Masker Langka dan Harga Melonjak – Timor Express

Timor Express

METRO

Masker Langka dan Harga Melonjak

Virus Korona
Polisi Lakukan Inspeksi

KUPANG, TIMEX – Informasi merebaknya virus korona (Covid-19) yang menginfeksi manusia membuat panik masyarakat. Akibatnya, masker di apotek pun laris manis dibeli. Sayangnya, diduga terjadi praktik curang yang dilakukan sejumlah oknum dengan menimbun masker, bahkan diselundupkan ke luar daerah.

Berdasarkan penelusuran Timor Express, Jumat (6/3) jumlah permintaan masker di beberapa apotek di Kota Kupang masih terbilang tinggi. Ini mengakibatkan terjadinya kelangkaan masker di wilayah Kota Kupang.

Di beberapa apotek jaringan Kimia Farma di Kota Kupang, masker tersebut bahkan tidak lagi dijual. Pasalnya stok masker telah ludes sejak Senin (2/3). Demikian pula dengan apotek jaringan K-24.

Di Apotik Kimia Farma yang beralamat di Jalan W. J. Lalamentik misalnya, ketersediaan masker telah habis sejak Minggu. Demikian pula di apotik Kimia Farma Mohammad Hatta dan Apotik Kimia Farma Pelengkap RSUD Prof. Johannes Kupang juga sudah habis terjual.

Hal yang sama juga terjadi di Apotik K-24 Fatululi dan Apotik K-24 Oepura di jalan Jenderal Soeharto. Sesuai keterangan apoteker, di dua lokasi tersebut, masker bahkan telah diborong oleh pembeli beberapa hari sebelumnya.

Apoteker pendamping Apotek K-24 Fatululi, Rinda Ayu Herawati mengatakan, khusus untuk tempatnya, pihaknya telah mencoba untuk memesan masker di dua Perusahaan Besar Farmasi (PBF) yakni PBF Abad dan PBF Fegramax, namun hingga kini masker belum tersedia.

Sementara salah satu apoteker yang tidak mau namanya disebut mengatakan kelangkaan ini bukan karena adanya permainan dari pihaknya ataupun dari pengusaha karena permintaan sebelumnya rendah sehingga ketersedian stok masker juga disesuaikan.

Sedakan pasca munculnya Covid-19 membuat masyarakat panik dan ramai-ramai membeli. “Saat mereka ramai membeli otomatis stok yang disediakan seadanya pun habis terjual walau dengan harga yang mahal,” ujarnya.

Untuk diketahui, selain langka, di beberapa tempat, harga masker bahkan naik hingga berkali-kali lipat. Jika saat kondisi normal harga satu paket untuk lima lembar masker Rp 4.500, namun saat ini satu lembar masker dihargai Rp 10 ribu. Bahkan untuk jenis masker yang lebih tebal, dipatok dengan harga Rp 67.500 untuk lima lembar.

Sebelumnya aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) dan jajaran merespon kelangkaan masker dan sanitizer di sejumlah apotek dan pusat perbelanjaan di wilayah NTT.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Johanis Bangun kepada Timor Express di ruang kerjanya, Kamis (4/3), menjelaskan, Polda NTT melalui Direktorat Narkoba melakukan inspeksi mendadak di sejumlah lokasi di Kota Kupang.

Inspeksi yang berlangsung sejak pukul 10.00 tersebut dipimpin oleh Direktur Narkoba Polda NTT. Pihak Direktorat Polda NTT membagi tim dan menyisir sejumlah lokasi untuk mengecek ketersediaan masker dan sanitizer di Kota Kupang.

Selain oleh tim Direktirat Polda NTT, seluruh Polres jajaran juga melakukan inspeksi dan pemantauan di wilayah Polres masing-masing secara serentak pada Kamis (4/3).

“Hari ini Polda NTT dan Polres jajaran melaksanakan inspeksi terkait ketersediaan masker dan sanitizer. Inspeksi di Polda NTT dipimpin Direktur Narkoba,” ujar mantan Kapolres Kupang Kota itu.

Ditambahkan, berdasarkan laporan, dalam inspeksi yang dilakukan tim Dit Narkoba Polda NTT tersebut, tidak ditemukan adanya penimbunan masker di lokasi Apotek di Kota Kupang.

Menurutnya, inspeksi dan pemantauan sebagai langkah awal pencegahan terjadinya persoalan penombunan oleh oknum pengusaha. “Kami akan tetap melaksanakan pemantauan. Apabila ditemukan ada penimbunan masker ataupun sanitizer maka kepada para pelaku akan dikenakan dengan pasal undang-undang perdagangan,” ungkapnya. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!