende dan kini tengah melakukan pengembangan.

“Pihak kepolisian berhasil menggagalkan pengiriman terhadap korban atas nama Sri Wahyuni Kedang di bandara Hasan Aroebusman Ende pada hari Minggu,” ujarnya.

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP/A/50/II/2020 Polda NTT/Res Ende tanggal 16 Februari 2020, disebutkan oleh Kapolres Ende AKBP Achmat Muzayin bahwa kejadian berlangsung di bandara Hasan Aroebusman Ende sekira pukul 12.00, di mana modus operandi tersangka Muhammad Yamin merekrut, mengangkut, menampung dan mengirim korban Sri Wahyuni Kedang tujuan Jakarta melalui Ende.

Melalui bandara Hasan Aroebusman Sri Wahyuni Kedang akan  dikirim dan akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, di mana akan diterima oleh Rizal.

“Anggota KP3 Udara berhasil mengamankan tersangka atas laporan dari korban atas nama Sri Wahyuni Kedang,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat merekrut korban tersangka menjanjikan kepada korban gaji sebesar Rp 2 juta per bulan. Namun tambah Kapolres, saat dipenampungan di jalan Kelimutu Ende, Rizal menelpon Sri Kedang dan mengatakan gajinya bukan Rp 2 juta, namun Rp 1.700.000.

“Awalnya dijanjikan dua juta rupiah, namun di penampungan beda. Saat di telpon Rizal disebutkan bukan dua juta tetapi satu juta tujuh ratus ribu,” ujarnya sambil menjelaskan akan dibayar setengahnya, sementara setengahnya dipegang oleh majikannya sebagai ikatan kalau sudah dikontrakkan dua tahun baru akan diserahkan.

Kepada awak media, Kapolres menjelaskan, saat dipenampungan korban yang berasal dari Borong Kabupaten Manggarai Timur itu sempat ingin melarikan diri, namun tidak berhasil karena dijaga oleh tersangka Muhammad Yamin. Ketika di bandara korban keberatan untuk naik pesawat dan sempat diancam oleh tersangka.

“Korban atas nama Sri Wahyuni Kedang sempat ingin lari saat di penampungan. Namun dijaga ketat oleh tersangka. Ketika di bandara pun korban keberatan untuk naik ke pesawat dan mendapat ancaman dari tersangka,” ujarnya sambil mengatakan jika tidak mau berangkat harus kembalikan semua biaya yang sudah dikeluarkan termasuk tiket.

Karena merasa takut atas ancaman tersebut, korban meminta perlindungan kepada anggota KP3 Udara dan kasus TPPO berhasil digagalkan. Dari perekrutan dan pengiriman perorangan tenaga kerja, tersangka Muhammad Yamin mendapatkan keuntungan dari Rizal sebesar Rp 1.600.000 diluar biaya akomodasi dan tiket.

Sementara itu pasal yang disangkakan yakni Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 10  Undang-undang RI Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan atau denda Rp 600 juta. (kr7/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!