Wawali Imbau Tertibkan PKL Liar – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Wawali Imbau Tertibkan PKL Liar

PANTAU. Camat Kota Lama Semmi Mesakh sementara memantau aktivitas pemotongan hewan di Rumah Potong  Hewan (RPH) Oeba, Senin (24/2).

FENTI ANIN/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, mengimbau agar semua lurah dan dinas terkait segera menindaklanjuti fenomena babi mati mendadak karena adanya wabah demam babi Afrika.

“Penyakit atau virus ini dinamakan virus babi Afrika, dan penyakit ini bukan jenis sonosis atau virus yang menular atau berpindah dari hewan ke manusia. Virus ini hanya menyerang hewan dan tidak dapat menular ke manusia,” kata Hermanus Man saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (24/2).

Wawali mengatakan, daging babi itu aman dikonsumsi oleh manusia  karena tidak menular ke manusia, tetapi memang perlu upaya untuk pencegahan.

“Karena itu saya sudah mengimbau kepada semua lurah, camat dan Sat Pol PP agar menertibkan semua pedagang yang menjual daging babi secara liar atau dadakan, termasuk yang membuka lapak-lapak kecil di pinggir jalan,” kata Wawali Hermanus Man.

Orang nomor dua di Pemkot Kupang itu meminta agar masyarakat juga harus berhati-hati dalam memilih daging yang akan dikonsumsi.

Masyarakat perlu melihat secara cermat agar jangan sampai daging yang dikonsumsi itu tidak melalui pemeriksaan kesehatan dan kelayakan.

“Masyarakat juga perlu cermat dalam memilih daging, jangan memilih daging yang tidak jelas kelayakannnya, dari segi pemotongan, pemeliharaan dan juga penjualannya, karena daging yang sehat itu harus diperiksa terlebih dahulu,” ungkapnya.

Selain itu Wawali mengingatkan semua pedagang, agar jangan lagi menjual daging yang tidak sehat kepada masyarakat.

Dia meminta partisipasi dan kerja sama yang baik, karena ini merupakan bagian dari menjaga keamanan, kesehatan dan ketertiban di Kota Kupang.

“Kami tentu melakukan berbagai upaya untuk menertibkan semua pedagang liar yang berdagang di pinggiran jalan, tentunya ini sebagai bagian dalam pengawasan dan control untuk penataan Kota kupang lebih baik,” katanya.

Dia mengaku, jangan sampai ada babi yang sudah mati, lalu sudah menjadi bangkai dan dipotong lalu dijual lagi. Ini yang tidak boleh, karena jangan sampai babi yang mati tersebut mati karena virus lain yang belum terkonfirmasi jenis atau bagaimana dampaknya bagi kesehatan.

“Melalui media ini, saya mengimbau semua masyarakat Kota Kupang  agar jangan membeli daging yang ada di pinggir jalan, karena tidak diketahui dan tidak menjamin kebersihan dan kelayakan konsumsi untuk daging yang dijual di pinggir jalan,” tandas Hermanus.

Sampai saat ini kata Hermanus Man, memang kasus babi mati secara mendadak ini baru pertama kali terjadi di Kota Kupang, dan ini juga merupakan isu nasional, dan untuk solusinya memang masih  dicari bersama.

“Untuk sementara kita hanya bisa dengan melakukan pencegahan dan mengimbau warga agar berhati-hati mengonsumsi daging,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati mengatakan, virus babi yang menyerang Kota Kupang ini memang belum dikonfirmasi penyebabnya.

Dan Dinas Kesehatan juga tidak bisa bertindak tanpa adanya hasil pemerisaan dari dinas terkait, khususnya oleh dokter hewan.

“Kita hanya bisa bertindak apabila sudah ada hasil pemeriksaan, dan apa risikonya bagi manusia, karena kita mengurus kesehatan manusia, dan sampai saat ini Dinas Kesehatan masih berkoordinasi dengan dinas teknis,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kota Lama, Semmi Mesakh, langsung mengunjungi Rumah Potong Hewan Oeba untuk memastikan bahwa semua hewan yang ada RPH benar-benar terjamin kelayakannya untuk dikonsumsi.

“Saya turun langsung ke RPH dan memang semuanya sudah melalui prosedur, hewan yang dipotong sudah diperiksa oleh dokter, dan dipotong dan dijual ke masyarakat. Jadi daging yang sampai ke tangan konsumen itu benar-benar layak dikonsumsi,” ungkapnya. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!