Yermias Aniaya Petronela Hingga Tewas – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Yermias Aniaya Petronela Hingga Tewas

BERI KETERANGAN. Kapolres  Ende, AKBP Achmad Muzayin saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan di Mapolres  Ende, Kamis (20/2).

ALEX SEKO/TIMEX

ENDE, TIMEX – Warga Dusun Wawo Sumba Desa Wolotopo Timur Kecamatan  Ndona, sekira pukul 09.30, Selasa (18/2) lalu digegerkan dengan kasus penganiayaan yang menewaskan salah satu warga di desa tersebut. Petronela Bunga, 49, tewas dianiaya salah seorang warga, Yermias W Dika, 40 dengan  sebatang  kayu hingga  sekarat dan menghembuskan nafas terakhir di RSUD Ende.

Kapolres  Ende, AKBP Achmad Muzayin saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan di Mapolres  Ende, Kamis (20/2) mengatakan, pelaku Yeremias Dika datang dari arah belakang korban dengan memegang sebatang kayu bulat panjang sekira satu meter. Pelaku lalu memukul ke arah kepala korban yang sedang duduk menenun sebanyak dua kali, sehingga menyebabkan kepala korban mengalami luka dibagian belakang.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Ende, namun setelah menjalani  perawatan dan tidak bisa tertolong. Korban meninggal dunia di RSUD Ende sekira pukul  18.30.

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku melarikan diri ke kebun kemiri. Warga yang berada di desa tersebut kemudian mengejar pelaku dan menangkap pelaku di kebun sekitar 2 km dari TKP. Setelah mendapat laporan dari masyarakat, polisi langsung bergerak ke TKP dan mengamanankan pelaku. Pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Ndona untuk menjalani pemeriksaan.

“Dengan sebatang kayu bulat, pelaku memukul kepala korban sebanyak dua kali dan menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala. Saat itu korban tengah menenun. Warga kemudian mengejar pelaku dan menangkap di kebun kemiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, kasus penganiayaan dilaporkan Dominggus Dura Ngole, 33, warga Desa Manulondo Kecamatan Ndona. Polisi sebut Achmad, belum melakukan pemeriksaan saksi-saksi karena saat ini keluarga masih berduka. Polisi juga terus melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang apakah pelaku mengalami gangguan  kejiwaan.

Dikatakan, dalam penyelidikan  pelaku  dan korban tidak  memiliki hubungan keluarga dan masalah sebelumnya. “Sementara ini kita masih dalami dan melakukan tindakan  selanjutnya. Para saksi belum diperiksa karena masih  dalam suasana duka. Pelaku sudah  ditahan di Polsek Ndona,” ungkapnya.

Achmad mengatakan, terkait kasus  ini, selain mengamankan pelaku, polisi juga sudah mengamankan barang bukti  berupa satu batang kayu berbentuk  bulat dengan panjang 90 cm. Pelaku  atau tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Terpisah, Kepala Desa Wolotopo Timur, Sipri Jira Bara mengatakan,  pascakasus penganiayaan, kondisi di Desa Wolotopo Timur sudah kondusif. Namun warga Desa Wolotopo Timur  resah dan takut jika kejadian seperti  ini terulang lagi karena pelaku sebut dia, sebelumya telah melakukan hal yang  sama pada beberapa tahun lalu.  Jenazah korban dikuburkan, Kamis (20/2).

Sipri mengatakan, warga Desa  Wolotopo  Timur  meminta kepada pihak kepolisian saat melakukan pengembangan jika pelaku mengalami gangguan jiwa, maka dilakukan peroses  rehabilitasi di luar Flores. Warga meminta pelaku tidak kembali lagi ke kampung karena akan menimbulkan keresahan dan aksi balas dendam.

“Kasus ini telah meresahkan warga karena sebelumnya pelaku sudah melakukan  hal yang  sama. Jika dalam penanganan ada gangguan kejiwaan, maka pelaku ditangani di luar Flores. Pelaku jangan kembali lagi ke Wolotopo karena akan memunculkan kebencian dan balas dendam,” katanya. (kr7/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!